MOJOK.CO Dua siswi SMP yang diculik itu diajari pengetahuan soal seluk-beluk bisnis real estate biar nanti pas udah lulus sekolah, bisa bekerja di perusahaan si penculik. Mereka tidak disakiti dan sebaliknya, diberi fasilitas yang layak. Ini penculik atau kontestan pilkada sih?

Penculikan anak adalah mimpi buruk setiap orang tua di dunia. Motif penculikan bisa dalam banyak bentuk. Ada penculik yang punya tujuan untuk menjual korbannya kepada sindikat perdagangan orang, ada yang punya tujuan untuk mengambil organ dalam, tapi paling sering motifnya dendam atau pemerasan. Mengerikan memang ketika ada orang tega menjadikan penculikan anak sebagai mata pencaharian.

Kita biasanya mengutuk penculikan karena motif dan konsekuensinya kerap jahat. Namun, saya beri satu pertanyaan untuk mengusik logika Anda: Bagaimana kalau anak yang diculik justru diberi pendidikan plus fasilitas yang layak oleh si penculik?

Peristiwa aneh itu baru saja terjadi di Jepang, gudangnya segala hal aneh di dunia ini. Hiroaki Sakaue, 37 tahun, seorang pengusaha real estate­, ditahan atas dugaan penculikan di bawah umur pada Rabu (27.11). Setahun lalu, pada Oktober 2018, ia juga dipidana karena masalah yang sama.

Asli, ini orang nggak ada obatnya emang.

Tapi, susah juga untuk memutuskan Pak Hiroaki ini sebenarnya jahat atau baik. Soalnya, di kasus yang terbaru ini, ia menculik korban dengan tujuan untuk… mengajari korban tentang seluk beluk bisnis real estate­. Bahkan Almarhum Ciputra aja nggak segininya.

Baca juga:  Memperjuangkan Impian Melanjutkan Studi ke Jepang

Iya. kalian nggak salah baca. Kalau kita kemarin-kemarin mendengar orang ditipu ­perusahaan MLM Q-net yang pura-pura ngajak berbisnis dengan hasil hora umum tapi ujung-ujungnya diperas, Hiroaki ini malah nyulik buat berbagi pengetahuan.

Kronologi kasus tersebut seperti ini. Awalnya, seorang siswi SMP di Prefektur (kurang lebih kayak kabupaten) Hyogo ngetwit kalau dia pengin banget minggat dari rumah. Hiroaki lalu membalas twit itu dengan bilang, “Datanglah ke Saitama, aku akan merawatmu bila kamu mau belajar.”

Siswi itu kemudian beneran datang ke Saitama (nama kota, bukan tokoh komik) lalu berkenalan dengan Hiroaki. Setelah itu ia tinggal di apartemen milik Hiroaki selama dua bulan sampai polisi datang. Siswi tersebut sempat mengabari keluarganya bahwa ia masih hidup lewat sebuah surat.

Di apartemen, siswi tersebut tinggal bersama siswi SMP lain asal Saitama yang lebih dulu “diculik” Hiroaki. Si tuan rumah sendiri memilih tinggal di tempat terpisah. Dan kedua siswi itu memang beneran diajarin soal real estate­ di apartemen tersebut.

Pada pertengahan September 2019, orang tua si siswi akhirnya melaporkan hilangnya putri mereka kepada Kepolisian Urawa. Pada akhir Oktober, polisi menemukan mereka berdua di apartemen Hiroaki. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik dan juga psikis pada siswi tersebut.

Menurut pengakuan korban kepada polisi (ini mau nulis korban kok rasanya serbasalah), mereka mendapat makan tiga kali sehari, diberi kamar pribadi, dan fasilitas yang layak. Mereka boleh menggunakan ponsel dan akses internet, juga bebas keluar masuk apartemen Sakaue. Syarat yang diberikan Hiroaki Sakaue hanyalah mereka mau belajar tentang real estate dan sebenarnya termasuk pelajaran dalam kurikulum pendidikan Jepang.

Baca juga:  Fadjroel Rachman Keliru Total Tuduh Giant Takeshi Nggak Bisa Kerja

Hiroaki Sakaue tidak mengelak kalau ia ngumpetin anak orang lain. Katanya, ia memberikan pendidikan tentang real estate biar nanti pas mereka lulus sekolah, mereka bisa kerja di perusahaan real estate Hiroaki. Dia juga rutin bikin kuis tentang real estate­ dan membimbing kedua siswi itu agar siap mengikuti ujian lisensi sebelum menjalankan bisnis real estate­.

Meskipun yang dilakukan Hiroaki Sakaue kepada siswi-siswi tersebut tergolong baik, tetap saja dia dihukum atas perbuatannya karena dia tidak meminta izin kepada orang tua si siswi. Pelajaran yang bisa dipetik adalah gapailah restu setinggi langit biar nggak masuk bui.

Tentu kasus unik macam ini tidak lengkap tanpa komentar netizen. Netizen Jepang justru bersimpati dan memberi julukan “Daddy Long Legs” kepada Hiroaki, yang maksudnya memuji lelaki itu sebagai sosok kebapakan.

Kalau kejadian seperti ini terjadi di Indonesia, komentarnya bisa ngeri-ngeri. Bisa jadi siswinya dihujat, bisa juga Hiroaki dituduh pedofil. Terus yang disalahkan siapa? Tentu saja Jokowi.

BACA JUGA Polisi Tangkap Para Penyebar Berita Hoax Penculikan Kiai dan Ulama atau artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.