{"id":100043,"date":"2021-01-12T08:06:54","date_gmt":"2021-01-12T01:06:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=100043"},"modified":"2021-01-12T12:48:40","modified_gmt":"2021-01-12T05:48:40","slug":"analisis-kisah-cinta-terlarang-mas-karyo-dan-atun-si-doel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/analisis-kisah-cinta-terlarang-mas-karyo-dan-atun-si-doel\/","title":{"rendered":"Analisis Kisah Cinta Terlarang Mas Karyo dan Atun si Doel"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah bukan rahasia lagi kalau sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah tontonan terbaik sepanjang masa versi masyarakat Indonesia. Tanpa harus dibuktikan dengan penghargaan, pengakuan dari masyarakat pun sudah cukup saya rasa. Konflik yang apik serta chemistry antara pemain lainnya sudah seperti kehidupan yang sebetulnya. Dari sekian banyak konflik di sinetron tersebut poinnya adalah kisah cinta segitiga antara Kasdullah, Sarah, dan Zaenab. Sampai saya sadar ada satu kisah lagi yang luput dan patut untuk ditelisik. Siapa lagi kalau bukan kisah cinta terlarang antara Mas Karyo dan Atun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauh sebelum ada istilah \u201cpelakor\u201d, Atun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pemain lama yang sudah senior di dunia perpelakoran. Tentu di sisi lain, saya tidak menjustifikasi hanya Atun yang memulai kisah cinta terlarang ini. Ada kemungkinan Mas Karyo yang punya riwayat genit terhadap beberapa wanita, bisa jadi juga main serong ke Atun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya background kisah percintaan ini tidak diceritakan asal usulnya. Pada episode pertama, bumbu-bumbu cinta itu sudah muncul antara Mas Karyo dan Atun. Siapa yang memulai dan siapa yang menebar sampai film trilogi kisah cinta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selesai pun masih menjadi misteri. Kalau bicara kisah cinta antara Doel, Sarah, dan Zaenab kan jelas asal usulnya. Si Sarah jatuh cinta dengan Doel secara tidak sengaja karena ada proyek penulisan skripsi. Sedangkan Zaenab jatuh cinta dengan Doel karena perjodohan dari sejak kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa penasaran saya pun betul-betul tidak terbayarkan mengapa kisah cinta antara Atun dan Mas Karyo bisa terjadi. Masih dengan rasa penasaran saya, kembali saya cek video interview Rano Karno mengenai kisah perjalanan pembuatan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya lihat dan amati satu persatu. Namun, tidak ada yang secara eksplisit menjelaskan mengapa kisah cinta terlarang tersebut bisa terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya rasa penasaran yang sampai saat ini masih menghinggapi lubuk hati terdalam saya. Sebagai pecinta serial ini, saya akan menjelaskan beberapa argumen dan analisis saya tentang kisah cinta terlarang antara Atun dan Mas Karyo.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Kelakuan &#8220;liar&#8221; Mas Karyo<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti ini dikuatkan dari salah satu episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di YouTube berjudul, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haha Salah Mulu Dah Ah Simandra<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saat itu Atun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> betul-betul cemburu dengan Karyo karena ketahuan Atun selalu ngapelin si Nurjanah. Karyo yang ketahuan ngapelin cewek lain tentu saja langsung menerapkan protokol buaya darat saat ketahuan selingkuh. Mengelak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti tersebut adalah bukti yang tak terbantahkan lagi bahwa si Karyo itu betul-betul Don Juan yang menjaring cewek di mana-mana. Berkedok pengusaha batik sukses, padahal jualannya selalu macet karena pembayaran kredit yang selalu urung dibayar oleh para pembelinya. Belum lagi kadang sulit membayar kontrakan yang sempat buat Babe Sabeni uring-uringan karena Karyo selalu telat bayar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bisa mengerti jalan pikirannya si Mas Karyo ini, nekat betul dia. Padahal sudah menikah dan punya anak ya meskipun ternyata anaknya tersebut anak tiri, ditambah lagi mertuanya Pak Bendot yang kadang main ke kontrakannya. Meski Pak Bendot melihat si Karyo ini