Jokowi Pasti Bingung Kalau Ngerti Asal-Usul Kata “Kabinet” yang Gelap dan Penuh Rahasia

Kata kabinet semula berasa dari pengertian “secret storehouse” dan “treasure chamber” lalu menjadi “cavea” yang artinya kandang atau sarang binatang.

Artikel

Saleh Abdullah

“The roots of language are irrational and of a magical nature.” (Jorge Luis Borges)

Presiden dan Wapres sudah dilantik dan aman-aman saja. Jadi bohong dan mengada-ada, kalo ada yang bilang pelantikan itu akan disabotase.

Saat ini kedua pemimpin negara mungkin sedang puyeng menghadapi sejumlah lobby dan tekanan, yang tak kunjung kendor, dalam menyusun Kabinet. Silaturahmi tambah kencang. Hape-hape on fire terus dengan semua power bank nempel tidak jauh-jauh.

Betewe, di luar semua tarik-ulur itu, tahukah para cebong dan kampret akar kata “kabinet?”. Mari, dengan hati, pikiran, dan jari-jari yang tenang kita lihat uraian Douglas Harper berikut.

Kata cabinet, diduga kuat (pada tahun 1540-an) bersumber dari pengertian “secret storehouse” (ruangan atau gudang rahasia untuk menyimpan barang-barang yang mau dijual). Juga diduga berasal dari “treasure chamber” (ruangan khusus, yang tidak sembarang orang bisa mengakses, tempat menyimpan harta pusaka).

Masih menurut Harper, ada sumber lain mengatakan, kata “cabinet” bersumber dari masa tengah Perancis, sekira abad 16-an, di mana “cabinet” berarti “small room”, yang mungkin juga berasal dari kata “cabane” di masa Perancis kuno (900-1400).

Pada masa Perancis kuno (Old French) itu, dikatakan, merupakan masa di mana lebih 90% bahasa yang digunakan berasal dari bahasa Latin vulgar. Pada masa itu, kata “cabane” sangat mungkin dipengaruhi kata Italia “gabbinetto” (gabbia), yang muasalnya dari kata Latin “cavea,” yang berarti “kandang atau sarang binatang, atau rumah-rumahan di halaman luar yang dibuat untuk anak-anak bermain.” Kata “cavea” ini yang merupakan muasal kata “cave” (goa) dalam bahasa Inggris.

Bisa dibayangkan bagaimana evolusi kata “cabinet” melewati abad-abad gelap. Di mana sedikitnya tiga Lingua Franca saling menjembatani dan menghubungkan discourse dalam kata “cabinet.”

Baca Juga:  Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif

Untunglah pada sekira tahun 1640-an, unsur “kegelapan” dan “kebinatangan” perlahan lenyap (kalau mau bilang diperhalus juga boleh), lalu jadilah kata “cabinet” bermakna “private room where advisors meet”. Dan kita pun menerima kata “kabinet” pada setiap masa pemerintahan baru. Perkara apakah kemudian kata itu menghapus sama sekali watak “gelap (serba rahasia)” dan “kebinatangan” para penghuni sebuah gerbong kabinet pemerintahan di negara ini, silahkan anda periksa sendiri, nanti.

Daun, ranting, dan cabang bisa tumbuh liar ke banyak arah. Tapi mereka punya akar yang sama.

BACA JUGA Masuknya Prabowo ke Kabinet dan Perkiraan Golput yang Akhirnya Terbukti atau tulisan Saleh Abdullah lainnya. Follow Facebook  Saleh Abdullah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
5

Komentar

Comments are closed.