Cerita Mop dan Perkara Bahasa yang Bisa Berkembang Secara Ajaib – Terminal Mojok

Cerita Mop dan Perkara Bahasa yang Bisa Berkembang Secara Ajaib

Artikel

Saleh Abdullah

The roots of language are irrational and of a magical nature.
Jorge Luis Borges, dalam prolog El otro, el mismo

Douglas Harper, dalam kamus etimologi yang ia buat, membuat pengantar dengan menjabarkan apa yang dikatakan Jorge Luis Borges di atas. Bahwa etimologi sebuah kata bukanlah definisi kata itu sendiri. Etimologi hanya menjelaskan apa arti kata-kata yang kita pakai saat ini, pada ratusan atau ribuan tahun lalu. Bahwa kamus etimologi yang dibuatnya hanyalah catatan sejarah kata-kata, bukan kumpulan gagasan tentang kata-kata yang didefinisikan secara kaku dan penggunaannya harus sesuai definisinya.

Karena, masih menurut Harper, orang akan terus menggunakan kata-kata seenak mereka mau dari masa ke masa, dengan memperluas makna dari pengertian yang lama, sambil menandakan pengertian yang baru untuk menyesuaikan dengan situasi-situasi barunya. Bahwa sebuah kata yang sama pada masa lalu dan sekarang, saat ini bisa saja menggantikan pengertian yang lama. Bahkan obyek dan dan konsep barunya pun bisa sama sekali berbeda.

Coba bayangkan bagaimana pengertian omnibus pada masa kata itu pertama kali digunakan. Pada kurun tahun 1829, kata itu berarti ‘kendaraan publik yang besar, beroda empat, untuk mengangkut banyak penumpang’. Lalu sekarang ini, ia berarti hukum sapu jagad yang akan membabat sejumlah aturan, sim salabim jadilah omnibus law. Sebuah aturan yang akan dipaksakan mejadi regulasi, pada masa menakutkan dan penuh bahaya penyakit saat ini.

Lalu kata cabinet. Kata ini ditemukan pertama kali pada 1540-an, yang etimologinya berarti ‘rumah atau tempat rahasia untuk menyimpan sesuatu yang berharga’. Berasal dari kata Latin cavea yang berarti, di antaranya, ‘kandang binatang atau tempat di mana binatang tinggal/bersembunyi’. Dari sanalah juga berkembang kata cave (gua) dalam bahasa Inggris. Kata ini yang saat ini digunakan di dalam pemerintahan, kabinet. Apakah kata dan pengertian kabinet sekarang itu sama dengan pengertian etimologisnya, yaitu tempat segala kerahasiaan disimpan, atau tempat para binatang berkumpul? Antum jawab sendiri, lah.

Catatan di atas hanya untuk mengantarkan beberapa cerita mop berikut ini, di mana bahasa bisa saja digunakan semau orang yang menggunakan sesuai konteks kepentingannya.

Cerita mop #1 Apa beda bunga dan kembang?

Beberapa tahun lalu, pace dari Papua berada di kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Berniat untuk kembali ke hotel di mana ia tinggal, ia memanggil seorang tukang becak.

“Bapa Becak, tolong antar saya ke hotel di Pasar Bunga, ya.”

Tukang becak segera menebak bahwa itu tidak jauh, karena memang di kawasan Kotabaru ada daerah para penjual bunga. Sampai di kawasan itu tukang becak bertanya: “Di mana hotelnya, Pak?”

“Lho? Kok, di sini? Bukan di sini Bapa Becak. Hotel saya itu yang ada di muka stasiun kereta itu.”
“Owalah… itu di Pasar Kembang, Pak Papua. Sarkem, bukan pasar bunga….”
“Eh, apa beda bunga dan kembang, Pak?”
“Haish… sudah. Naik lagi saja, saya antar. Nanti minta ke Malioboro, minta diantar ke pabrik rokok, mumet aku.”

Cerita mop #2 Hati-Hati beli kue di Ambon

Nyong: “Tanta, beta mo bli kue.”
Tanta: “Mo bli yang mana? Ada kue pisang, panada, namu-namu, dan lain-lain.”
Nyong: “Berapa harga-harga kuenya, Tanta?”
Tanta: “Kue pisang dua ribu tiga. Panada dua ribu dua. Namu-namu dua ribu satu.”
Nyong: “He… kanapa kuenya samua su kadaluarsa, Tanta?”
Tanta: “Eh, jang ose sambarang bicara! Itu kue pisang, panada, deng namu-namu beta baru angka dari kuali. Sambarang ose bilang su kadaluarsa, eee…!”
Nyong: “Tanta sandiri yang bilang kue pisang 2003, panada 2002, namu-namu 2001! Skarang su 2020, Tanta…!”
Tanta: “Oh… jang ose kase bodo-bodo beta e…! Ose mo suruh beta jual 2 ribu dua puluh!?!!! Beta siram ose pung mulu dengan minya panas, mau?”
Nyong: “Lari juaaa….”

Cerita mop #3 Revisi tato

Baru pacaran 1 minggu dengan Sinta, Matias bikin tato di dada: “Matias & Sinta”.

Pacaran baru 2 bulan bagini dong dua putus. Jadi Matias mo hapus tato tapi su tra bisa. Lalu Matias tambah tato lagi, jadi: “Matias & Sinta Hanya Sebatas Teman.”

Cerita mop #4 Jacobus dan asu

Jacobus seorang anak Papua pedalaman berusia 10 tahun. Satu hari Jacobus lari ke rumah Pak Pur, seorang guru asli Solo yang sudah bertugas sebagai guru bertahun-tahun di sana. Jacobus minta tolong Pak Pur untuk mengobati anjingnya yang sudah sekarat mau mati. Sambil tersenyum pak Pur mengiyakan. Mereka berdua beranjak ke rumah Jacobus.

Tiba di rumah, Pak Pur melihat anjing yang sudah sekarat itu, lalu menempelkan tangannya dan berkata dalam bahasa Jawa: “Su, asu. Nek kowe arep mati, yo matio. Nek arep urip, yo waraso.” (Njing, anjing. Kalau kamu mau mati, matilah. Kalau mau hidup, ya sembuhlah.)

Jacobus yang tidak mengerti bahasa Jawa berfikir pak Pur berdoa dalam bahasa Latin. Diam-diam Jacobus menghafalkan kata-kata yang dia kira doa itu. Pak Pur lalu pulang.

Beberapa hari kemudian Jacobus lari-lari lagi ke rumah Pak Pur, bermaksud melaporkan kalau anjingnya sudah sembuh. Namun, setiba di rumah Pak Pur, rupanya Pak Pur sedang sakit tegolek di tempat tidur di kamarnya. Jacobus merasa terkejut dan sedih. Ia langsung menuju kamar Pak Pur. Selanjutnya, Jacobus menempelkan tangannya di kening Pak Pur dan membacakan mantra: “Su, asu. Nek kowe arep mati, matio. Nek arep urip, yo waraso….”

Pak Pur yang kaget langsung tertawa. Ajaibnya, selang tak lama kemudian demamnya turun dan merasa lebih sehat.

Ini, cerita tambahan untuk bilang bahwa rasa senang dan bahagia mungkin memang berkorelasi positif dengan meningkatnya imunitas tubuh.

BACA JUGA Orang yang Lucu di Luar Biasanya Hancur di Dalam dan tulisan Saleh Abdullah lainnya. Follow Facebook Saleh Abdullah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
4


Komentar

Comments are closed.