Semua orang tentu paham, bahwa jengkol adalah sayur dengan rasa yang sensasional dan bisa membikin banyak orang ketagihan lalu kemudian mendekralarasikan diri sebagai pecinta jengkol garis keras. Namun, semua orang tentu juga paham, bahwa jengkol adalah sayur yang mampu menimbulkan bau yang jahanam melalui mulut atau air kencing orang yang menyantapnya.

Yah, begitulah. Tak ada sesuatu yang sempurna. Semua yang baik dan indah pasti akan selalu ada celanya. Begitu juga dengan jengkol, yang walau rasanya begitu nikmat dan menggoda, namun ia harus dinikmati sepaket dengan bau yang ditimbulkannya. Bagaimanapun, bau jengkol yang tiada sedap itu adalah harga yang pantas untuk menebus rasa nikmat si sayur jengkol.

Kalau tak mau bau jengkol, ya jangan makan jengkol. Begitu aturannya. Hidup selalu tercipta oleh proses sebab-akibat. Saya jadi ingat kata seorang bijak dari seberang, ujarnya, “Jangan pernah inginkan harumnya mawar jika kau takut tertusuk durinya, pun jangan pernah inginkan nikmatnya jengkol jika kau enggan dengan baunya.”

Mojok Institute tentu sepenuhnya sepaham dan setuju dengan apa kata si Bijak dari seberang soal bau jengkol, namun begitu, sebagai lembaga penelitian yang punya kepentingan untuk memuaskan banyak orang, Kami selalu berikhtiar untuk membantu mereka yang ingin makan jengkol dengan lahap namun juga tetap ingin terhindar dari baunya. Bagi kami, ini adalah salah satu jalan dakwah.

Karenanya, pada edisi kali ini, kami membuat riset sederhana tentang bagaimana cara menghilangkan bau jengkol kamar mandi rumah Anda para pecinta jengkol agar keluarga tetap nyaman dan tidak terganggu dengan makanan kegemaran Anda.

Pada dasarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bau jengkol di kamar mandi. Cara yang tepat tentu saja adalah dengan melibatkan si pelaku alias si penyantap jengkol.

BACA JUGA:  Ini Dia Bedanya Tisu Toilet, Tisu Makan, dan Tisu Wajah

Bau pada air kencing penyantap jengkol sejatinya disebabkan karena pada buah jengkol terdapat senyawa yang mengandung sulfur bernama djengkolic acid atau asam jengkolat, asam inilah yang berperan menjadikan aroma urin pemakan jengkol menjadi sangat jahanam.

Zat asam pada urin pemakan jengkol ini mudah sekali menempel dan mengendap di permukaan kamar mandi, sungguhpun ia sudah diguyur berkali-kali. Karenanya, teknik yang paling ampuh untuk menghilangkan aromanya adalah si pelaku harus mengucurkan air kencingnya langsung ke bagian genangan air pada kloset, sehingga air kencing tidak menempel di permukaan kloset dan tidak meninggalkan endapan. Walau cara ini terbilang susah, namun hasilnya sangat ampuh, selain itu, ia juga mampu melatih konsentrasi, kecermatan, ketangkasan.

Jika cara di atas dirasa terlalu mustahil, maka ada cara lain yang tak kalah ampuh. Caranya adalah dengan kencing seperti biasa, tak perlu memusatkan pada bagian genangan air pada kloset, namun saat air kencing mengucur, si pelaku harus menyertainya dengan mengguyurkan air, sehingga air kencing tidak sempat menempel pada permukaan dalam kloset, karena langsung ikut terbawa air yang diguyurkan.

Nah, cara lain yang juga ampuh menghilangkan bau jengkol adalah dengan membersihkan permukaan kamar mandi dan kloset.

Untuk membersihkannya, bisa menggunakan Domestos (maaf, ini bukan bermaksud promosi, tapi memang sejauh ini, pembersih inilah yang terbukti mampu mengurangi bau jengkol pada permukaan kamar mandi). Caranya, basahi permukaan kamar mandi atau kloset, setelah itu, tuangkan Domestos secara merata, lalu diamkan selama 30 menit. Gosok memakai sikat WC dan bilas dengan air bersih.

Nah, jengkolers, itulah beberapa cara yang bisa diambil untuk meminimalisir bau toilet yang jahanam akibat kencing pemangsa jengkol.

BACA JUGA:  Alasan-alasan Kenapa Seseorang Tidak Menyukai Jengkol

Besar harapan kami agar hasil riset ini bisa berguna. Sebab, jika ada yang merasa terbantu dengan hasil riset ini, maka kami, Mojok Institute sebagai sebuah lembaga penelitian akan merasa sangat senang. Kami jadi merasa bahwa kami adalah lembaga penelitian yang ada gunanya. Maklum, selama ini, kami selalu dipandang sebelah mata oleh lembaga-lembaga penelitian atau institute-institute lainnya.

jengkol

Komentar
Add Friend
No more articles