[MOJOK.CO] “Seni menumpuk batu ini dibuat manusia, bukan jin.”

Tempo hari, susunan batu yang bersusun rapi di Sungai Cidahu, Sukabumi, menjadi perbincangan hangat. Fotonya tersebar dan diakses banyak orang di media sosial.

Di banyak akun, susunan batu ini menjadi topik utama. Tidak hanya satu, tampak beberapa tumpukan batu yang berdiri tegak di tengah aliran sungai. Diperkirakan, jumlahnya lebih dari 90 batu tersusun.

 

Saking membludaknya perhatian netizen, muncullah beberapa asumsi tersendiri. Ada pihak-pihak yang meyakini bahwa tersusunnya batu-batu tadi pasti berkaitan dengan urusan mistis. Karena arus Sungai Cidahu cukup deras, banyak yang menganggap mustahil bagi manusia menyusun tumpukan batu ini. Malah, ada yang menyimpulkan bahwa hal itu adalah ulah jin.

Waduuuh~

Tak pelak, susunan batu ini dikabarkan telah dihancurkan oleh Camat Kecamatan Cidahu, bersama dengan MUI dan Muspika Kecamatan Sikidang.

Padahal sesungguhnya, bukan mistis, bukan syirik, tumpukan batu ini adalah buah karya yang muncul dari sebuah seni bernama balancing art.

Dalam balancing art, pelakunya akan menumpuk batu pada titik tertentu hingga membuatnya tetap tegak dan tidak jatuh. Proses yang disebut rock balancing ini tentu membutuhkan kemampuan yang mumpuni dan kesabaran yang lebih. Rock balancing bisa dilakukan sendiri ataupun dalam kelompok.

Balancing art telah banyak ditekuni banyak orang di Indonesia. Komunitasnya sendiri sudah terbentuk, misalnya melalui laman Facebook Rock Balancing Indonesia yang kerap membagikan foto dan video hasil proses rock balancing.

Di laman tadi, telah diungkapkan pula siapa orang yang berada di balik proses rock balancing di Sukabumi. Sejauh mata memandang, nga ada tuh bukti-bukti bahwa si orang ini adalah jin. Hmm.

BACA JUGA:  Bisnis Moncer Tahun 2015

Tidak hanya di Indonesia, beberapa negara juga memiliki seni serupa, misalnya di Jepang dan Filipina. Bahkan, komunitas di Filipina sudah cukup populer dan aktif mengikuti kegiatan peduli lingkungan.

Mengenai rock balancing art Indonesia, beberapa orang kembali menuliskan pikirannya di media sosial.

@Sutopo_PN: 99 tumpukan batu di Sungai Cidahu di Kampung Cibijong RT 01/01, Desa Jayabakti, Kec Cidahu, Kab Sukabumi, Jawa Barat dibuat oleh warga pada 29/1/2018. Bukan kekuatan mistis yang membuatnya. Tapi oleh warga yang hobi dan ahli menyusun batu. Agar masyarakat peduli sungai.

@mas_bintang: Inilah pentingnya sambungan internet yg kuat ke seluruh wilayah Indonesia, biar pada melek info “stone/rock balancing” :)))

@TaufiqSobari: Seniman Rock Balancing, Michael Grab mungkin tersenyum sekaligus prihatin dan Balancing Art Indonesia pun protes ketika karyanya di Cidahu diporakporandakan akibat gagal nalar. Michael Grab menyebut karyanya sebagai gravity glue; No glue, no tricks, just gravity!

@ichwan_prasetyo: Susunan batu-batu di kali dalam konsep keseimbangan buah konsentrasi dan ketenangan rawan mendegradasi iman yang melihat, tapi kalau korupsi, menyebar hoaks, menjual agama, menjual tuhan, memfitnah…itu semua justru mempertebal iman.

@T_terakhir:

Dengan viralnya susunan batu di sukabumi,walaupun viral dg kata2 “mistisnya” saya yakin orang sekarang pada pinter2 dan akan mencari kebenaranya. Dan jawabanya ada di BALANCING ART INDONESIA.

@Jumadi_prodrive: Ini soal…. Kesabaran…. keseimbangan… Seperti susunan batu yang ada di sungai daerah Sukabumi yang di susun oleh mereka yang kreatif untuk mencegah orang membuang sampah di sungai untuk menghormati Alam. jangan hancurkan susunan ini hanya karena banyak orang datang.

@HelmiAlHazziq: Setelah patung, pohon, sekarang imannya takut goyah gara2 susunan batu

Menanggapi munculnya gosip-gosip tyda bertanggung jawab seputar rock balancing di Indonesia, netizen memang terheran-heran. Entah dari mana gosip itu berasal: mungkin mereka yang skeptis dan nga percaya sama kemampuan manusia lainnya?

BACA JUGA:  Pengalaman Menjadi Indigo: Aku Bisa Menyaksikan Kelahiranku Sendiri

Or, simply, mereka-mereka yang bisa internetan tapi uninstall aplikasi browser buat cari berita dan informasi?

Namun begitu, ada pula netizen yang belajar dari hal ini. Dengan kreatif, mereka memasukkan nilai-nilai rock balancing ke dalam sendi-sendi kehidupan.

Kalau kamu, udah mem-balancing-kan apa hari ini?

Komentar
Add Friend
No more articles