Kategori: Artikel

Artikel

Viral! Bahaya Memakai Aplikasi FaceApp

Avatar

Wajah yang aslinya masih muda kemudian disulap dengan bantuan aplikasi bernama FaceApp menjadi keriput layaknya orang lansia.

Artikel

Jadi Additional Band Player Itu Nggak Ada Enaknya

Avatar

Tapi saya akhirnya mengiyakan ajakan teman saya ini. Dengan agak berat hati, saya menyanggupi untuk jadi additional vokalis di band teman saya.

Artikel

Sambat: Salah Satu Alasan Anak Muda Susah Nabung

Avatar

Saya setuju kalau sambat bukan hal yang melulu negatif kok. Walaupun sambat bisa bikin kita boros, sambat punya banyak hal positif lainnya.

Artikel

Philippe Coutinho, Cinta dan Luka dalam Satu Nama

Avatar

Philippe Coutinho ingin pindah dari salah satu kiblat sepak bola modern. Jaminan selalu rutin mendapat tropi juara tidak membuatnya betah.

Artikel

Belajar Radikalisme, Kedamaian, dan Kemanusiaan Lewat Hotel Mumbai

Avatar

Hotel Mumbai memang tidak se-hype film-film yang pakai embel-embel universe itu. Tapi walau tidak sebegitu heboh dibanding matinya seorang Iron Man.

Artikel

Perkara Bubur Diaduk atau Tidak Saja Kita Semua Terkotak-kotak

Avatar

Memangnya makan buburnya pakai uang kamu terus tim bubur diaduk ini maksa beri suapan bubur yang udah diaduk ke #timbuburtidakdiaduk?

Artikel

Plastik Kresek Harus Dijual Mahal

Avatar

Setiap kali saya ke pasar belanja kebutuhan sehari-hari—saya masak sendiri, plastik kresek belanjaan saya bisa mencapai empat atau lima.

Artikel

Balada Pengguna WhatsApp: Jika Penting dan Genting Itu Telepon, Bukan PING!

Avatar

Namun, kembali lagi sepertinya kata PING maupun huruf P menjadi pengganti salam pembuka pada suatu obrolan di aplikasi chatting.

Artikel

Tren “Wajah Tua” FaceApp, Menjadi Tua Kok Bangga?

Avatar

Tren “wajah tua” FaceApp yang lagi ramai-ramaimya terutama di Facebook dan Instagram ini bikin saya geleng-geleng kepala. Heran aja gitu.

Artikel

Menanggapi Tulisan Hai Para Pemakan Bubur Diaduk, Bertobatlah: Maaf, Tapi Makan Bubur Diaduk Adalah Jalan Yang Sebenar-benarnya

Avatar

Yah pada akhirnya memang mamang bubur nggak peduli mau pembeli makan bubur diaduk dulu atau nggak. Yang penting buburnya habis terjual.