Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

Annisa R oleh Annisa R
5 Februari 2026
A A
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Hari itu adalah akhir pekan yang berbarengan dengan tanggal merah di akhir 2025. Saya yang memutuskan untuk pulang, memilih naik kereta api Malabar sebagai armada transportasi, untuk kemudian melihat bule menenggak miras dengan santai.

Keberadaan hari libur nasional membuat gerbong ekonomi hari itu amat padat. Di tengah kepadatan itu, ujung mata saya menangkap sebuah botol kaca dikeluarkan dari ransel seorang penumpang berkulit putih yang hanya terpisah aisle dengan saya. 

Untuk kemudian si pemilik menenggaknya begitu saja. Saya melihat botol minuman itu bermerek Captain Morgan Original Spiced Gold. Rekan bule yang di sebelahnya lalu ikut minum dan menyimpan botol di seat back pocket.

Baca juga 3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

Soal larangan di kereta api

Saya, yang murni penasaran karena adanya larangan merokok di dalam kereta api, mencoba menuntaskan rasa ingin tahu. Langkah pertama adalah googling. Hasilnya, (sepertinya) ada larangan membawa minuman keras, tetapi dibahas tidak sebanyak rokok.

Namun, entah kenapa, tulisannya terasa tidak setegas larangan merokok di kereta api. Saya sendiri pernah melihat petugas kereta api menurunkan penumpang karena ketahuan merokok. Akan tetapi, saya belum pernah menyaksikan langsung perkara tentang miras.

Sebelum melanjutkan, saya ingin mengakui. Mungkin, bagi sebagian orang, sikap saya ini menyebalkan. Namun, yang mendorong saya murni rasa ingin tahu. Namun, saya jamin, bukan saya kagetan atau sok disiplin moral.

Menuntaskan rasa ingin tahu

Maka, saat makan di gerbong restorasi kereta api, saya bertanya kepada petugas tentang larangan tersebut. Respons selanjutnya mereka adalah mengirimkan beberapa petugas ke gerbong tempat kami berada.

Baca Juga:

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Saya sedikit deg-degan, karena menyangka petugas akan melakukan penggeledahan ke semua yang ada di gerbong dan saya terkesan membesar-besarkan masalah. Namun, yang terjadi agak di luar dugaan saya. 

Petugas kereta api yang datang, menghirup udara dalam-dalam di tengah aisle, mengendus-endus, lalu selesai. Petugas lalu melaporkan kepada saya bahwa tidak ada miras di gerbong itu. Case closed.

Pertanyaan yang muncul di kepala saya

Banyak tanya yang jadi muncul di benak saya. Pertama, bagaimana bisa botol miras sejelas itu yang hanya disimpan di kantong sandaran kursi kereta api, tidak ketahuan? 

Jika kita berjalan dari arah belakangnya, terutama dengan kewaspadaan karena adanya laporan, saya cukup yakin botol miras itu akan tertangkap pandang. Apalagi, saat itu dia belum meminum seluruhnya. Warna cokelat transparan khas rum itu masih tampak jelas dari luar.

Kedua, saya jadi penasaran akan larangan membawa miras di kereta api. Apakah karena tidak ada gangguan langsung kepada penumpang lain seperti halnya asap rokok, maka pemeriksaan yang tidak ketat jadi lolos?

Contohnya, kedua bule tersebut hingga akhir perjalanan, kebetulan kami naik dari stasiun yang sama dan turun sama-sama di stasiun terakhir, memang masih cukup sober. Jadi, dia bisa membuang sendiri botol kosongnya ke trash bag. Dan, adalah petugas kebersihan sendiri yang membawa trash bag tersebut. Sampai akhir, memang tidak ada gangguan dramatis khas penggambaran orang mabuk di media-media.

Baca juga 5 Aturan Tidak Tertulis di Kereta Ekonomi, Sengaja Saya Tulis biar Sama-sama Nyaman

Sejelas apa sih aturan di kereta api?