genit ke cewek-cewek, tapi dibiarkan begitu saja. Hebat betul, nih, Don Juan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti lainnya adalah saat istri Karyo bilang, kalau Karyo ini banyak gombalnya. Ngomongnya pinter tapi aslinya nol besar. Saya menduga, istri Karyo merasa kecewa menikah dengan Karyo karena tidak peduli dengan keluarga dan tidak pernah memberi uang nafkah. Sampai-sampai ia ditantang untuk bercerai dengan istrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan reputasi sebagai buaya, mungkin hal itulah yang membuat Atun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">si Doel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terpikat. Meskipun beberapa kali si Atun dikecewakan oleh kelakukan Karyo, ya namanya sudah jatuh terjerembab buaya, hati Atun pun tak berpaling. Ia tidak memerdulikan meskipun Mas Karyo sudah punya istri dan anak di kampung halamannya. Dugaan ini semakin memperkuat saya bahwa Karyo adalah biang dari semua kisah cinta terlarang ini. Mungkin kalau Karyo tidak memulai, Atun pun mungkin tidak akan terpikat.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Atun (mungkin) anggap dirinya susah dapat jodoh<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegelisahan ini diawali ketika Babe Sabeni yang mengkhawatirkan Atun sulit dapat jodoh. Dugaan saya, Atun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">si Doel <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di season 1 itu kira-kira berumur 17 atau 18 tahun. Artinya, usia Atun saat itu adalah usia yang cukup untuk menikah bagi tradisi orang Betawi kampung. Ditambah lagi, kawan-kawan Atun pun banyak anak-anak di bawah umur. Hal ini dibuktikan dengan seringnya Atun diajak main layangan oleh kawan sebayanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin atas dasar kegelisahan tersebut, Atun mulai sadar dan berubah sedikit demi sedikit. Salah satunya adalah berkarier sebagai entrepreneur di dunia kecantikan, yaitu keinginan membuka salon sendiri. Selain itu, mungkin Atun menganggap dengan kondisinya tersebut bakal sulit untuk mendapatkan jodoh. Oleh karena itu, akhirnya ia membuka hati pada si Mas Karyo yang buaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadilah kisah cinta itu, sedikit demi sedikit go public. Sampai akhirnya, Atun membuka niat untuk menikah dengan Mas Karyo setelah perceraian dan urusannya dengan mantan istrinya betul-betul selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Atun sadar, bisa jadi gara-gara kisah cintanya dengan Karyo berujung pada kerusakan rumah tangga Karyo. Namun, apa dikata, cinta memang membuat buta hati masing-masing. Bahkan Atun pun masih sempat-sempatnya cemburu saat tahu istri Karyo main ke kontrakan dan ada rencana untuk tinggal lama di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dugaan sebelumnya saya mengira Mas Karyo yang membuka jalan kisah cinta terlarang ini. Akan tetapi, kali ini saya juga dibuat bingung dengan kelakuan Atun yang \u201cmerebut\u201d suami orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, mau bagaimanapun, toh pada akhirnya Atun dan Mas Karyo menikah juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JADI SIAPA DONG YANG MEMULAI DULUAN???!!!<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-perlu-jadi-sempurna-kayak-si-doel-mirip-atun-nggak-kalah-bikin-bangga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Tidak Perlu Jadi Sempurna kayak Si Doel, Mirip Atun Nggak Kalah Bikin Bangga<\/strong> <\/a><b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-abdul-rahman\/\"><b>Muhammad Abdul Rahman<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.\u00a0<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasa penasaran saya pun betul-betul tidak terbayarkan mengapa kisah cinta antara Mas Karyo dan Atun si Doel bisa terjadi.<\/p>\n","protected":false},"author":746,"featured_media":100503,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[8933,10080,5018],"class_list":["post-100043","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-atun","tag-mas-karyo","tag-si-doel"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/746"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100043"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100043\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}