{"id":102083,"date":"2021-01-20T13:02:38","date_gmt":"2021-01-20T06:02:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=102083"},"modified":"2021-01-20T08:58:41","modified_gmt":"2021-01-20T01:58:41","slug":"beberapa-opsi-kalimat-anti-toxic-positivity-pengganti-yok-bisa-yok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beberapa-opsi-kalimat-anti-toxic-positivity-pengganti-yok-bisa-yok\/","title":{"rendered":"Beberapa Opsi Kalimat Anti Toxic Positivity Pengganti \u201cYok Bisa Yok\u201d"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menanti ribuan purnama, akhirnya apa yang saya pikirkan pun terwakilkan. Yakni melalui tulisan M. Farid Hermawan yang bertajuk \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hindari-ngomong-kalimat-goblok-yok-bisa-yok-toxic-positivity-bos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari Ngomong Kalimat Goblok \u2018Yok bisa yok\u2019. Toxic Positivity, Bos!<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Iya, benar, saya merasa bahwa kalimat itu hanya mempan bagi sebagian orang, sebagiannya lagi ya akan berakhir seperti saya, yakni selalu dipungkasi dengan jawaban, \u201cKowe ki ngopo, sih?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa artis menjadikan kalimat \u201cYok bisa yok\u201d sebagai tajuk utama atau branding dirinya. Ya, itu nggak salah, lha wong itu kerjaannya. Dicap sebagai penyelamat jiwa-jiwa murung yang kadung bingung. Namun, pada satu titik, kok, ya, tiap saya punya masalah, cerita ke orang, dijawab dengan, \u201cYok bisa yok\u201d bikin muntab juga, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin mas M. Farid Hermawan menjawab alasan-alasan itu dengan gemilang dalam sudut keilmuannya. Namun, dalam tulisan kali ini saya pengin nambahi sedikit, beberapa kata yang bisa jadi opsi pengganti \u201cYok bisa yok\u201d yang saya himpun dari berbagai obrolan angkringan di pinggiran Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bisa jamin, kata-kata ini akan pas di hati dan marem sampai njarem. Akan tetapi, sebelumnya mohon maaf, nggak ada kalimat, \u201cTerima kasih sudah berjuang sampai saat ini,\u201d khas Mbak Nadin sang ahli bahasa baku itu. Lha wong saya ahlinya baku hantam.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cSing tenang\u201d atau artinya \u201cyang tenang\u201d. Sederhana, tepat guna, dan nggak berlebihan mungkin cocok dijadikan opsi paling yahud pengganti \u201cYok bisa yok\u201d. \u201cSing tenang\u201d ini selalu muncul bak seorang kawan yang selalu membela kala kita terkena musibah atau masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal kamu butuh utang, maka kancamu ini akan menjawab, \u201cSing tenang,\u201d meskipun kamu tahu kawanmu ini nggak akan membantu secara finansial. Namun, efek yang dihadirkan selalu mendapatkan perhatian bahwa tiap masalah bakalan ada penyelesaiannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun bagi pihak penerima curhat, kalimat sing tenang ini amat diplomatis sifatnya. Ketimbang memberi saran padahal kancamu ini hanya ingin bercerita, ntar takutnya malah awkward. Nek nggak ya takutnya mentok-mentok berujung kepada toxic positivity, pemilihan kalimat ini amat bermanfaat sebagai lajur penengah sekaligus memberi efek menenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah curhat masalah kalah judi sama kawan, inisialnya<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/grantino-gangga-ananda-lukmana\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Grantino Gangga Ananda Lukmana atau yang akrab disapa Sengget<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya curhat panjang lebar, blio hanya jawab, \u201cSing tenang,\u201d tapi rasanya hati ini sudah lega. Padahal yo saya tahu, Sengget nggak tahu mau jawab apa.