OTT Kepala Daerah Dibilang Biasa Saja, Eh Pak Mendagri, Apresiasi dong Kerja KPK!

Cibiran Mendagri ini jadi bukti tambahan, bahwa para politisi dan pemerintah memang sulit memberi dukungan total pada KPK untuk memberantas korupsi.

Featured

Saleh Abdullah

Di hadapan Komisi I DPD, 18 November 2019, Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa OTT kepala daerah yang dilakukan KPK bukanlah suatu prestasi yang hebat. “OTT kepala daerah yang selama ini bukan sesuatu hal yang luar biasa, bukan prestasi hebat,” ujar Tito.

Menurut Tito, karena sistem politik Indonesia memakan biaya politik tinggi, membuka peluang kepala daerah melakukan korupsi. Maka, lanjutnya, mudah sekali menarget kepala daerah yang melakukan korupsi.

Ongkos tinggi itu, kata Tito, membuat para kepala daerah, setelah terpilih, cari uang agar balik modal. Ya, tinggal gunakan teknik-teknik intelijen, investigasi, sangat mudah. Jadi di mata Tito, OTT kepala daerah bukan prestasi yang hebat.

SeFerguso itukah komentar anda, pak Menteri?

Pernyataan Tito Karnavian itu menguak kecurigaan yang selama ini berkembang di masyarakat.

Pertama, masyarakat mendapat konfirmasi, bahwa pemerintah dan legislatif tidak benar-benar serius membenahi sistem elektoral, yang memang dengan mudah bisa menjerumuskan para politisi untuk ngembat uang rakyat.

Kalau sudah begini, kalian masih menyalahkan mereka yang Golput juga, kah? Hargailah anugrah Tuhan untuk menggunakan akal dan pikiran.

Kedua, cibiran Mendagri ini juga jadi bukti tambahan, bahwa para politisi dan pemerintah memang sulit memberi dukungan total pada KPK untuk memberantas korupsi.

Lha, gimana mau dukung? Usaha penting dan efektif KPK menangkapi para maling kerah putih itu saja, bukannya dapat apresiasi, malah mendapat cibiran.

Pak Mendagri ini, kan, mantan aparat penegak hukum. Dulu waktu masih jadi aparat, anak buah nangkep maling strikaan aja, pastilah diapresiasi. Apalagi pekerjaan memberantas kejahatan itu bukan perkara mudah dan tanpa risiko. Ini yang diOTT itu pemimpin daerah lho, pak. Kategorinya Big Fish itu. Setidaknya untuk daerahnya.

Baca Juga:  Aksi Mahasiswa Belum Selesai, Tergantung Sebebal Apa DPR dan Pemerintah

Dan yang paling penting, pekerjaan memberantas kejahatan dan penegakan hukum, adalah pekerjaan terpuji dan sangat diharapkan masyarakat. Karena itu sangat pada kiblatnya untuk diberi apresiasi.

KPK itu, kan, institusi negara. Mendagri juga. Lha, kalau antar institusi tidak saling apresiasi dan saling dukung kerja-kerjanya, bisa-bisa masyarakat curiga: ini kok jadi pada kayak amuba, saling membelah diri sendiri?

Hidup akan lebih indah dan samawa bila dipenuhi dengan respek, apresiasi, dan pikiran positip. Sebaliknya akan pengap dan menjengkelkan bila dipenuhi pikiran dan omongan sinis, negatif, penuh cibiran, apalagi sesat pikir dan rasa.

BACA JUGA Bung Jokowi, Saya Sangat Meragukan Komitmen Situ Tentang Demokrasi atau tulisan Saleh Abdullah lainnya. Follow Facebook  Saleh Abdullah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
394 kali dilihat

6

Komentar

Comments are closed.