Terminal Mojok – Sedikit Nakal Banyak Akal

TERBARU


Artikel

Ayam Geprek Sambal Matah, Varian Kuliner yang Sering Bikin Salah Paham

Avatar

Saya sering menemui pembuat ayam geprek yang niatnya memperbanyak varian, tapi malah jadi cringe menurut saya.

Artikel

Mentang-mentang Saya Keturunan Tionghoa, Bukan Berarti Saya Bisa Bahasa Cina

Avatar

Benar, saya keturunan Tionghoa. Tapi, bukan berarti saya bisa bahasa Cina.

Artikel

Story WhatsApp, Cara Menyampaikan Rindu Kala Gengsi

Avatar

Kalian malu dan gengsi pas mau bilang kalau rindu? Coba pake story WhatsApp.

Artikel

Liverpool Konsisten Imbang, Manchester United Meninggi, dan Manchester City yang Perlahan tapi Party

Seto Wicaksono

Liverpool dan Manchester United saling sikut di puncak. Di belakangnya, perlahan tapi party, Manchester City mengintai.

Artikel

Orang Sunda Itu Pemalas? Pitnah!

Raden Muhammad Wisnu

Kata seorang teman, orang Sunda itu tidak dapat diandalkan, lelet, dan tidak disiplin. Eh, kata siapa? Buktinya saya tidak seperti itu~

Artikel

Punya Nama Lengkap Hanya Satu Kata Ternyata Merepotkan

Budi Prathama

Punya nama lengkap hanya satu kata saja ternyata merepotkan. Kebayang kan susahnya isi data tiap daftar akun medsos. Sering dijadikan lelucon pula.

Artikel

Metamorfosis Bubur Ayam, Dulu Murah Sekarang Mewah

Avatar

Bubur ayam dulu biasa dijumpai di kisaran harga Rp 5 ribuan. Namun, bubur ayam yang dulu murah kini menjadi mewah dengan berbagai variasi.

Artikel

Driver Ojek Online Curhat Pernah Dicaci Maki Customer

Avatar

Seorang driver ojek online bercerita pada saya bahwa beliau pernah mendapat komplain dari customer lantaran sepeda motornya jelek.

Artikel

Satu-satunya Cara Menghentikan Kerusakan Lingkungan Adalah Dijadikan Tempat Angker

Avatar

Orang-orang takut merusak tempat angker, tapi kalau merusak lingkungan yang nggak dianggap angker mereka berani. Krezi memang.

Artikel

Bisa-bisanya Erupsi Merapi Diromantisasi, Sopankah Begitu?

Prabu Yudianto

Setelah kehabisan sudut kota untuk diromantisasi di Jogja, akun-akun romantisasi mulai melirik guguran lava erupsi Merapi. Sopankah begitu?