Rekomendasi Tempat Makan Murah tur Enak dan Wajib Dicobain Maba UIN Jogja – Terminal Mojok

Rekomendasi Tempat Makan Murah tur Enak dan Wajib Dicobain Maba UIN Jogja

Artikel

Nggak terasa pendaftaran untuk calon mahasiswa baru sudah akan segera berakhir dan berujung pada proses orientasi mahasiswa. Nggak terasa juga para mahasiswa angkatan 2016 ke atas sudah menjalani masa perkuliahan online yang katanya nggak mudah dan sungguh sangat membosankan. Menurut Mendikbud Nadiem Makarim, sekolah tatap muka akan fix dilangsungkan pada bulan Juli ini. Ya, entah akan terealisasi atau nggak, kita lihat saja.

Jika memang benar akan diberlangsungkan sekolah atau kuliah tatap muka, tentu mahasiswa banyak yang berasal dari luar wilayah. Teruntuk calon mahasiswa baru UIN Jogja, sebagai alumnus UIN angkatan Corona, saya akan rekomendasikan tempat makan yang cocok untuk perut dan kantong klean semua. Yuk, disimak~

#1 Warung ibu murah dekat Seblak Boom Sapen

Saya menyebutnya warung makan ibu murah. Sudah langganan sejak baru masuk UIN Jogja karena nasinya banyak dan lumayan enak. Sangat worth it untuk mahasiswa BidikMisi, wqwqwq. Canda Bidikmisi. Menu yang jadi andalan dan murah adalah nasi sayur telur. Harganya cuma Rp 6.000. Nasinya banyak, sayurnya enak, dan telur dadarnya juga gede, Bund.

Biasanya kalau jam 12 ke atas, makanan di sana sudah habis, loh. Jadi, memang saat jam makan siang itu selalu penuh dan antrene puolll. Kalau mau makan di warung ini, bisa buat sarapan pagi atau jam 10-an. Biar nggak ngantre dan bisa sekalian brunch juga, kan.

Baca Juga:  Selamat Hari Tani Nasional!

Tempat makannya memang sangat sederhana dan minimalis. Menggunakan AC alami dan lebih baik kalau mengantre, bisa pesan take away saja. Karena kalau dine in, bisa-bisa nggak nyaman juga karena Corona begini, kan.

#2 Warung makan di belakang Hotel Ibis

Saya nggak tahu apa nama warung makannya. Tapi sekarang ini, saya sering sekali makan di situ. Info awalnya saya diajak teman, katanya ada tempat makan enak dan murah di belakang Hotel Ibis. Memang warung makannya sudah menjadi langganan mas-mas dan mbak-mbak karyawan sekitar situ. Kalau jam makan siang bisa ramai dan penuh sekali. Tempatnya masih sederhana dan juga menggunakan AC alami. Ada tempat cuci tangan dan untuk sistem makannya kita ambil sendiri, prasmanan gitu.

Kalau soal rasa, di sini nggak seperti rasa khas Jogja yang cenderung manis, kayak saya. Sambal di sini yang menjadi sesuatu yang sangat ditunggu. Ada banyak varian lauk yang serba goreng, seperti ayam, lele, ikan kembung, udang, dan terong. Kalau sayur yang biasa disajikan ada sayur asem, sayur bayam, urap, dan kering tempe. Tak lupa telur dadar yang selalu menjadi favorit saya. Menu yang sering saya makan setiap harinya adalah nasi sayur urap ditambah telur dadar dan terong tepung goreng, nggak ketinggalan sambal yang jadi primadona dan selalu ditunggu-tunggu.

Baca Juga:  Perhatikan 5 Hal Ini Kalau Nggak Mau Ditolak Responden Penelitian

Disclaimer, kalau mau nambah sayur saat di tengah menyantap sajiannya dan kehabisan sayur, bisa langsung refill saja karena harga tetap sama. Biasanya juga kalau sambalnya habis, orang-orang rela menunggu bapaknya mengulek dulu, baru bisa menyantap makannya dengan tenang dan kenyang.

#3 Warung Makan Gapura Sapen

Warung makan ini yang punya orang Cirebon. Masakannya beraneka macam dan nggak memiliki rasa yang cenderung manis seperti kebanyakan warung makan di Jogja. Harga makanan yang dijual pun tidak begitu mahal, nasi sayur sekitar Rp 5.000–Rp 7.000. Kalau pakai lauk ayam, hanya Rp 10.000 untuk menu ayam gepreknya.

Sayup-sayup terdengar bahasa Jawa Cerbonan yang kadang dilontarkan bapak pemilik warungnya. Ya, saya sebagai orang Cirebon aseli kan jadi berasa seperti makan di Cirebon. Adanya sambal terasi juga semakin menambah nuansa ke-Cirebon-an yang khas.

#4 Kremesan baratnya Masjid Ash Shiddiqi

Berada pas di belakang masjid Ash Shiddiqi Sapen. Saya biasa pesan nasi kepala, harganya Rp 6.000 saja. Isinya ada nasi, lalapan, sambel dan tentun ada kepala ayam plus kremesannya. Lumayan banyak, jadi bisa buat lauk tambahan dan penambah gurih rasa. Menunya sendiri, ada ayam, ati ampela, usus, lele, kepala ayam, dan tahu juga tempe.

Untuk mahasiswa, tentu warung pecel lele ini bisa jadi pilihan untuk makan sehari 2 kali. Karena untuk sekali makan dengan (((kepala))) ayam hanya perlu mengeluarkan Rp 6.000. Makan sore bisa dibungkus dengan menu berbeda yang mengandung protein seperti tahu dan tempe kremes.

Baca Juga:  3 Pandangan Umum yang Keliru tentang Jurusan Sastra Inggris

Nah, itulah beberapa daftar rekomendasi warung makan enak dan murah yang wajib dicoba para maba UIN Jogja nantinya. Jangan lupa jaga jarak juga kalau makan di warung-warung tadi, ya. Ingat, masih suasana Corona~

BACA JUGA Hal-hal yang Dirindukan dari Warung Makan Zaman Dulu dan tulisan Nurul Fauziyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.