cara menangani ular kobra cara mengusir ular wali kota depok intelijen pawang ular mojok.co
cara menangani ular kobra cara mengusir ular wali kota depok intelijen pawang ular mojok.co

Cara Menangani Ular Kobra untuk Wali Kota Depok yang Lagi Bingung

MOJOK.CO Wali Kota Depok ingin libatkan intelijen untuk meneliti fenomena ular kobra yang sedang marak belakangan ini. Intelijen selain bisa menjadi tukang bakso dan anak kos, sekarang juga bisa menjadi pawang ular.

Maraknya pemberitaan tentang ular kobra belakangan ini menunjukkan dua hal, yaitu orang Indonesia memang nggumunan dan nggak paham biologi. Tapi kalau sekelas Wali Kota Depok ikut-ikutan bingung menyikapi naiknya jumlah ular, sepertinya udah kelewatan.

Wali Kota Depok, Jawa Barat sempat berniat melibatkan Intelijen untuk mengusut kenapa ular kobra marak bermunculan di wilayahnya. Wali Kota Depok khawatir jika fenomena ular kobra tersebut sama dengan kejadian di Arab Saudi yang nggak jelas kronologinya gimana. Intelijen dilibatkan untuk meneliti apakah ini fenomena alam atau fenomena buatan.

Untuk sekelas Wali Kota, tidak paham geografi daerah sendiri itu parah. Kalau ini anak SD kelas 4 gitu nggak apa-apa, tapi kalau sekelas Wali Kota ya tetap saja kebangetan. Ya walau udah sering sih pemimpin daerah janggal dalam membuat kebijakan.


Tapi tenang, Pak Bos, kami akan bantu untuk meneliti dan memberi Anda panduan memahami dan menangani ular kobra. Mojok Institute berhasil menemukan banyak cara untuk memahami dan menangani ular kobra.

1. Nonton National Geographic

National Geographic sering banget mengulas tentang ular. Bapak Wali Kota bisa tiduran sambil nonton episode NatGeo tentang ular. Nanti kalau Bapak Wali Kota menemukan fakta macam ular kobra itu hewan berdarah dingin, jangan kaget, Pak. Bukan berarti dia kejam, cuma maksudnya ular itu butuh dihangatkan untuk bisa berburu.

Baca juga:  Para Kutu Loncat di Kubu Jokowi dan Prabowo, Dulu Teman Kini Lawan

2. Ke toko buku

Bapak Wali Kota Depok bisa sekali-kali main ke toko buku untuk menambah pengetahuan. Cari buku ensiklopedia hewan, Pak, pasti nemu yang berisi deskripsi tentang ular. Dibaca di tempat boleh, tapi sebisa mungkin yang udah dibuka plastiknya, jangan dibuka sendiri terus ditaruh. Nggak enak sama petugasnya.

Bapak Wali Kota Depok nanti akan tahu apa saja predator alami ular-ular. Nah kalau Bapak bingung kenapa Bapak hewan predator ular macam burung hantu dan garangan jarang ditemukan di Depok, Bapak harusnya udah nggak bingung.

Kalau bingung ya berarti nggak ada obat.

3. Nonton Pokemon

Ini serius, Pak. Nonton Pokemon bisa membantu Bapak mengatasi ular. Jessie dari Team Rocket itu punya Pokemon ular, jadinya dia tahu cara menangani ular. Jessie bisa berhasil bikin Ekans berevolusi menjadi Arbok dan juga berhasil menjinakkan Seviper. Mungkin Bapak bisa mendalaminya.

Kalau udah tahu caranya tapi bingung anggaran, ya santai lah. Kayak nggak tahu aja kudu gimana.

4. Bikin warung sate ular

Dunia bisnis itu selalu merespon hal yang sedang ngehits. Ketika para remaja berbondong-bodong jadi anak indie, dunia bisnis merespons dengan banyaknya kafe. Nah, Bapak Wali Kota Depok bisa merespons merebaknya ular kobra dengan mendirikan warung-warung masakan ular. Ya memang nggak halal sih, Pak, tapi pangsa pasarnya kan selalu ada.

Baca juga:  Anies Baswedan Lebih Punya Etika, Tidak Akan Seperti Jokowi Jilid Dua

Khasiat daging ular itu banyak. Bisa untuk mengobati nyeri perut, wasir, dan obat nyeri. Nah, Bapak bisa meresponsznya dengan segera mencanangkan program 1.000 warung sate ular, misalkan. Selain pemasukan daerah naik, populasi ular akan terkontrol.

Cara di atas adalah solusi yang bisa diberikan Mojok Institute. Bapak Wali Kota Depok jangan ragu-ragu lho untuk mencobanya.

BACA JUGA Sinopsis “Marriage Story” Jika Film Ini Dibuat di Indonesia atau artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.