{"id":101727,"date":"2021-01-19T06:06:29","date_gmt":"2021-01-18T23:06:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=101727"},"modified":"2021-01-19T07:32:50","modified_gmt":"2021-01-19T00:32:50","slug":"bahasa-wonosobo-yang-perlu-dipelajari-untuk-memperkaya-khazanah-bahasamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-wonosobo-yang-perlu-dipelajari-untuk-memperkaya-khazanah-bahasamu\/","title":{"rendered":"Bahasa Wonosobo yang Perlu Dipelajari untuk Memperkaya Khazanah Bahasamu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa tutur masyarakat Wonosobo memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan daerah lain seperti Solo, Jogja dan Banyumas. Terkadang bahasa Wonosobo justru tidak menganut pakem bandek atau ngapak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten yang terletak tepat di tengah pulau Jawa ini merupakan transisi antara Jawa bandek dan Jawa ngapak, sehingga terkadang terjadi fusion dialog antara kedua logat tersebut. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dipelajari untuk dapat menguasai bahasa Wonosobo.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Gunakan aksen vokal \u201ce\u201d pada awal suku kata<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja hal ini sama halnya mempelajari bahasa Inggris dengan logat scottish, penerapan vokal \u201ce\u201d pada suku kata pertama adalah salah satu keunikan masyarakat Wonosobo dalam bertutur. Misalnya kata \u201cnjajan\u201d maka masyarakat Wonosobo akan mengucapkannya dengan kata \u201cnjejan\u201d, \u201cbanyu\u201d menjadi \u201cbenyu\u201d, \u201chadiah\u201d menjadi \u201chediah\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat, \u201cNyong hapan njejan tapi ora gawa doet.\u201d Artinya, \u201cAku pengin jajan tapi tidak bawa uang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, penerapan aturan tak tertulis ini tidak bisa diterapkan dalam beberapa kata, seperti \u201chape\u201d tidak bisa menjadi \u201chepe\u201d atau \u201csapi\u201d tidak bisa menjadi \u201csepi\u201d. Ada juga kata \u201cmadhang\u201d juga tidak bisa diganti menjadi kata \u201cmedhang\u201d karena 2 kata tersebut sudah memiliki arti yang berbeda. \u201cMadhang\u201d artinya makan, sedangkan \u201cmedhang\u201d artinya minum air hangat seperti teh, susu, atau minuman purwaceng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara teori mungkin hal ini memang sulit dipelajari oleh para pendatang. Salah satu cara mempelajari bahasa Wonosobo adalah cobalah untuk memasuki pasar dan duduklah di warung bakso atau mi ayam yang ada di pasar tersebut, maka penerapan teori tersebut akan jamak diucapkan oleh pengunjung pasar dan orang yang berlalu lalang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kata yang sering digunakan mbeyar, blenja, njembal, meghrib, brembang.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Pelajari kata-kata yang Wonosobo banget<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa kata yang memang Wonosobo banget, meski demikian saya tidak menampik ada kabupaten lain yang juga menggunakan kata-kata yang hampir sama dengan yang diucapkan oleh masyarakat Wonosobo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, kata \u201cde\u2019e\u201d yang memiliki arti \u201ckamu\u201d. Kata tersebut merupakan salah satu kata yang menjadi ciri orang Wonosobo untuk menuturkan orang kedua. Sangat jarang sekali orang Wonosobo menggunakan kata \u201ckowe\u201d saat bertutur kecuali bagi anak muda yang baru pulang merantau dari Jogja atau Solo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata \u201cde\u2019e\u201d sendiri juga masih akrab di wilayah Temanggung dan Banjarnegara yang tepat berbatasan dengan Wonosobo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh penerapan kalimat, \u201cSiti, nyong hapan mbojo karo de\u2019e.\u201d Artinya, \u201cSiti, aku ingin menikah denganmu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga kata \u201candak\u201d yang biasa dikonjungsikan dengan kata \u201cho\u2019oh\u201d. Jika keduanya digabung menjadi \u201candak hooh\u201d, kalimat tersebut memiliki arti, \u201cApa iya? Iyakah? Masa iya?