{"id":100200,"date":"2021-01-18T05:59:13","date_gmt":"2021-01-17T22:59:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=100200"},"modified":"2021-01-18T05:35:41","modified_gmt":"2021-01-17T22:35:41","slug":"mempelajari-kembali-babasan-gara-gara-ikan-cupang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mempelajari-kembali-babasan-gara-gara-ikan-cupang\/","title":{"rendered":"Mempelajari Kembali Babasan Gara-gara Ikan Cupang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya unek-unek saya yang satu ini sudah lama sekali saya pendam sejak ayah memelihara beberapa ekor ikan cupang di rumah. Mungkin kalau mau dibilang beliau ini kolektor cupang. Ayah merawat ikan cupang bukan sekadar untuk hobi, tapi gaya hidup. Namun, cupang milik ayah itu banyak dan bikin pusing. Apalagi kalau sudah rebutan kamar mandi dengan cupang-cupang ayah. Hadeh, saya mending ngalah saja. Iya, saya sering mengalah dengan ikan cupang ayah saya kelar mandi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengin saya bilang ke ayah buat ganti jam mandi cupang-cupangnya. Entah jadi siang atau sore, intinya jangan di jam-jam kamar mandi jadi tempat yang genting. Namun, saya takut kena damprat ayah saya. Sebab, sepertinya status saya sebagai anak sudah bergeser kepada ikan cupangnya. Kondisi saya saat ini seperti babasan, ambek nyedek tanaga midek (sangat marah, tetapi tidak mampu melawan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, ibu saya juga merasakan masalah yang sama sebagaimana yang saya rasakan. Memang dasar ayah saya saja yang tingkat kepekaannya rendah, yang masuk perhatiannya hanya ikan cupangggggg terus. Tiap pagi sehabis mandi, ikan cupangnya langsung diberi makan cacing kecil. Kalau ayah saya makan, cupangnya ikut makan setelah ayah saya kelar makan. Begitu terus pemandangan di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah satu kejadian, saya nggak sengaja menyenggol toples berisi ikan cupang milik ayah ketika sedang makan. Eh, saya langsung didamprat habis-habisan dan diusir supaya makan di kamar. Untung saya sudah terbiasa dengan marahnya ayah saya. Namun, tetap saja, yang anakmu itu aku atau cupang, sih?!!!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar agak baiknya, dari bulan lalu ayah memutuskan untuk menjual beberapa ekor cupangnya. Pasalnya, cupang kesayangannya, si galaksi, mati akibat obesitas. Gimana nggak obesitas, dikasih makannya saja tiga kali sehari sudah kayak manusia. Namun, yang bikin saya ateul biwir (tidak tahan lagi ingin ikut bicara atau memarahi), ayah menjual sebagian cupangnya, tapi juga membeli lagi ikan cupang yang lain dan menerima lagi hibah cupang dari temannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, kejadian baru-baru ini, ayah menjual seekor-dua ekor cupangnya ke tetangga. Hal yang bikin saya kesal dan kepengin nyinyirin ayah sampai puas, ayah jual cupang-cupang itu dengan harga yang miring. Oke, mungkin saya memang nggak terlalu perhatian dalam dunia per-cupang-an dan segala tetek-bengeknya termasuk harga jual cupang tersebut. Akan tetapi, saya berani bilang itu harga kemurahan, melihat pengorbanan saya yang tiap subuh mengalah untuk ambil wudu demi ikan cupang!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, satu yang pasti, segala unek-unek ini akan terus saya pendam biar nggak seperti babasan ini, abong biwir teu diwengku, abong letah teu tulangan (berbicara seenaknya saja, berkata tidak mempertimbangkan baik-buruknya). Ya, namanya manusia, kelamaan memendam, sekalinya keluar pasti sedikit sekali mempertimbangan pilihan buat memfilter baik buruknya perkataan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, saya salut sama ayah karena keuletannya dalam merawat dan membesarkan ikan cupangnya. Saya menyaksikan sendiri bagaimana ikan cupang berukuran mini dan biasa saja, jadi besar dan cantik warnanya setelah diurus ayah. Seperti babasan ini, ari diarah supana, kudu dijaga catangna. Ari diarah supana, kudu dipiara catangna (jika menginginkan hasilnya, harus mau menjaga dan merawatnya).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah juga sebenarnya nggak betulan sendirian dalam mengurus cupang-cupangnya. Ada saya yang tiap Subuh mengorbankan sedikit waktu Subuh karena mengalah sama cupang, ada ibu dan adik saya yang siap siaga kalau disuruh mengganti air cacing untuk pakan si ikan cupang. Sebetulnya saya sendiri juga nggak mengerti maksudnya penggantian air cacing tiap tiga jam sekali ini untuk apa. Biar makanan ikan cupang higienis? Entahlah, hanya ayah yang tahu. Namun, adik saya ini boga garad (pamrih) tiap disuruh mengganti air cacing, alias dia selalu minta ongkos kerja. Hadeuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harapan saya hanya satu, semoga pandemi ini cepat berlalu agar saya bisa keluar rumah dengan alasan yang jelas. Lantas, mental saya akan menjadi lebih baik, ketimbang tiap Subuh harus rebutan kamar mandi dengan ikan cupang.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-saat-memelihara-ikan-cupang-bagi-seorang-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suka Duka Saat Memelihara Ikan Cupang bagi Seorang Pemula <\/a>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/delia-anjali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Delia Anjali<\/a>\u00a0lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Mojok<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sepertinya status saya sebagai anak sudah bergeser kepada ikan cupang miliknya. Kondisi saya saat ini seperti babasan, ambek nyedek tanaga midek.<\/p>\n","protected":false},"author":888,"featured_media":101861,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10248,9664],"class_list":["post-100200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-babasan","tag-ikan-cupang"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/888"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100200"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100200\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}