{"id":101239,"date":"2021-01-23T12:21:55","date_gmt":"2021-01-23T05:21:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=101239"},"modified":"2021-01-23T12:20:31","modified_gmt":"2021-01-23T05:20:31","slug":"anggapan-nggak-menyenangkan-yang-sering-dilontarkan-kepada-anak-guru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anggapan-nggak-menyenangkan-yang-sering-dilontarkan-kepada-anak-guru\/","title":{"rendered":"Anggapan Nggak Menyenangkan yang Sering Dilontarkan kepada Anak Guru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lahir di keluarga guru di mana bapak, ibu, dan kakak saya semuanya berprofesi sebagai tenaga pendidik. Saya sangat bersyukur dan bangga bisa lahir di keluarga ini karena menurut saya guru adalah profesi yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kurang diperhatikan pemerintah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sangat mulia. Berdasarkan pengamatan saya selama ini, blio-blio ini memang benar-benar mendedikasikan hidup mereka untuk bisa mendidik murid agar bisa menjadi \u201corang\u201d di masa depan walaupun harus mengorbankan waktu dan tenaga yang cukup besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, saya sebagai anak yang terlahir di keluarga guru pun merasa terbebani dengan anggapan-anggapan yang dimiliki orang. Anggapan tersebut tiba-tiba muncul begitu saja hanya karena satu alasan yang menurut saya nggak mashok yaitu seorang anak guru.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, saya dianggap memiliki kemampuan yang sama dengan apa yang diajarkan orang tua dan kakak saya. Bapak saya adalah guru fisika, ibu saya adalah guru olahraga, dan kakak saya adalah guru agama. Nah tu lengkap banget bukan? Banyak orang beranggapan saya, sebagai anak guru, harus mewarisi keahlian salah satu dari mereka, padahal nggak ada satu pun dari tiga bidang itu yang saya kuasai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang ada peribahasa \u201cbuah jatuh nggak jauh dari pohonnya\u201d, tetapi kan nggak semua orang bisa dipukul rata dengan peribahasa tersebut. Mungkin saja saya termasuk buah yang jatuh dan kebetulan menggelinding sampai ke sungai, kemudian hanyut terbawa arus hingga ke laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagipula, kalau saya mewarisi ketiganya juga bakal susah banget karena harus menguasai tiga bidang yang berseberangan walaupun tetep ada kemungkinannya juga sih untuk digabungkan. Satu bidang mengandalkan pikiran, satunya lagi mengandalkan kepercayaan hati, dan terakhir mengandalkan gerak tubuh.<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, saya sering dianggap akan meneruskan jejak keluarga saya yaitu menjadi guru. Saya memang benar-benar mengagumi seorang guru, juga anak guru, tetapi nggak selalu harus ikut-ikut juga kan? Saya juga memiliki minat di bidang lain yang tentunya saya lebih passionate di bidang tersebut. Apalagi sekarang saya berkuliah di jurusan yang arah tujuannya cukup jauh untuk menjadi seorang guru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan selalu ada orang yang bilang \u201cwah ini bapaknya udah guru fisika, ibunya guru olahraga, kakaknya guru agama, terus ini adiknya besok guru apa ya?\u201d Kemudian dilanjutkan dengan tawa. Ya memang niatnya bercanda, tapi saya pun jadi merasa nggak enak juga sama keluarga yang mungkin sedang bersama sama saya waktu itu. Rasanya kayak blio juga mengharapkan saya mengikuti jejak mereka walaupun sebenarnya orang tua saya membebaskan anaknya untuk memilih jalan hidupnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tolonglah basa basinya yang lain aja nggak usah bawa-bawa kelanjutan masa depan saya karena hati saya ikut bergejolak saat muncul pertanyaan itu. Saya pun juga bingung harus jawab apa karena jujur memang cita-cita saya nggak menjadi seorang guru bapak, ibu, mas, dan mbak terhormat yang menanyakan hal ini~<\/span><\/p>\n<p><b>Ketiga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, hidupnya mudah karena bisa mendapatkan bantuan dari keluarga saya saat mengerjakan suatu hal. Untuk yang satu ini saya cukup resah karena ini anggapan yang paling sering saya dapatkan. Dulu, ketika ada tugas fisika di SMA dan kebetulan saya sudah mengerjakan, banyak orang menyangka tugas milik saya dikerjakan oleh orang tua saya. Saya memang anak guru, tapi ya nggak terus minta tolong orang tua terus-terusan lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin untuk soal tertentu memang saya menanyakan caranya kepada bapak saya, tapi kan nggak selalu apa yang saya kerjakan mendapatkan bantuan dari orang tua, Bro!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya juga ngerjain sendiri karena saya memang bisa. Nggak semua hal juga kan saya nggak bisa kerjain sendiri sampai-sampai harus selalu dibantu sama keluarga saya. Lebih jancuk lagi kalau ada yang bilang \u201cah kamu mah enak bapaknya guru fisika\u201d. Kalau udah dibilang gitu saya cuma bisa senyum sambil dalam hati bilang \u201clha terus ngopo, Cok !\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus kalau saya bisa main futsal dan sholat dhuha karena kebetulan pas alim harus disangkut pautkan ke keluarga gitu? Saya kan juga bisa memutuskan semuanya sendiri walaupun nggak bisa dimungkiri ada darah olahraga yang mungkin mengalir dalam darah saya akibat ibu saya, tetapi saya tetep yang mempunyai wewenang untuk mau mengasah itu semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, keluarga memang punya peranan penting dalam mendidik dan membentuk pribadi saya yang sekarang, tetapi saya pun juga punya andil dalam memilih dan memutuskan mana menurut saya paling pas dengan diri saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang saya nggak ahli di satu bidang yang dimiliki keluarga saya nggak masalah kan? Atau saya yang nggak bercita-cita menjadi guru pun juga nggak ngaruh ke hidupmu! Saya pun juga bisa ngelakuin satu hal sendirian dan nggak selalu bertopang ke keluarga saya. Nggak semua hal yang saya lakukan harus sesuai dengan cocotmu!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ketika-kebijakan-p3k-membuat-sarjana-pendidikan-patah-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketika Kebijakan P3K Membuat Sarjana Pendidikan Patah Hati<\/a> atau<\/strong><strong>\u00a0tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-iqbal-habiburrohim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Iqbal Habiburrohim<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mentang-mentang saya anak guru, bukan berarti saya mewarisi atau harus mengikuti jejak mereka dan bisa seperti mereka.<\/p>\n","protected":false},"author":1167,"featured_media":47694,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10336,2094],"class_list":["post-101239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anak-guru","tag-guru"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101239"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101239\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}