MOJOK.COApotek Senopati menjadi trending topic lini masa media sosial setelah dua kali ditabrak, terakhir oleh pengendara mabuk. Masak posisi tusuk sate yang disalahin? Yang salah orang yang teler lah. 

Kecelakaan memang tak bisa ditebak kapan datangnya. Tapi kalau apotek nggak punya dosa ditabrak, sepertinya memang ada yang salah. Bayangin aja, Apotek Senopati di Jakarta Selatan ditabrak dua kali dalam kurun waktu dua bulan. Kasus yang terakhir terjadi karena penabrak membawa mobil dalam kondisi mabuk.

Bumbu atas berita kecelakaan itu tumpah-tumpah. Yang sering muncul, Apotek Senopati sering kena musibah karena terletak di posisi tusuk sate yang dipercaya bakal membawa sial bagi penghuninya. Sedangkan pada kecelakaan sebelumnya yang menewaskan satpam apotek, pengendaranya salah lihat jalan dan salah nginjak pedal mobil.

Dalam kasus-kasus kecelakaan yang melibatkan orang mabuk, mana boleh kita menyalahkan korban yang ditabrak, mau itu makhluk hidup maupun benda mati. Apalagi ada fakta bahwa di kawasan Senopati terdapat sejumlah bar. Orang kalau bar ya biasanya mabuk, nggak mungkin ke bar untuk main ceki. Dan orang mabuk yang nekat menyetir mobil artinya memang ndableg. Orang mabuk suruh berdiri saja remidi, ha kok nyetir. Goblokmu i lho.

Ha mbok kalian kalau mabuk itu curhat kek, nangis kek, apa bebas lah. Asal nggak nyetir. Kalau tahu bahwa nanti pulang dari bar masih harus nyetir, ya mbok jangan mabuk-mabuk banget. Berani mabuk tapi amatiran.

Saya beri tips bagi para pemabuk yang jam terbangnya masih rendah. Kalian kalau masih gampang mabuk, mending pestanya rame-rame, tapi ajak satu teman kalian yang masuk golongan PDAM alias Pasukan Dewa Mabuk. Usahakan orangnya juga bisa nyetir, jadi ketika kalian berdiri aja harus ngulang semester depan, setidaknya tetap ada peserta yang masih cukup waras untuk membawa kalian pulang.

Kalau kalian pengen banget teler tapi nggak ada temennya, mending di kamar atau tempat aman lainnya yang nggak perlu dicapai dengan berkendara. Kalian masih bisa kok upload Insta Story tangan megang AM dengan caption “Berbakti kepada Orang Tua” atau “Kasih Orang Tua tak lekang jaman”. Mabuk jalan, caper jalan.

Dan sekali lagi, jika masih aja ngeyel untuk mabuk tapi juga nggak mau jadi tersangka gara-gara nabrak apotek kek, tiang listrik kek, pagar DPR kek, kalian tetap harus tahu seberapa tahan kalian dengan alkohol. Kalau badan, mata, dan kepala mulai liyut, mending stop dulu minumnya. Diselingi air putih agar tetap segar. Kalau saran ini tetap kalian abaikan, fiks kalian itu caper.

Rumor tusuk sate dan bumbu-bumbu menyertai dalam penabrakan Apotek Senopati hanyalah bumbu, bukan fakta. Kita harus menyelesaikan titik masalah utamanya dan tidak lagi menyertakan hal-hal tidak penting dalam kejadian. Tapi kalau memang tidak puas dengan pembahasan di atas, kita selalu bisa kok menyalahkan satu orang. Siapa lagi kalau bukan Jokowi.

BACA JUGA Kenakalan Masa Sekolah yang Bikin Saya Heran Sendiri kala Mengingatnya dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.