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cSing penting yakin&#8221; atau artinya \u201cyang penting yakin\u201d. Wah puoool nek ini, penggunaannya kudu hati-hati biar nggak toxic positivity walau efeknya bagus bagi penentraman jiwa raga. Kalimat ini dipakai ketika kawanmu bercerita dengan keyakinan penuh dan kamu takut saranmu ini malah menggoyahkan keyakinannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kan ada itu, orang tipikal curhat padahal sudah tahu langkah apa yang akan ia ambil, nah sing penting yakin ini bisa jadi opsi paling wahid. Ada seorang kawan yang bercerita bahwa ia sudah memilih gadis idamannya. Ia meminta saran saya, yang pada ujungnya menggiring saya untuk merestuinya. Pilihan realistis saya ya jelas jatuh kepada: sing penting yakin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kalimat ini jangan diberikan kepada orang yang sedang bingung dan suwung. Orang yang berkawan dengan kesepian atau mereka yang sedang kesusahan, jangan pakai \u201cSing penting yakin\u201d. Apalagi seorang kawan yang meminta saran untuk berbisnis karena babagan yang satu ini berkaitan dengan perhitungan yang mantap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang \u201csing penting yakin\u201d ini sebuah saran yang bisa bikin tenang, pi sifatnya seperti bermain Super Deal 1 Miliar, mau kantong kanan atau tirai nomor tiga? Tiwas sing penting yakin, kok ya malah dapatnya zonk.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cSementara tak ngene sikek\u201d atau artinya \u201csementara aku begini dulu saja\u201d. Fuad, kawan saya pilih tanding asal Arkeologi FIB yang mencetuskan kalimat penenang ini. Kisahnya itu ketika kami sibuk KKN dan membuat laporan. Di pinggiran cakruk, kala semua sibuk sedang mengetik, Fuad malah teturon sambil garuk-garuk wudel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vicky yang merupakan Kormater Soshum pun menegur, \u201cHa nek kowe ngene-ngene wae, kapan rampung e laporanmu?\u201d begitu katanya, memprotes sifat santai Fuad yang lebih santai dari seekor koala. Dengan mesam-mesem, Fuad berkata, \u201cSementara tak ngene sikek wae!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juuuuuh, bukannya mangkel, kami satu klaster Soshum mengamini apa yang dikatakan oleh Fuad. Ketimbang \u201cYok bisa yok\u201d yang dikatakan oleh M. Farid Hermawan sebagai motivasi begituan tanpa ada aksi nyata yang bikin toxic positivity, kalimat \u201cSementara tak ngene sikek\u201d adalah antitesa yang menganggap semua masalah itu hanya ada dua muaranya: hancur lebur babak bundas deder dueeer!<\/span><\/p>\n<p><b><i>Keempat,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cMbuh piye carane\u2026\u201d kalimat ini biasanya ada lanjutannya. Kalimat lanjutannya ini opsional, sesuai dengan perkara dan kasus yang sedang dialami. Sedang kalimat ini, artinya itu sepadan dengan sokongan moril seorang sahabat kala melihat karibnya nglokro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya saran kepada Mas Kunto Aji atau Mbak Nadin Amizah, ketimbang \u201cTerima kasih sudah berjuang\u201d atau \u201cYok bis ayok\u201d. Selain bosan, coba sekali-kali pakai template yang berbeda. Nih bayangin, di layar gigs saat Mas Kunto Aji atau Mbak Nadin Amizah manggung, pasang foto lalu tuliskan, \u201cMbuh piye carane, tahun iki dilancarkan sakabehe!\u201d Wes to, bakalan geger geden. Saya jamin.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-buku-motivasi-selalu-laku-di-pasaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>3 Alasan Buku Motivasi Selalu Laku di Pasaran<\/strong> <\/a><b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\"><b>Gusti Aditya<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa kalimat ini penggunaannya kudu hati-hati biar nggak sampai toxic positivity walau efeknya bagus bagi penentraman jiwa raga.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":102340,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[383,1185,4893],"class_list":["post-102083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-curhat","tag-motivasi","tag-toxic-positivity"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102083"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102083\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}