Tidak seperti manusia yang butuh menjadi Peter Parker yang digigit laba-laba terlebih dahulu agar bisa berjalan merayap pada bidang vertikal, cecak secara alamiah sudah dibekali kemampuan untuk berjalan merayap di tembok atau bidang vertikal lainnya.

Tentu ada beberapa hewan yang punya kemampuan berjalan merayap di bidang vertikal, namun agaknya, cecaklah yang paling pas untuk merepresentasikan hewan dengan kemampuan merayap di tembok atau dinding rumah. Buktinya, lagu anak yang satu itu liriknya begini: “cicak-cicak di dinding”, bukan “semut-semut di dinding”, apalagi “tokek-tokek di dinding”.

Banyak orang penasaran dengan kemampuan cecak menempel di tembok. Beberapa bahkan mengira bahwa kaki cecak mempunyai semacam zat perekat yang membuatnya mampu menempel di tembok.

Nah, usut punya usut, kemampuan cecak menempel di tembok ternyata bukan sebab zat perekat, melainkan rambut-rambut halus yang ada di telapak kakinya. Rambut-rambut halus ini namanya spatulae, ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 200 nanometer, alias 500 kali lipat lebih tipis dibandingkan rambut manusia.

Cecak menggunakan spatulae tersebut untuk masuk ke dalam atom lapisan dinding kemudian mengikat secara kuat dan menahan tubuhnya agar melekat dengan dinding dan bisa berjalan dengan mudah.

Namun, spatulae ini tidak lantas menjamin cecak tidak akan jatuh dari dinding atau permukaan vertikal lainnya, sebab pada kondisi tertentu, cecak juga bisa terjatuh, terutama jika sedang sial karena berada pada permukaan yang licin atau jika spatula-nya tidak mencengkeram atom lapisan dinding dengan cukup kuat.

Jadi, jika ada mitos yang mengatakan bahwa seseorang yang ketiban cecak akan terkena sial, maka mitos ini sejatinya palsu belaka, sebab yang sial sesungguhnya adalah cecak-nya itu sendiri.

Oh ya, rambut-rambut halus spatulae pada cecak ini hanya ada pada telapak kaki cecak, bukan di sekujur tubuh, sehingga cecak hanya bisa menempel di tembok dengan posisi tengkurap, bukan telentang.

Itu pula sebabnya, saat cecak kawin, si jantan tidak akan pernah memaksa si betina untuk berposisi telentang. Kecuali kalau kawinnya di lantai atau bidang horizontal lainnya.

“Dik, mlumah’o, Dik,”

“Mlumah ndasmu, tibo, goblok!”

cecak

Komentar
Add Friend
No more articles