{"id":102183,"date":"2021-01-27T12:55:34","date_gmt":"2021-01-27T05:55:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=102183"},"modified":"2021-01-27T12:55:34","modified_gmt":"2021-01-27T05:55:34","slug":"menjelaskan-tentang-musisi-indie-ke-emak-emak-itu-deritanya-tiada-akhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjelaskan-tentang-musisi-indie-ke-emak-emak-itu-deritanya-tiada-akhir\/","title":{"rendered":"Menjelaskan tentang Musisi Indie ke Emak-emak Itu Deritanya Tiada Akhir"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti halnya Anda dan manusia penghuni bumi yang lain, saya dengerin musik juga. Entah untuk benar-benar didengerin ataupun biar nggak sepi aja. Terkadang untuk karaoke juga, pokoknya musik nggak haram kalau buat saya. Orang satu rumah juga hobi dengerin musik. Tentu selera kami beda-beda. Kalau saya sendiri penikmat musik apa saja, yang penting masuk kuping terus kuping saya cocok, ya berarti itu musik saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dengerin musik dari keroncong dan delta blues, punk dan rock, metal dan hardcore, folk dan pop, klasik dan langgam, sampai ke dangdut dan musik-musiknya cah indie. Pokoknya isi Spotify dan koleksi kaset pita saya beragam alias campur aduk. Selain itu saya juga sering manggung di cafe atau jadi gitaris session player. Maka dari itu, saya harus sering-sering mendengarkan lagu-lagu yang sedang beken, dan seringnya lagu-lagu cah indie itu yang diminta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, aliran musiknya mungkin folk pop, namun kita sudah terbiasa menyebutnya musik indie yang terkesan senja dan kopi. Padahal, indie sendiri dari kata independent gitu, alias musisi yang nggak masuk major label, jadi alirannya boleh apa saja. Tapi selayaknya ilmu ben umum kancane, saya ikut saja nyebut mereka musisi indie. Ya musik-musik mereka ini yang langganan dibawakan di warkop dan kedai kopi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, saya sering memutar lagu ini di rumah, bahkan kadang menonton videonya lewat televisi. Adik saya yang masih SMA, menyukai musisi-musisi yang sering disebut indie ini. Ada Banda neira, Float, Payung Teduh, Danilla, Nadine Amizah, Efek Rumah Kaca, Fourtwnty, Nosstress, Dialog Dini Hari, Iksan Skuter, Feast, Stars and Rabbit, Jason Ranti, dan masih banyak lagi. Tak jarang Ibu saya juga jadi ikut nonton karena penasaran. Namun, menjelaskan ke emak-emak perihal musisi-musisi ini, bukan perkara sepele, cenderung mangkeli, dan bikin gemes!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalkan saat saya menonton video Fourtwnty sedang live manggung. Komentar Ibu saya sangat wow dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan aneh, misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu orang kenapa? Stroke? Kenapa rambutnya begitu?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKok nggak pakai sepatu? Eh, eh, eh ngapain itu kok jingklak-jingklak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu saya seperti tengah melihat tontonan kuda lumping. Melihat sang vokalis, bukannya dengerin musiknya, Ibu saya malah ketawa ngakak sepanjang lagu diputar. Sempat menuduh sang vokalis mabuk lah, bahkan bilang mungkin sedang pakai narkoba. Emak-emak, cuma dengar Fourtwnty saja, bisa jadi lahan suudzon. Maka saya jelaskan pelan-pelan perihal band ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga saat saya nonton Jason Ranti. Saat lagu \u201cKafir\u201d dimainkan, Ibu saya langsung nyebut dan nyuruh matiin video itu. Namun, saya ketawain saja, sampai Ibu saya menganggap saya ikut aliran sesat. Begitupun saat lagu \u201cVariasi Pink\u201d berkumandang. Pas lirik \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yang aku mau dia telanjang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Ibu saya misuh-misuh nggak karuan. Lalu saya jelaskan perihal Jeje boy dan arti liriknya. Blio komen gini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOrang kok nggak jelas, kalau mau ngomong gitu ya ngomong saja\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIndie my prend!\u201d jawab saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula saat saya dengerin Iksan Skuter. Entah berapa kali saya harus meyakinkan Ibu saya kalau itu bukan Iwan Fals. Perdebatan sengit terjadi, dan blio masih saja keukeuh pernah dengar lagu itu saat muda dulu. Ya memang sih, beberapa komposisi dan lirik dari Iksan Skuter lumayan mirip dengan Iwan Fals.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling gawat waktu dengar Stars And Rabbit di lagunya yang \u201cMan Upon The Hill\u201d. Kan ada bagian \u201cah, ah, ah\u201d nya tuh, nah dikira saya nyetel lagu yang nggak-nggak. Apalagi pas lihat dandanan vokalisnya yang nyentrik. Ibu saya nyerocos terus dan muncul bentuk suudzon yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDia kok aneh-aneh? pengen viral ya? Biar terkenal?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeni Bukkk&#8230;\u201d adik saya yang cah indie pengguna totebag menimpali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kan Stars and Rabbit sudah beken dari dulu. Apalagi waktu dengar Hindia, Ibu saya bilang musiknya wagu. Namun, berbeda saat dengar Nadine Amizah. Selayaknya emak-emak suburban, mereka terenyuh dengar lagu-lagu Dek Nadine, mendayu dan terbawa terbang jauh. Walau saat adik saya tanya perihal ngerti maksudnya nggak, Ibu saya jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak tahu dan nggak perlu tahu, yang penting lagunya bagus\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi pas lihat video orangnya langsung. Seperti semua emak-emak lain, langsung suka (kebanyakan mas-mas juga langsung suka, saya nggak, saya pokoknya Sherina). Namun, tiap kali saya muterin lagu Jason Ranti, Ibu saya tetap nyerocos dan nyuruh ganti lagu yang lain. Maka saya bilang gini ke Ibu saya, tentu dengan baik dan sopan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSudah deh, nggak usah ngurusin tontonanku\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu juga jangan ribut dan ngurusin, kalau aku nonton sinetron India!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modyar, skak mat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beginilah rasanya menjelaskan musisi indie kepada emak-emak, deritanya tiada akhir.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ini-talkshow-dan-akhir-titi-mangsa-tayangan-komedi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ini Talkshow dan Akhir Titi Mangsa Tayangan Komedi<\/a>\u00a0dan\u00a0<\/strong><strong>tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/bayu-kharisma-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bayu Kharisma Putra\u00a0<\/a><\/strong><strong>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mending rakit PC.<\/p>\n","protected":false},"author":1151,"featured_media":95389,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[622,10402,10029,10403],"class_list":["post-102183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-emak-emak","tag-musisi-indie","tag-nadin-amizah","tag-stars-and-rabbit"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1151"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}