{"id":10046,"date":"2019-08-14T10:00:05","date_gmt":"2019-08-14T03:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=10046"},"modified":"2022-02-04T13:35:10","modified_gmt":"2022-02-04T06:35:10","slug":"second-account-jennie-blackpink-dan-sekelumit-alasan-manusia-membuat-akun-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/second-account-jennie-blackpink-dan-sekelumit-alasan-manusia-membuat-akun-kedua\/","title":{"rendered":"Second Account Jennie BLACKPINK dan Sekelumit Alasan Manusia Membuat Akun Kedua"},"content":{"rendered":"<p>Baru-baru ini, <em>fans<\/em> BLACKPINK diberi hadiah luar biasa oleh salah satu <em>member<\/em> BLACKPINK yaitu Jennie. Tahu BLACKPINK nggak sih? Itu lo yang muncul jadi <em>endorse<\/em> Shopee di iklan tv itu, yang nyanyi lagu du du du. Iya iya, yang viral sampe ditiruin anak-anak yang kencing aja belum lurus. Emak-emak juga pasti tahu. Nah, ngerti kan?<\/p>\n<p>Pada <em>anniversarry<\/em> BLACKPINK ke-3, Jennie ngasih hadiah spesial ke Blink\u2014sebutan fans BLACKPINK. Apa itu? Mbak Jennie ngasih tahu akun kedua Instagram dia, namanya <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/lesyeuxdenini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">lesyeuxdenini<\/a>. Kata mbaknya sih, dia buat akun kedua karena dia minat sama fotografi. Jadi, dia <em>ngepost<\/em> hasil jepretannya di akun kedua itu.<\/p>\n<p><em>Well<\/em>, membuat akun kedua bukan hal yang asing lagi dalam kehidupan bersosial media anak-anak millenial. Ngaku lu yang <a href=\"https:\/\/tirto.id\/mengapa-generasi-milenial-sulit-mengelola-keuangan-eeDV\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">anak millenial<\/a>, siapa yang buat akun kedua dan memakai akun itu buat <em>ngepoin<\/em> hal-hal yang kamu nggak pengin temanmu tahu. Atau cuma mau <em>ngepoin<\/em> si dia tanpa dia tahu. <em>wkwkwk<\/em><\/p>\n<p>Ya, termasuk saya juga yang membuat akun Instagram kedua dan <em>diprivate<\/em> pula. Eh, tetiba akun teman-teman hidup minta izin <em>follow<\/em> akun \u2018palsu\u2019 saya. Ya, tentu saya tolak dong. Maaf, akun itu tidak boleh diikuti orang-orang yang mengenal saya dalam kehidupan nyata. <em>hehe<\/em><\/p>\n<p>Ada lagi cerita teman hidup saya yang curhat mau bikin akun ketiga Twitter. Jadi ceritanya, dia punya akun pertama yang dia bangga-banggakan karena diikuti Pak Haidar Bagir. Saya yakin, pasti waktu itu ponselnya Pak Haidar Bagir lagi dipegang cucu beliau. Asal pencet-pencet dan dari sekian juta orang, dia beruntung <em>difollow<\/em> akun Pak Haidar Bagir.<\/p>\n<p>Atau, bisa jadi juga pas Pak Haidar Bagir lagi main Twitter kemudian ponselnya diletakkan di sampingnya. Tetiba ada lalat lewat, eh lihat Pak Haidar Bagir di depannya, dia <i>tawadhu&#8217;<\/i>\u00a0tuh, lalu terbang merendah. Karena terpesona dengan Pak Haidar Bagir, dia nggak sadar terbang terlalu rendah dan berakhir naas <em>jumpalikan<\/em> di ponsel Pak Haidar Bagir. Kena pencet <em>follow<\/em> akun teman saya deh.\u00a0Tetapi, saya akan sangat bersyukur sekali jika Pak Haidar Bagir dengan tulus dan niat benar-benar mengikuti akun teman saya itu. Saya langsung tumpengan deh.<\/p>\n<p>Sayangnya, akun pertama dia kena <em>banned<\/em> sama pihak Twitter. Hiks. Dia si nyangka mungkin karena dia <em>spam likes<\/em>, meskipun random, katanya. Jadi dikira robot deh sama Twitter. Dan dia nggak bisa memulihkan kembali karena nomor yang dia pakai buat daftar Twitter sudah nggak aktif.<\/p>\n<p>Akun kedua yang dia buat adalah akun normal dia. Normal dalam arti diikuti oleh kami, teman-teman <em>koplak<\/em>, belajar, <em>ghibah<\/em> sampai diskusi. Dia juga menjalani aktivitas kehidupan normal bersosial media. <em>Ngetag<\/em> akun teman ketika ada postingan menarik, mengomentari <em>tweet<\/em> teman, <em>ngelike<\/em> postingan Mojok, dan serangkaian aktivitas normal lainnya.<\/p>\n<p>Tapi, dia sepertinya menyadari \u2018akun normal\u2019 itu bukan gambaran keseluruhan tentang dirinya. Akhirnya dia curhat mau bikin akun ketiga yang mau dia fungsikan gegara dia suka yang aneh-aneh. Padahal saya juga tahu kalau dia suka yang aneh-aneh. Saya balas <em>chatnya<\/em> \u2018nanti, akun palsuku <em>follow<\/em> akun palsumu\u2019. Lalu dengan ganas dia menjawab, \u2018LALU BUAT APA GERANGAN AKU BUAT AKUN PALSU YG FOLLOOOWW ELOO EELOO LAGI HAH. BMBGGG. Perut saya terkocok seketika. <em>wkwkwk<\/em><\/p>\n<p>Yah, pada akhirnya kita menyadari, bermedia sosial adalah tentang wajah mana yang ingin kita tampilkan ke publik. Bukankah sering kali kita memilah-milah foto mana yang akan kita posting, apa <em>caption<\/em> yang akan kita tulis, siapa saja yang mau kita <em>follow<\/em>. Bahkan kekhawatiran tentang bagaimana pendapat orang lain melihat postingan kita. Sudah berapa <em>like<\/em> yang kita terima. Siapa saja yang berkomentar terhadap postingan kita.<br \/>\nSemua itu tidaklah menggambarkan secara utuh siapa diri kita sebenarnya. Bahkan secara tidak langsung, kita melukis gambaran diri kita yang bukan kita sebenarnya. Mencoba mendapatkan cinta dari orang lain dari bayangan diri yang kita buat\u2014<em>bullshit<\/em>. Mereka menyukai bayangan yang kita buat, bukan diri kita sebenarnya.<\/p>\n<p>Maka tidak salah perkataan, jika kamu ingin mengetahui bagaimana diriku sebenarnya, temui aku dalam kehidupan nyata, bukan akun media sosialku.\u00a0(*)<\/p>\n<div>\n<div><\/div>\n<div><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>.<\/em><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baru-baru ini, fans BLACKPINK diberi hadiah luar biasa oleh salah satu member BLACKPINK yaitu Jennie. Tahu BLACKPINK nggak sih?<\/p>\n","protected":false},"author":219,"featured_media":10048,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[2538,2537,507,2540,2539],"class_list":["post-10046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-blackpink","tag-jennie","tag-milenial","tag-second-account","tag-shopee"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/219"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}