{"id":102451,"date":"2021-01-22T07:12:58","date_gmt":"2021-01-22T00:12:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=102451"},"modified":"2021-01-23T18:21:58","modified_gmt":"2021-01-23T11:21:58","slug":"resep-mengolah-indomie-kari-ayam-paling-nikmat-versi-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/resep-mengolah-indomie-kari-ayam-paling-nikmat-versi-saya\/","title":{"rendered":"Resep Mengolah Indomie Kari Ayam Paling Nikmat Versi Saya"},"content":{"rendered":"<p><em>Apa varian Indomie idolamu? Kalau saya, sih, Indomie Kari Ayam.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepakat atau tidak, bagi saya, Indomie adalah living legend dalam perkulineran duniawi. Bukan hanya di Indonesia, tapi di berbagai negara. Bahkan, menurut informasi yang saya dapatkan dari abang ipar yang pernah berkunjung ke Kenya dalam rangka perjalanan dinas, Indomie menjelma menjadi salah satu makanan favorit dan terkenal di negara tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking antusiasnya dengan Indomie, saat abang ipar saya kali pertama tiba di Kenya, yang ditanya bukan soal kerjaan atau kabar. Melainkan Indomie. Iya, Indomie!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu dari Indonesia nggak bawa Indomie buat kami? Orang-orang di sini suka banget Indomie!\u201d begitu kira-kira yang disampaikan oleh mereka kepada abang ipar saya. Tidak bisa tidak. Mereka mengaku menyukai semua varian rasa yang dimiliki Indomie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain orang-orang di Kenya, lain juga dengan saya. Selain Indomie goreng, varian Indomie yang paling saya favoritkan sejak SD sampai dengan saat ini adalah kari ayam. Selain gurih, nikmatnya betul-betul terasa. Aromanya juga mantap. Pas dengan selera saya. Kenikmatannya akan meningkat dan lebih terasa jika diolah menggunakan telur, ditambah sayur, saus cabe, juga kecap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja saya punya resep sendiri dalam mengolah Indomie kari ayam agar rasanya lebih menggoda dan menggugah selera. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun terbilang sederhana. Sangat sederhana. Juga bisa dengan mudah didapat di warung terdekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau tahu atau penasaran? Sini, saya bisikin apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan, sekaligus cara mengolah Indomie kari ayam biar nikmatnya makin pol dan terasa.<\/span><\/p>\n<h4>Bahan-bahan yang dibutuhkan:<\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kalian perlu menyiapkan saus dan kecap. Berapa banyaknya lebih kepada menyesuaikan selera. Kalau doyan pedas, porsi saus wajib lebih banyak dibanding kecap. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> siapkan tomat satu buah dan caisim (bisa diganti juga dengan pakcoy) cukup satu ikat. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> satu butir telur sebagai pelengkap. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bawang merah 1-2 siung (menyesuaikan selera) dan daun bawang satu tangkai. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tentu saja satu bungkus Indomie kari ayam.<\/span><\/p>\n<h4>Petunjuk pengolahan Indomie rasa kari ayam:<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama, rebus air kisaran 350-400 ml hingga mendidih. Jika sudah cukup mendidih, masukkan telur, irisan bawang merah dan potongan daun bawang dalam waktu yang bersamaan. Tidak lama setelahnya, campurkan semua bumbu yang terdapat dalam Indomie kari ayam. Kemudian, aduk secara perlahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, masukkan saus dan kecap. Seperti yang saya sampaikan di awal, komposisinya menyesuaikan selera. Jika ingin mendapatkan sensasi pedas, takaran saos wajib lebih banyak dibanding kecap. Sebaliknya, jika ingin merasakan keseimbangan dalam sensasinya, saus dituang secukupnya saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu menunggu lama, langsung masukkan mi ke dalam campuran tersebut. Rebus hingga matang. Jika sudah mendapatkan tingkat kematangan yang diinginkan, kecilkan api, dan mulai masukkan potongan tomat, caisim (atau pakcoy). Sayuran sengaja dicampur terakhir agar tingkat kematangannya pas (meminimalisir tekstur terlalu lembek dan malah hancur).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah tercampur sempurna, matikan api dan tuangkan olahan mi ke dalam mangkuk beserta dengan kuahnya. Voila! Indomie kari ayam dengan rasa yang menggugah selera siap dinikmati selagi hangat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk tambahan topping, sebetulnya kalian juga bisa menambahkan irisan cabe, bakso, sosis, maupun abon. Pokoknya, sesuai selera masing-masing. Saya jamin, dengan atau tanpa toping tambahan, nggak akan mengingkari kenikmatan olahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, cara mengolah Indomie seperti ini sudah saya coba aplikasikan juga untuk varian lain seperti ayam bawang, soto, ayam spesial, dan Indomie varian kuah lainnya. Namun, rasanya malah kurang pas. Hasilnya tidak senikmat jika menggunakan rasa kari ayam. Jadi, jika ingin mencoba resep ini, sangat disarankan untuk menyiapkan Indomie kari ayam terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Resep ini sengaja saya bagikan kepada kalian semua. Tentu saja boleh didebat, boleh juga diaplikasikan oleh kalian para penyuka Indomie. Namun, serius, deh. Indomie itu sudah enak dari sananya. Dengan trial and error dalam mengolahnya, tentu kita akan menemukan hal baru sekaligus merasakan sensasi lain saat menyantap Indomie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi setelah ditotal dan dirinci, bahan-bahan yang dibutuhkan tidak lebih dari Rp10 ribu (nominal menyesuaikan toping yang digunakan). Cukup pergi ke warung terdekat, beli Indomie dan bahan-bahan yang dibutuhkan, langsung jadi, tuh, Indomie kari ayam dengan rasa kekinian. Slurp!<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-usah-ngeyel-mie-sedaap-lebih-enak-daripada-indomie\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Nggak Usah Ngeyel, Mie Sedaap Lebih Enak daripada Indomie<\/strong> <\/a><b><\/b><b>dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\"><b>Seto Wicaksono<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya punya resep sendiri dalam mengolah Indomie kari ayam agar rasanya lebih menggoda dan menggugah selera.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":102803,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10328,1209],"class_list":["post-102451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-indomie-kari-ayam","tag-resep"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102451"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102451\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}