Teka-teki, misteri, dan segala tebak-tebakan othak-athik gathuk soal tokoh mana saja yang bakal maju di Pilkada Jawa Barat agaknya semakin terang benderang. Beberapa koalisi partai sudah sudah mulai resmi mengumumkan kandidat-kandidat pasangan yang siap bertarung di Pilkada.

Salah satu koalisi partai yang sudah mengumumkan pasangannya adalah koalisi Golkar-Demokrat. Koalisi ini baru saja mengumumkan nama Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Jawa Barat.

Hal ini tentu saja menjadi semacan puncak drama yang sangat menarik, sebab sebelumnya, Golkar sempat memunculkan nama Bupati Purwakarta sekaligus ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat.

Manuver Golkar untuk memilih Deddy Mizwar sebagai calon Gubernur dan “manurunkan” Dedi Mulyadi (yang sebelumnya diplot sebagai calon Gubernur) sebagai calon Wakil Gubernur dianggap sebagai langkah yang realistis.

Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan bahwa Deddy Mizwar dipandang memberi peluang kemenangan lebih besar ketimbang mencalonkan Dedi Mulyadi.

Di lain pihak, Dedi Mulyadi juga tidak keberatan jika harus mendampingi Deddy Mizwar sebagai wakil.

“Posisi di mana pun kalau memberikan kontribusi positif untuk masyarakat ya enggak ada problem,” ujar Dedi.

Kehadiran pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi ini tentu saja akan menjadi ancaman yang serius bagi koalisi lain. Sebab, selain kiprah Deddy Mizwar yang wajahnya sudah muncul di berbagai produk seperti Larutan Penyegar cap Badak, pasta gigi Enzim, sampai Sosis Sonice, serta kiprah Dedi Mulyadi sebagai sosok pegiat seni dan budaya Jawa Barat yang tentu saja bisa menjadi senjata pemasaran, keduanya juga masih punya senjata yang lain, yaitu kemiripan unsur nama yang tentu saja memunculkan banyak variasi nama cantik.

Pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi bisa bermain menggunakan nama cantik “Duo DM”, sebab keduanya memang punya unsur inisial nama DM.

Nanti mereka bisa menggunakan tagline “Kejar gebetan lewat DM, ikut coblosan pilih DM”.

Atau bisa juga mengoptimalkan nama Deddy dan Dedi. Nantinya keduanya bisa menggunakan nama cantik “DeDe” atau “Deddy-Dedi”, nanti tagline-nya bisa dibikin berima, “Deddy and Dedi is Our Daddy” atau “No Deddy, No Dedi, No Party”.

Ini modal yang sangat berharga. Sebab nama cantik bisa mempengaruhi psikologi pemilih lewat kampanye.

Warga Magelang pernah membuktikan keampuhan hal ini. Asal tahu saja, Bupati dan Wakil Bupati Magelang punya nama yang sama, benar-benar sama. Bupatinya namanya Zainal Arifin, dan Wakil Bupatinya namanya juga Zainal Arifin.

Dan tahukah anda apa nama cantik yang dulu dipakai saat kampanye sehingga mereka bisa menang dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati?

Yak, tul: “Upin-Ipin”.

Infografik Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi MOJOK.CO

Komentar
Add Friend
No more articles