Rekomendasi Tempat untuk Menikmati Kesedihan di Jogja bagi Kaum Ndlosor – Terminal Mojok

Rekomendasi Tempat untuk Menikmati Kesedihan di Jogja bagi Kaum Ndlosor

Artikel

Akhir-akhir ini saya dihujani berbagai sumber kesedihan yang teramat sampai saya bingung harus menangisi yang mana. Saking bingungnya, saya sampai mencatat satu per satu, hal apa saja yang mengundang kemelut dalam hidup saya.

Kalau kata banyak orang, kesedihan itu adalah salah satu emosi yang dimiliki oleh manusia yang nggak bisa ditolak pula kehadirannya. Meskipun kalian punya orang dalam yang berpengaruh besar dalam menggerakkan massa, kalian tetap nggak akan bisa membuat kesedihan itu di-skip atau dipenjarakan seumur hidup.

Masalahnya adalah bagaimana agar kesedihan itu nggak terasa menyiksa? Karena yang namanya sedih tentu saja tetap diawali oleh s—sialannn—dan diakhiri dengan h—hadeeeh.

Tiap orang punya caranya sendiri untuk mengatasi kesedihan agar nggak terlalu menyiksa. Ada yang traveling, muterin Ring Road sambil nangis, menulis, bernyanyi, mendengarkan musik, staycation, belajar, bermain tic tac toe, minum cokelat panas, bermain puzzle, mencari tujuh bola ajaib Dragon Ball, menanam padi, dan lain sebagainya.

Cara-cara tersebut rata-rata pernah saya lakukan. Tapi, kali ini saya mau membagikan pada kalian semua tempat yang biasa saya kunjungi saat bersedih selain kamar sendiri. Karena saya paham bahwa nggak semua orang punya kamar yang bisa digunakan untuk menikmati kesedihan.

Siapa tahu tempat-tempat di bawah ini bisa menjadi rekomendasi bagi kalian untuk menikmati kesedihan jika kalian termasuk dalam kaum ndlosor seperti saya.

#1 Alun-alun Kidul

Saya sarankan pada kalian untuk datang ke tempat ramai saat sedang dilanda kesedihan seperti Alkid untuk mencegah diri kalian sendiri melakukan hal-hal tulul yang membahayakan diri sendiri.

Baca Juga:  Berapa sih Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja?

Saya tahu, mungkin ini akan terlihat tambah menyedihkan karena duduk sendirian di tengah rerumputan Alkid sambil mendengarkan lagu-lagu yang mendayu-dayu. Tapi, kan, poinnya memang itu, untuk menikmati kesedihan sampai lupa kalau lagi sedih.

Lagi pula, nggak ada yang salah, kok, dengan duduk di tengah-tengah rumput Alkid. Kalau mau punya PW alias posisi wenak, bisa juga sambil tiduran memandang angkasa.

Oh iya, kalau bisa jangan lupa untuk sangu air minum sendiri dan jangan jajan! Biar irit, Mylov. Jadi, tinggal bayar parkir motor saja Rp3 ribu.

#2 Embung Tambak Boyo

Sekali lagi, saya sangat menyarankan kalian untuk menepi dan menikmati kesedihan di tempat yang ramai untuk menghindari hal-hal yang nggak diinginkan. Selain Alkid, saya merekomendasikan Tambak Boyo sebagai tempat menikmati sedih yang ramai karena ada pepatah mengatakan, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”.

Betul sekali, jika ingin menikmati kesedihan di Tambak Boyo, sekalian saja jogging. Lumayan, kan, menikmati kesedihan dan melepasnya perlahan sambil berlari mengitari Embung Tambak Boyo.

Saya sarankan kalau mau menggalau di Tambak Boyo, pakai outfit jogging. Kalau nggak, ya outfit santai yang bisa digunakan untuk berlari mengitari Tambak Boyo. Tak lelah saya mengingatkan untuk sangu mimik sendiri, biar irit! Karena menikmati kesedihan sambil jogging di Tambak Boyo kalau kalian nggak jajan, cuma menghabiskan sebanyak Rp2 ribu untuk parkir motor.

Baca Juga:  Jogja dan Thailand Itu Sama-sama Monarki, tapi Rakyat Jogja Nggak Suka Demo

#3 Embung Matras

Saya beberapa kali datang ke Embung Matras ketika merasa sedih. Sendirian. Ini juga salah satu tempat favorit yang saya bagikan kepada kalian sebab nggak perlu mengeluarkan uang di sini, termasuk uang parkir sekalipun.

Kecuali kalian mau jajan, ada satu angkringan di situ. Atau sekalian beli pakan ikan untuk kasih makan ikan-ikan di sini sambil mencelupkan kaki biar ditotol sama ikan-ikan terapi. Kalau nggak salah, satu gelas plastik pakan ikan dihargai Rp5 ribu. Ini kalau nggak salah ingat, yha. Soalnya saya nggak pernah beli pakan ikannya. Saya niatnya mau menggalau, bukan kasih makan ikan.

Yak, itulah alasan saya menyebutkan Embung Matras sebagai tempat yang bisa digunakan untuk menikmati kesedihan selain karena nggak perlu mengeluarkan uang.

Sedihlah, menangislah, dan celupkanlah kaki kalian ke dalam air. Niscaya, kalian akan menikmati kesedihan sambil tertawa-tawa karena kaki ditotol sama ikan terapi. Ini berlaku buat kalian yang termasuk orang yang gampang geli, sich, yach~

#4 Angkringan

Tempat ikonik di Jogja yang selalu diromantisisasi oleh para netizen ini juga bisa dijadikan tempat ngegalau versi kaum ndlosor, sambil mendengarkan lagu galau tentunya. Asalkan kalian memilih dengan tepat angkringan dengan nuansa tenang nan sepi dan memiliki harga menu terjangkau. Jika kepepet harus mendatangi angkringan yang ramai dengan harga yang lumayan, saran saya pesan segelas susu jahe panas saja. Ngemilnya satu bungkus kacang. Dengan begitu, kalian cuma perlu merogoh kocek maksimal Rp10 ribu. Belum sama parkir, sih~

Baca Juga:  Curhatan Seorang Sarjana yang Melamar dan Bekerja Sebagai Driver Ojol

Kenapa saya menyebutkan angkringan sebagai tempat yang mampu digunakan untuk menikmati kesedihan? Nggak ada alasan tertentu, sih. Pengin saja. Soalnya saya biasa nangkring di angkringan di deket rumah saya sambil minum susu jahe dan mam kacang rebus saat saya sedang merasa sedih.

Lumayan, kepala yang tadinya berat rasanya jadi kemepyar setelah minum susu jahe panas. Lagian saya tadi, kan, bilangnya mau membagikan tempat yang biasa saya kunjungi saat sedih. Heu~

Meski pada akhirnya kita akan menyadari bahwa kesedihan yang berasal dari problem tiap manusia itu memang kompleks sekali. Paling nggak, kita belajar untuk menikmati dan berdamai dengan kesedihan yang kita alami, ya walau dengan perlahan-lahan. Yok, bisa yok!

BACA JUGA Alasan Saya Nggak Pernah Jadi Bagian Mahasiswa yang Ngerjain Skripsi di McD dan tulisan Leony Sherena Melati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.