{"id":10116,"date":"2019-08-15T09:00:06","date_gmt":"2019-08-15T02:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=10116"},"modified":"2022-02-04T13:27:29","modified_gmt":"2022-02-04T06:27:29","slug":"melihat-kegigihan-para-pejuang-giveaway-17-agustus-gigihnya-sampai-titik-kuota-penghabisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melihat-kegigihan-para-pejuang-giveaway-17-agustus-gigihnya-sampai-titik-kuota-penghabisan\/","title":{"rendered":"Melihat Kegigihan Para Pejuang Giveaway 17 Agustus, Gigihnya Sampai Titik Kuota Penghabisan"},"content":{"rendered":"<p>Dirgahayu RI. Beberapa waktu lagi, seluruh masyarakat tanah air merayakan hari kemerdekaan yang ke-74. Sudah seharusnya kita sebagai rakyat Indonesia, merayakannya dengan khidmat nan suka cita. Karena berkat <a href=\"https:\/\/tirto.id\/kisah-para-pejuang-kemerdekaan-yang-bernasib-suram-cE4m\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">para pejuang<\/a>, kita dapat terbebas dari belenggu penjajahan.<\/p>\n<p>Kita tentu masih dapat mengingat dengan jelas sejarah perjuangan mereka. Pembebasan rakyat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/dha\/ulasan\/pojokan\/betapa-enaknya-jadi-pribumi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pribumi<\/a> yang terjajah oleh para kolonial selama 3,5 abad lamanya ini mematri ingatan kita pada sebuah perjuangan heroik para pahlawan. Beberapa momentum bersejarah itulah yang menjadi sebab adanya hari peringatan 17 Agustus untuk menghormati jasa para pahlawan.<\/p>\n<p>Eh tapi, tulisan ini tidak berisi seputar perjuangan mereka. Dalam satu momen yang sama yaitu tanggal 17 Agustus namun di tahun yang berbeda, ternyata para pejuang itu masih ada lho, <em>gais!<\/em>\u00a0Kalau 17 Agustus 1945 para pejuang itu ya para pahlawan seperti yang banyak kita baca di berbagai buku sejarah bahkan dalam buku RPUL. Nah, kalau 17 Agustus 2019, kita juga dapat melihat para pejuang\u2014pejuang apa lagi kalau bukan pejuang <em>giveaway. hahaha<\/em><\/p>\n<p>Seperti yang kita tahu, momen 17 Agustus selalu ikut dimeriahkan oleh para pelaku bisnis kapital dengan memberikan banyak diskon dan promo <del>yang tentunya juga untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya<\/del>. Dan yang tidak boleh dilupakan juga dari kemeriahan 17 Agustus selain diskon, lampu Tumblr warna-warni dan bendera plastik yang dipasang jadi pernak-pernik kampung\u2014adalah <em>giveaway!<\/em><\/p>\n<p>Tagar IKUTANGIVEAWAY di momen 17 Agustus memang salah satu cara pelaku bisnis untuk menarik perhatian konsumen. Dengan cara itu juga, mereka juga dapat memanfaatkan para konsumen\u2014yang tertarik ikutan <em>giveaway<\/em>\u2014untuk mempromosikan produk mereka, sebagai salah satu syarat dan ketentuan ikutan <em>giveaway<\/em>. Rupanya, trik ini jitu juga. Pasalnya di tanggal 17 Agustus saya selalu melihat kegigihan para pejuang dadakan ini. Ya apalagi kalau bukan pejuang <em>giveaway<\/em>.<\/p>\n<p>Saat saya membuka <em>timeline<\/em> Instagram, saya disambut oleh perjuangan para pejuang <em>giveaway<\/em> ini. Dalam hati ini mbatin <em>tibak\u2019e followerku duwe bakat dadi pejuang<\/em>\u2014ternyata followerku punya bakat jadi pejuang. Gimana <em>ndak<\/em> gitu? <em>Wong<\/em> mereka pada <em>spam<\/em> poster <em>giveaway<\/em> di <em>timeline<\/em> saya\u2014<em>wqwqwq<\/em>. Bahkan beberapa ada juga yang ingin melibatkan saya dalam perjuangan dramatis ini dengan <i>mention <\/i>saya pada postingan akun penyelenggara.<\/p>\n<p>Itu masih di <em>timeline<\/em>. Ternyata saat saya melihat dunia Instastory saya yang biasanya dipenuhi wajah-wajah narsis dan ke-pansosan ala penghuni Instagram, poster-poster <em>giveaway<\/em> itu juga menghantui Instastory. Mulai dari produk makanan, baju, hijab, tas, sepatu, jam tangan, uang tunai, hingga iPhone XS Max pun jadi sanderaan akun penyelenggara untuk diperjuangkan para pejuang <em>giveaway<\/em> ini. Melihat kegigihan mereka, saya jadi geleng-geleng kepala.