Setya Novanto boleh jadi adalah sosok yang paling sedih minggu ini. Di saat kondisi psikisnya tumbang oleh kasus korupsi e-KTP dan harus mempersiapkan sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, ia malah ditinggalkan oleh dua kuasa hukumnya, Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi. Keduanya memutuskan mengundurkan diri dari tim kuasa hukum Setya Novanto.

Keputusan pengunduran diri dari tim kuasa hukum Setya Nivanto tersebut disampaikan keduanya saat menjenguk Setnov di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi pada kamis 7 Desember lalu. Itu artinya, keduanya sudah tidak lagi aktif mendampingi Ketua Umum nonaktif Partai Golkar itu dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Sudah-sudah, secara lisan kemarin sudah diberitahukan (kepada Setya Novanto),” kata Fredrich saat ditanya soal keputusan pengunduran dirinya.

Kini, satu-satunya kuasa hukum yang masih mendampingi Setya Novanto hanya tinggal Maqdir Ismail.

“Untuk kasus yang disidik KPK ditangan Maqdir, saya dan rekan Otto mengundurkan diri,” tutur Fredrich kepada wartawan.

Bagi Setya Novanto, kehilangan Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi tentu saja adalah kehilangan yang besar, utamanya Fredrich Yunadi. Bagaimanapun juga, tak dapat dipungkiri bahwa Fredrich Yunadi bukan saja bertindak sebagai kuasa hukum bagi Setya Novanto, lebih dari itu, ia juga bertindak sebagai “martir” bagi Setya Novanto.

Bayangkan, di saat banyak beredar meme-meme soal papa doyan tidur, tiang listrik, atau meme soal benjol sebesar bakpao, yang semuanya melibatkan Setya Novanto, Fredrich dengan heroik membuat pernyataan heboh soal gaya hidup mewahnya. Pernyataan tersebut kemudian membuat banyak orang mulai membagi fokus ke Fredrich, bukan lagi fokus ke Setya Novanto.

Efeknya, Fredrich pun kemudian ikut menjadi bahan meme. Fotonya digabungkan dengan foto Adam Suseno suaminya Inul dan kemudian disamakan dengan tokoh sepasang dekektif Thompson dan Thomson di serial Tintin karena kesamaan kumisnya sama-sama rimbun.

Meme soal hidup mewahnya juga ramai di internet, bahkan melebihi meme hiperbol Haji Lulung yang kala itu pernah bilang meludah pun bisa jadi duit.

Yah, kita lihat saja, bagaimana kelanjutan drama Setya Novanto dalam kasusnya kali ini, dan berapa lama pak Maqdir Ismail bakal bertahan menjadi kuasa hukum Setya Novanto.

Pak Fredrich yang kumisnya tebal saja tak kuat menjadi kuasa hukum Setya Novanto, apalagi pak Maqdir yang kumisnya tipis-tipis.

Fredrich yunadi

Komentar
Add Friend
No more articles