MOJOK.COGonzalo Higuain menolak untuk kembali ke Juventus. Kabar ini bisa jadi angin segar untuk Federico Bernardeschi.

Gonzalo Higuain mengatakan ke beberapa teman setimnya bahwa dia menolak kembali ke Juventus. Semuanya sudah berakhir untuknya. Kabar itu bisa jadi menandakan akhir petualangannya bersama La Vecchia Signora.

Juventus dikabarkan meminta semua pemain untuk berkumpul lagi. Konon, Nyonya Tua sudah menjadwalkan latihan tim pada Mei 2020. Mungkin, bagi Higuain, imbauan ini menjadi kabar yang tidak menyenangkan.

Mantan pemain Napoli itu enggan pulang ke Italia. Higuain dikabarkan sudah memutuskan untuk tinggal di Argentina saja. Selain masalah pandemi virus corona, Higuain tidak mau beranjak dari sisi ibunya yang sakit keras.

Kalau begitu, sih, alasannya bisa diterima. Apalagi kalau sudah berhubungan sama kesehatan orang tua. Bagi banyak orang, hidupnya bakal nggak tenang kalau mengetahui orang tuanya sakit tetapi tidak bisa mendampingi.

Di saat-saat seperti ini, Juventus berhak kesel, sih. Kalau Higuain tetap nggak mau pulang ke Italia, proses pemutusan kontrak harus segera dilakukan. Menjual mantan pemain Real Madrid itu ke salah satu klub di Argentina juga tidak mudah. Tidak ada yang tidak kena dampak virus corona. Apakah klub-klub Argentina mampu membayar biaya transfer dan gaji Higuain? Pelik.

Tapi ya sudah, Juventus berhak kesal dengan situasi ini. Namun, di sisi lain, Juventus mungkin mendapatkan “sebuah berkah”. Hmm…sok-sokan melihat hal positif dari kemalangan, nih.

Habis Higuain, terbit Federico Bernardeschi

Higuain tidak lagi muda. Umurnya sudah 32 tahun. Sebenarya soal usia bukan masalah besar. Toh kalau menjaga fisik dan kebugaran, seorang pemain masih bisa bermain hingga usia 37 tahun, setidaknya.

Baca juga:  Juventus: Menjaring Pemain, Membeli Mental Juara Eropa

Nah, bagi Juventus, kalau Higuain nggak mau balik lagi, tidak ada sikap ideal selain: ya sudahlah. Sebuah klub besar tidak boleh menghabiskan waktu untuk pemain yang sudah enggan bermain. Bukan berarti Higuain adalah beban untuk tim. Namun, perubahan tidak bisa ditolak.

Mungkin kini sudah saatnya Maurizio Sarri mencoba Federico Bernardeschi sebagai false nine. Juventus akan punya komposisi lini serang baru yaitu Bernardeschi, Cristiano Ronaldo, dan Paulo Dybala.

Situasinya begini: Dybala mungkin tidak akan bisa bermain dalam waktu dekat. Ingat, bersama Blaise Matuidi dan Daniele Rugani, Dybala sempat positif corona. Kondisi ketiganya masih akan dipantau selama beberapa waktu ke depan.

Kondisi ini membuat Cristiano Ronaldo menjadi satu-satunya striker yang ada. Sarri bisa mencoba Bernardeschi sebagai false nine. Toh, beliau sudah pernah sukses mengubah Dries Martens di Napoli dulu. Posisinya juga sama, Martens dan Bernardeschi semula adalah pemain sayap.

Menjadikan Martens sebagai contoh memang menarik. Namun, apakah akan berhasil? Tentu ini butuh analisis yang berbeda.

Berganti posisi dan peran itu lumrah. Pada titik tertentu, berganti posisi justru bisa membantu pemain mengeluarkan kemampuan terbaik. Cristiano Ronaldo adalah contoh terbaik.

Menjadikan Bernardeschi sebagai false nine bisa jadi menyegarkan permainan Juventus. Bernardeschi punya segalanya. Kecepatan, visi, dan kemampuan sebagai playmaker yang mumpuni.

Ketika masih bermain untuk Fiorentina, Bernardeschi dianggap sebagai pemain yang “langka”. Meskipun seorang pemain sayap, pemain berusia 26 tahun ini punya semua atribut untuk membantunya bermain sebagai false nine.

Baca juga:  Inter vs Milan, Bagi Milanisti: Menang Sudah Biasa, Kalah Itu Sedekah Semata

Jika Bernardeschi berperan sebagai false nine, Sarri tetap punya banyak variasi taktik. Misalnya 4-3-1-2 dengan Ramsey sebagai “1” di belakang Ronaldo dan Bernardeschi. Bisa juga 4-3-3, dengan Juan Cuadrado di kanan, Ronaldo di kiri, dan Bernardeschi di tengah sebagai false nine. Pilihannya beragam.

Bernardeschi sendiri cuma butuh “posisi yang tepat” dan menit bermain yang cukup. Dia butuh kepercayaan. Gonzalo Higuain tidak lagi muda, dan menurut saya, tidak punya hal baru untuk ditawarkan. Kita tahu, pelatih mana pun pasti akan memilih pemain yang punya banyak hal untuk ditawarkan.

Di titik lain, hengkangnya Higuain dari Juventus bisa jadi angin segar untuk keuangan Juventus. Wabah corona ini memberi dampak yang besar untuk keuangan tim. Setidaknya, ada 5,5 juta euro yang bisa dihemat oleh Juventus dengan hengkangnya Higuain.

Angka ini bukan angka kecil, lho. Ketidakpastian tentang masa depan Serie A membuat keuangan tim menjadi limbung. Menghemat beberapa juta euro adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Mencari cara untuk menghemat uang adalah langkah bijak. Melepas pemain yang tidak lagi produktif salah satu opsi. Melepas Higuain bisa memberi angin segar untuk keuangan.

Kepergian Gonzalo Higuain kali ini bisa jadi sebuah kepastian. Dia sempat mencoba peruntungan di Chelsea dan AC Milan, tapi hasil yang didapat tidak memuaskan.

Mungkin kali ini saatnya Sarri memberikan waktu untuk Bernardeschi. Tugas daun yang gugur adalah menjadi pupuk untuk daun yang masih muda.

BACA JUGA 11 Pemain yang Kariernya Terkubur di Real Madrid dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.