Namun, jika alasannya adalah bahan yang flammable, bukankah pengecekan yang demikian longgar itu jadi berisiko di kereta api? Apalagi pengecekan baru dilakukan di tengah perjalanan karena adanya laporan (sudah begitu, tidak tertuntaskan).

Tanda tanya selanjutnya adalah bagaimana pasangan bule itu minum dengan tenang dan membuang botol tanpa beban. Bahkan mereka mengucap “thanks” ke petugas kebersihan kereta api.

Kejadian ini membuat saya berasumsi bahwa mereka tidak tahu akan larangan itu di kereta api. Lagi-lagi, artinya ini terlalu longgar.

Jika masalahnya adalah dilarang karena mudah terbakar, maka, bukankah ini riskan? Serta, aman untuk dikatakan bahwa pengumuman dan bentuk-bentuk sosialisasi larangan ini oleh KAI belum tercapai tujuannya, termasuk soal miras.

Jika alasannya adalah karena tidak adanya aroma atau tindakan yang mengganggu, maka ini jadi tampak amat tidak jelas tolok ukurnya. Ada orang yang hanya perlu sedikit miras untuk mabuk, ada pula yang perlu banyak botol. 

Jika tingkah laku yang jadi batasan, bukankah perbedaan toleransi tiap individu jadi semacam ketimpangan? Bagaimana memastikan batasan toleransi sebelum keberangkatan kereta api?

Yah, apapun, saya berharap agar PT KAI lebih jernih dan tegas lagi terhadap aturannya. Bagaimanapun, sejauh ini saya meyakini larangan yang ada tidak hanya berkenaan dengan kenyamanan penumpang lain, tetapi juga keamanan naik kereta api. 

Karena, kalau ternyata memang boleh membawa miras, saya kan juga maaauuu.

Penulis: Annisa R

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman Dianggap Nekat dan Gila ketika Menempuh Nyaris 22 Jam Naik Kereta Api dari Ujung Barat Pulau Jawa Sampai ke Ujung Paling Timur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2026 oleh

Tags: ka malabarkereta apilarangan merokoklarangan merokok di kereta apimiraspt kai
Annisa R

Annisa R

ArtikelTerkait

Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

26 Oktober 2023
Pilih Kursi Sesama Perempuan di KAI Access: Fitur Baru yang Wajib Dirayakan

Pilih Kursi Sesama Perempuan di KAI Access: Fitur Baru yang Wajib Dirayakan

2 April 2025
Blambangan Ekspres: Kereta Api Banyuwangi-Semarang yang Paling Ditunggu Perantau

Blambangan Ekspres: Kereta Api Banyuwangi-Semarang yang Paling Ditunggu para Perantau

5 Juni 2023
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

23 November 2025
KA Kahuripan, Kereta Murahan yang Jadi Anak Tiri PT KAI (Unsplash)

KA Kahuripan Adalah Kereta Murahan, yang Sekarang Menjadi Anak Tiri PT KAI: Gerbong Tua, AC Mati, Kursi Menyiksa

21 September 2025
Kasta Kereta Api Kediri-Semarang, KA Majapahit Masih Jadi Juaranya

Kasta Kereta Api Kediri-Semarang, KA Majapahit Masih Jadi Juaranya

4 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026
7 Makanan Khas Sunda yang Sekali Saja WAJIB Kamu Coba (Wikimedia Commons)

7 Makanan Khas Sunda yang WAJIB Kamu Coba Sekali Seumur Hidup karena Semua Lidah Bisa Menerimanya

13 Februari 2026
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan Mojok.co

Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan

11 Februari 2026
Bayar Pajak Kendaraan Itu Wajib, tapi Jujur Saja Saya Nggak Ikhlas Melakukannya Mojok.co

Bayar Pajak Kendaraan Itu Wajib, tapi Jujur Saja Saya Nggak Ikhlas Melakukannya

13 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan
  • Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan
  • Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi
  • Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo
  • Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau di Ibu Kota
  • Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.