\u201d Kata tersebut digunakan ketika kita merasa ragu dengan sesuatu hal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat, \u201cAndak hooh ya, Kang, Pak Lurah bisa sogeh merga nginyu toyol?\u201d Artinya, \u201cMasa iya sih, Kang, Pak Lurah bisa kaya karena memelihara tuyul?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, untuk mengungkapkan ketidakmauan, bahasa Wonosobo memiliki kata \u201cslegeh\u201d yang berarti \u201cogah\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh penerapan kalimat, \u201cNyong slegeh ketemu wong kae.\u201d Kalimat tersebut memiliki arti, \u201cSaya ogah bertemu dengan orang itu.\u201d<\/span><\/p>\n<h4>#3 Penerapan akhiran \u201cli\u201d dan \u201csi\u201d sebagai penegasan<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan akhiran \u201cli\u201d biasanya digunakan untuk memohon sesuatu. Misalnya, \u201cDodolane nyong dituku, li,\u201d yang artinya, \u201cJualanku dibeli, dong.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan akhiran \u201csi\u201d biasa digunakan untuk mengonfirmasi sesuatu. Akhiran ini bisa berdiri sendiri maupun berkonjungsi dengan kata sebelumnya. Misalnya saja dalam kalimat, \u201cDe\u2019e sing due koceng lanang, si?\u201d Artinya, \u201cKamu yang punya kucing jantan, kan?\u201d Selain itu, akhiran \u201csi\u201d juga kerap berkonjungsi dengan kata \u201chooh\u201d. Misalnya, \u201cHooh, si?\u201d yang memiliki makna, \u201cIya, kan?\u201d<\/span><\/p>\n<h4>#4 Pelajari umpatan ala Wonosobo<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mempelajari kata umpatan atau makian sepertinya memang mudah, meski demikian umpatan ini harus diterapkan secara bijak, jangan sampai kata-kata umpatan ini menjadi presipitasi rusaknya hubungan pertemanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata umpatan paling sering diucapkan di Wonosobo adalah \u201csikak\u201d. Di KBBI kata \u201csikak\u201d ternyata merujuk pada bulu di sekitar lubang anus. Namun, kata makian ini juga memiliki level kekasaran yang hampir sama dengan kata \u201cjancuk\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, umpatan ini juga bisa diberikan kepada seseorang yang telah mengerjai alias ngeprank. Contoh, \u201cSikak de\u2019e, sepatune nyong diumpetna,\u201d yang artinya, \u201cSialan kamu, sepatuku diumpetin.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada juga kata \u201cceles\u201d yang merupakan makian yang diserap dari kata \u201cceleng\u201d alias babi hutan. Umpatan ini mungkin setara dengan kata \u201canjir\u201d yang merupakan serapan dari kata \u201canjing\u201d. Umpatan \u201cceles\u201d terdengar cukup halus sehingga jarang mengakibatkan perkelahian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika seseorang sudah terlanjur emosi seperti Sasuke yang hendak mengeluarkan chidori, kata \u201cceles\u201d akan meningkat level kasarnya menjadi \u201ccueleng\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja masih banyak kata-kata yang Wonosobo banget, sehingga tidak ada cara belajar paling efektif selain mengobrol langsung dengan orang Wonosobo.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dialek-orang-wonosobo-itu-beda-bukan-ngapak-dan-bukan-bandek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dialek Orang Wonosobo Itu Beda, Bukan Ngapak dan Bukan Bandek <\/a>atau<\/strong><strong>\u00a0tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dhimas-raditya-lustiono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dhimas Raditya Lustiono<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu cara mempelajari bahasa Wonosobo adalah coba memasuki pasar dan duduklah di warung bakso atau mi ayam yang ada di pasar tersebut.<\/p>\n","protected":false},"author":770,"featured_media":102102,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10264],"class_list":["post-101727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahasa-wonosobo"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/770"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}