{"id":101164,"date":"2021-01-15T12:49:40","date_gmt":"2021-01-15T05:49:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=101164"},"modified":"2021-01-15T13:19:36","modified_gmt":"2021-01-15T06:19:36","slug":"demon-slayer-corps-vs-pemburu-hantu-lativi-mana-yang-lebih-jago-dalam-mengusir-demit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/demon-slayer-corps-vs-pemburu-hantu-lativi-mana-yang-lebih-jago-dalam-mengusir-demit\/","title":{"rendered":"Demon Slayer Corps vs Pemburu Hantu Lativi: Mana yang Lebih Jago dalam Mengusir Demit?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengusir demit atau hantu itu adalah sarana yang paling unik di muka bumi. Masalahnya kalau demitnya meresahkan nggak masalah, tetapi kalau demitnya lagi santai duduk di pohon beringin, tau-tau di usir sama pemburu hantu kan nggak lucu. Mungkin demitnya bakal muntab, \u201cHeh bajingan, dari tadi aku cuma diem astaga!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anime pengusiran demit yang paling saya suka adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kekkaishi, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kedua adalah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kimetsu no Yaiba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya curiga, kalau Tanjiro sudah nggak masuk di Demon Slayer Corps, blio bakal bikin kanal YouTube dan bikin konten-konten aneh dengan tema pengusiran demit. Ya lihat saja kanal YouTube horor penuh dengan gimmick. Setan nggak ada harga dirinya di acara kek gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah kalau di Indonesia, ada Demon Slayer Corps dengan kapasitas yang lebih wahid dan mumpuni. Benar, nama tim pengusiran demit itu adalah Pemburu Hantu yang dulu disiarkan oleh Lativi yang sekarang menjadi stasiun televisi membuat berita bernama TV One. Nggak kalah wangun dari Demon Slayer Corps, Pemburu Hantu ini memiliki media unik dalam memburu demit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari dua tim tersebut, mana yang lebih efektif dalam mengusir demit ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akan mencoba membandingkan tim Pemburu Hantu dengan Demon Slayer Corps. Memang terkesan tidak berguna kali artikel ini, tapi serius, analisis kayak gini perlu agar kita nggak merasa inferior. Pemburu Hantu nggak kalah keren dengan Inosuke dan kawan-kawan, saya yakin Ufotable pasti milih bikin anime Pemburu Hantu kalau tau eksistensi mereka di dunia ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak perlu berlama-lama, mari kita bahas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, masalah tokoh utama. Maaf saja fanboy Tanjiro, dalam poin ini Ustad Sholeh Pati menang telak. Dengan gaya yang flamboyan, menengahi style dukun dan agamis dalam satu prejengan, Ustad Sholeh Pati bisa dibilang sangat keren pada jamannya\u2014mungkin juga sampai sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang Tanjiro juga keren, namun untuk urusan lebih eyecatching siapa di depan kamera, Ustadz Sholeh Pati menang telak daripada Tanjiro yang pakai model baju bawaan dari Demon Slayer Corps. Ini saran saja nih, besok-besok coba Tanjiro pakai baju hitam, penutup mata, lantas mengusir hantu. Saya yakin, nggak hanya keren, rating-nya juga akan bagus. Mbok tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, media penangkapan hantu. Demon Slayer Corps ini mengincar leher oni atau demit guna menghapus eksistensinya di dunia. Itu ribet banget. Apalagi Demon Slayer Corps ini kebanyakan masih bocah, nggak baik ah megang pedang seperti itu. Kata orang jaman dulu, pamali, nanti setan pada datang. Lha kan Demon Slayer Corps tujuannya mengusir demit, yang ada malah ngundang demit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang Pemburu Hantu Lativi lagi-lagi harus saya unggulkan dalam bagian kedua ini. Coba wes pikir, ketika Demon Slayer Corps gelut dengan demit, Ustaz Sholah Pati malah keluarin kanvas dan mulai memainkan. Gimana nggak keren media penangkapan hantu ala Pemburu Hantu Lativi ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demon Slayer Corps mengeluarkan tenaga, Pemburu Hantu Lativi mengeluarkan sisi estetika yang ngosak-ngasik. Begini lho, setelah Ustaz Sholeh Pati menggambar, lantas media botol menjadi pilihannya untuk menangkap hantu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pacar kamu ngetiknya estetik? Kenalin nih Ustad Sholeh Pati, yang estetik itu saat menangkap demit! Ini luar biasa sekali. Nggak ada penangkapan demit paling estetik seperti ini. Percayalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, dialektika kala menangkap demit. Tanjiro itu baik hatinya nggak ketulungan. Dia selalu mengajak para demit yang ia lawan dengan sebuah dialektika yang pada satu titik menyadarkan demit-demit itu. Demit tersebut akan mengingat masa lampau, dendam apa yang menyebabkan ia bertransformasi menjadi arwah yang nggatheli. Derai tangis terjadi berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah kalau Ustad Sholeh Pati pun kurang lebih sama, namun agak sedikit hardcore. Yakni kadang kesurupan, mengacungkan tangannya, membaca ayat-ayat suci, menyembur lawannya, hingga pada akhirnya demit-demit itu akan lemas, masuk dalam botol. Saya memberi nama, dialektika botol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialektika Tanjiro dan dialektika botol ini sejatinya sama-sama kuat, namun mohon maaf sebesar-besarnya, fanboy Kimetsu no Yaiba, Ustad Sholeh Pati kembali menjadi pemenangnya. Masalahnya demit di Indonesia ini kebanyakan ngeyel, nggak kayak demit Jepang yang wujudnya manusia dan enak diajak dialektika. Lha kalau Ustad Sholeh Pati itu berdialektika dengan macan, burung, dan sebangsanya je.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja semisal Tanjiro mengusir demit di Indonesia. Ketika Tanjiro menangis mengingat masa lalu demit yang sedang ia lawan, justru demitnya bingung karena dia adalah macan kumbang. \u201cAing maung!\u201d Kata si demit, Tanjiro malah nangis kejer-kejer karena nggak paham si demit ngomong apa. Pitikih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah, Tanjiro pasca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mugen Train<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mendingan ke Indonesia, berguru dulu sama Ustad Sholeh Pati. Tanjiro menutup mata, melukis demit, kerasukan, dan memasukan dalam botol. Ndilalah-nya, demit yang dimasukkan ke dalam botol itu adiknya sendiri, Kamado Nezuko.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kimetsu-no-yaiba-anime-paling-bagus-dari-segi-kualitas-animasinya\/\"><b>Kimetsu no Yaiba, Anime Paling Bagus dari Segi Kualitas Animasinya<\/b><\/a><b> dan tulisan <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\"><b>Gusti Aditya<\/b><\/a><b> lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i> ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b> <a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau diadu, jagoan mana perkara menangkap demit, Demon Slayer Corps atau Pemburu Hantu? Lebih jago Sholeh Pati atau Tanjiro Kamado?<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":76584,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8835,8242,8837,10147,8836],"class_list":["post-101164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-demon-slayer","tag-kimetsu-no-yaiba","tag-nezuko-kamado","tag-pemburu-hantu","tag-tanjiro-kamado"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101164"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101164\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}