MOJOK.CO – Event DWP belakangan sedang memenuhi lini masa media sosial kita yang fana ini. Namun, banyak orang yang bingung dengan fenomena ini. Memangnya ini acara apa kok sampai seheboh ini?

DWP atau Djakarta Warehouse Project adalah event tahunan musik ajeb-ajeb yang digelar di Jakarta. Konser EDM ini ramainya masya Allah dan berhasil menyedot banyak wisatawan lokal dan mancanegara. Tahun 2017, 90 ribu orang tercatat datang buat dugem bareng. Ormas-ormas di Jakarta juga tak kalah antusias mendemo, kata mereka, “ajang maksiat akbar” ini.

Bagi penggemar EDM ataupun anak dugem, wajib banget lah buat datang ke DWP. Tahun ini aja, kabarnya DJ Calvin Harris bakal datang. Pokoknya, pejah gesang rawuh DWP gitu. Tapi, buat orang yang tidak hidup di Jakarta atau kota besar mana pun, keriuhan tentang DWP justru menimbulkan kebingungan.

Emang sebagus itu?

Saya nggak bilang kalau orang yang tidak hidup di ibu kota atau kota besar nggak punya selera dan udik sampai nggak ngerti bagusnya di mana. Tapi masuk akal juga, kan itu cuma event musik tahunan kayak event lainnya.

Kalau pembedanya adalah artis yang diundang adalah artis skala global, Hammersonic juga ngundang band skala global. Kalau dibilang Hammersonic itu segmented, ya Djakarta Warehouse Project jelas segmented juga.

“Kan banyak stand lain yang bisa buat hiburan, kayak stand bir dan yang lain-lain!” Misal ada yang beralasan begitu, wah, Bos, jangan salah. Dangdutan Pantura pun kayak gitu. Kalau cuma miras, orang-orang yang datang ke konser dangdut malah udah teler ciu duluan biar jogetnya makin los. Perkara heboh-hebohan penonton, saya yang malah nggak yakin ada penonton DWP pakai helm INK dan bawa bendera Slank. DWP 0, dangdut Pantura 1.

Baca juga:  Surat untuk Ormas yang Sering Bikin Kaget

Stand-stand yang ada di acara dangdutan itu banyak. Ada yang jual jagung bakar, ada yang jual kapal otok-otok, ada yang jual bakmi jawa. DWP pastilah nggak ada yang jualan kayak gitu. Saya yakin juga, nggak ada DJ yang bakal ngomong, “Sing penting ojo jotos-jotosan yo, Masss.”

Artis-artis yang mengisi line up juga penuh dengan artis internasional yang nggak semua orang paham. Jangan salah, bukan berarti orang-orang seleranya rendah, tapi memang nggak semua tahu siapa itu Yellow Claw. Lagian kalau cuma artis luar negeri, sebenarnya kita udah sering banget lihat konser Krisdayanti di tivi.

Heboh DWP yang sampai didemo oleh ormas keagamaan kemarin bikin bingung sih. Emangnya konsernya isinya apa kok sampai didemo ormas? Kalau cuma berisi kemaksiatan dan hal yang melanggar syariat, sepertinya konser musik memang rata-rata begitu. Sampai sekarang belum pernah saya lihat ormas demo menentang gigs band punk dan metal, padahal isinya kekerasan. Kalau nggak percaya, masuk mosh pit deh. Ampuh Anda kalau bisa nggak ketendang.

DWP sebenarnya event music yang nggak spesial-spesial amat. Lineup para artis yang bikin roaming juga kehebohan nggak penting yang menyertainya hanya membuat orang makin bingung. Ya kalau mau dibilang udik, terserahlah.

Kalau DWP memang mau meluaskan pasarnya dan biar orang-orang nggak roaming sama event-nya, saya sarankan DWP mulai memikirkan untuk mengundang Cak Met.

Baca juga:  Perppu Baru Bisa Dipakai Membubarkan Pemuda Pancasila

BACA JUGA Konser Guns N’ Roses yang Tidak Semenarik New Palapa atau artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.