<\/p>\n<p>Jika syarat dan ketentuan untuk memenangkan <em>giveaway<\/em> adalah dengan memposting sebanyak-banyaknya poster <em>giveaway<\/em>, saya jadi khawatir perjuangan mereka berujung sia-sia. Ya gimana nggak sia-sia? Ternyata setelah banyak menghabiskan waktu buat posting poster di <em>timeline<\/em> Instagram dan mention sana-sini (dalam masa-masa krisis kuota), akhirnya mereka gugur alias kalah di medan pertempuran <em>timeline<\/em>. Tapi terus terang, saya salut sama mereka.<\/p>\n<p>Mereka seperti jadi replika pejuang tempo dulu yang gigih dan pantang menyerah. Bagaimana kalau kita juga mengenang kegigihan mereka dengan mengucapkan terima kasih. Karena berkat mereka, kita jadi tau banyak produk-produk <em>olshop<\/em> yang murmer. <em>hehe\u2014<\/em>Tenang, cuma <em>clickbait<\/em> mz dan mb. Jelas lah, para pejuang tahun 45 sama pejuang 2019 itu kontras sekali perbedaannya.<\/p>\n<p>Bedanya, mereka ini sedang memperjuangkan kebahagiaan dan ketentraman mereka pribadi, bukan memperjuangkan kebahagiaan rakyat.\u00a0Perjuangan para pejuang <em>giveaway<\/em> yang sering saya lihat pada momen 17 Agustus itu bisa berupa:<\/p>\n<p><strong>Pertama<\/strong>, <em>spam<\/em> poster <em>giveaway<\/em> dengan imbuhan #ikutangiveaway, #giveaway2019, #pastimenang, dan beberapa lainnya hashtag seperti yang temakhtum sebagai S&amp;K dalam poster <em>giveaway<\/em>. Biasanya perjuangan ini disertai dengan mengunggah poster pada Instastory. Perjuangan ini biasanya dilakukan untuk membebaskan hadiah sanderaan yang bernilai tinggi dari pihak penyelenggara, seperti iPhone X, iPhone XS, iPhone XS Max, atau Macbook.<\/p>\n<p><strong>Kedua<\/strong>, mention teman sebanyak-banyaknya dalam poster <em>giveaway<\/em> pada akun penyelenggara. Kenal nggak kenal, asal bisa <em>mention<\/em> akun <em>followenya<\/em> sebanyak mungkin. Bisa akun Instagram mbaknya, masnya, keponakannya, adiknya, bapaknya, ibunya, temennya, pacarnya, mantannya, selingkuhannya, dosennya, tetangganya. Semua deh pokoknya. Harus banyak yang diajak berjuang. Karena berjuang sendirian itu, sakit!<\/p>\n<p>Biasanya, hadiah <em>giveaway<\/em> ini berupa produk yang bernilai menengah ke bawah. Seperti baju, jam tangan, hijab, sepatu dan uang tunai sekian ratus ribu (biasanya sih mentok 200 ribu).<\/p>\n<p><strong>Ketiga<\/strong>, poster diunggah pada Instastory dan memention akun penyelenggara. Eits, tapi syarat dan ketentuan untuk memention teman sebanyak-banyaknya pada Instastory poster <em>giveaway<\/em> juga tidak boleh ketinggalan.<\/p>\n<p>Biasanya, hadiah <em>giveaway<\/em> ini berupa produk yang ekonomis alias kasta bawah. Produk itu bisa berupa cemilan, minuman, atau <em>voucher<\/em> potongan harga yang biasanya senilai puluhan ribu (umumnya sih 75 \u2013 50 ribu).<\/p>\n<p><strong>Keempat<\/strong>, para pejuang perlu melakukan bom ala teroris <em>like<\/em> pada postingan akun penyelenggara sebanyak-banyaknya. Hadiah yang dipertaruhkan untuk perjuangan ini berupa <em>merchandise<\/em> bertema Dirgahayu RI ke-74.<\/p>\n<p>Akhirnya, dengan melihat perjuangan teman-teman pejuang <em>giveaway<\/em> saya di Instagram, saya mulai terilhami. Kenapa harus beli barang diskonan (yang notabene masih bayar), kalau ada produk yang bisa didapatkan secara cuma-cuma lewat <em>giveaway<\/em>? Ternyata jadi pejuang <em>giveaway<\/em> itu cukup menggiurkan meskipun harus berjuang hingga titik kuota penghabisan. Karena tiada hasil tanpa usaha dan perjuangan kan, <em>sobatquue<\/em>?\u00a0(*)<\/p>\n<div>\n<div><\/div>\n<div><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>.<\/em><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasalnya, di tanggal 17 Agustus saya selalu melihat kegigihan para pejuang dadakan ini. Ya apalagi kalau bukan pejuang giveaway.<\/p>\n","protected":false},"author":208,"featured_media":10157,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[2273,2534,2571,2116],"class_list":["post-10116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-17-agustus","tag-dirgahayu-ri","tag-giveaway","tag-kemerdekaan-indonesia"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10116"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10116\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}