MOJOK.COPemerintah membuat keputusan yang dirasa penting untuk mengatasi beban ekonomi negara. Salah satunya adalah, memotong gaji ke-13 dan THR atau menunda penyalurannya untuk para ASN.

Beban ekonomi yang ditanggung negara akibat wabah corona membuat banyak anggaran dialihkan untuk mengatasinya. Pemerintah membuat keputusan yang dirasa penting, seperti penggratisan listrik, menambah anggaran untuk kartu prakerja, keringanan pembayaran kredit, dan kebijakan yang lainnya.

Nah salah satu yang menuai pro dan kontra adalah ini: memotong gaji ke-13 dan THR atau menunda penyalurannya untuk ASN.

Keputusan ini dipertimbangkan oleh pemerintah karena angka yang akan dikucurkan untuk gaji ke-13 dan THR ini besar, yaitu sekitar 40 triliun rupiah. Langkah ekstrem ini lebih baik tidak diambil, wis percoyo wae karo aku.

Meski langkah itu dibilang salah satu langkah menyelamatkan negara, tapi percayalah ASN nggak perlu jadi martir. Langkah terbaik yang bisa diambil negara adalah dengan tetap memberi gaji ke-13 dan THR kepada ASN plus tanpa embel-embel penundaan.

Kenapa seperti itu?

Begini. Pegawai negeri, PNS atau ASN, apapun sebutannya, yang di tingkat bawah butuh uang gaji ke-13 dan THR untuk menyambung hidup. Jangan pikir uang itu nanti untuk membelikan baju anak atau foya-foya. Masalah bisa makan atau tidak itu jauh lebih penting dibanding mikir sandang.

Tanpa gaji ke-13 dan THR, para ASN merasakan beban yang berlipat ganda. Hidup memang penuh perjudian dan kesulitan, tapi negara tidak usah ikut-ikut nambahi beban. Lagian kalau memang ini disebut sebagai langkah penyelamatan negara, kenapa nggak gaji para petinggi negara macam DPR, Menteri, dan petinggi lainnya saja yang dipotong? Seperti saran fraksi PPP di DPR tempo lalu.

Baca juga:  Pemerintah Tak Tegas Soal Mudik, 900 Ribu Orang Sudah Duluan Mudik dari Jabodetabek

Masalah kalian kan bingung mau makan apa, bukan bingung bisa makan atau tidak, iya kan?

Lagian, gaji ke-13 dan THR yang turun bisa digunakan untuk dibelanjakan kembali. Perputaran uang, terutama di roda bawah bagus untuk dinamika pasar. Dengan uang yang terus berputar dan kegiatan ekonomi yang terus berjalan akan membuat banyak pihak terbantu. Tingkat kerugian yang diterima oleh pelaku industri dan ekonomi bisa ditekan ke titik terendah.

Yang penting adalah, tetap memberi gaji ke 13 dan THR kepada para ASN bisa ditiru oleh perusahaan swasta. Jika para ASN tidak diberikan gaji ke-13 dan THR, bukan tidak mungkin perusahaan swasta akan mengikuti langkah yang sama. Nah loh, jika langkah tersebut diikuti, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ASN nantinya.

Negara yang dihantam dari berbagai sisi namun tetap memenuhi hak rakyatnya adalah contoh terbaik bahwa pada situasi terburuk sekali pun, kita tetap bisa menempatkan kemanusiaan di urutan pertama.

Beban ekonomi yang harus ditanggung negara tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memenuhi hak rakyatnya. Kalau sampai diberlakukan, ASN adalah pihak yang paling menderita. Masih banyak anggaran kurang mendesak yang bisa dipotong untuk membuat negara tidak terlalu rugi, bukan menjadikan ASN sebagai martir lalu dikenang dengan puja-puji.

BACA JUGA Wabah Corona Belum Terkontrol, Sebaiknya UKT Semester Depan Gratis dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Baca juga:  Higuain yang Menolak Pulang ke Italia Bisa Menjadi Berkah untuk Juventus dan Federico Bernardeschi