Tentu tak berlebihan jika kita masyarakat Indonesia menyebut bambu sebagai material pertukangan paling penting dalam kehidupan kita. Nyatanya, bambu hadir dalam setiap aspek keseharian. Dari mulai membikin usuk dan reng atap rumah, pagar pekarangan, aneka produk kertangkes, tiang bendera dan umbul-umbul, anyaman dan perkakas rumah tangga, hiasan dinding, sampai tusuk gigi, semua bisa berbahan bambu.

Bahkan tak hanya Indonesia, orang-orang di negara lain pun punya keterkaitan erat dengan tanaman satu ini.

Ada banyak fakta yang bisa digali dari si perdu berbulu tajam ini, mulai dari fakta bahwa ia adalah tanaman dengan tingkat pertumbuhan paling cepat, kemampuannya menghasilkan 35% lebih banyak oksigen daripada tanaman lain pada umumnya, sampai kisah perjuangan bangsa Indonesia yang melibatkan penggunaannya sebagai senjata.

Dari sekian fakta tentang bambu, ada satu fakta yang selama ini tidak banyak orang yang tahu. Fakta tersebut adalah bahwa bambu yang selama ini kita biasa sebut sebagai pohon ternyata tidak masuk dalam golongan perpohonan.

Usut punya usut, bambu ternyata masuk dalam jenis tanaman rumput-rumputan. Ia tergabung dalam famili yang sama dengan rumput, lebih tepatnya famili poaceae. Jadi boleh dibilang, dia ini masih sedulur sama padi, gandum, jagung, tebu, alang-alang, jewawut, sampai suket teki yang legendaris itu.

Dalam famili poaceae, bambu adalah jenis rumput yang paling besar sekaligus paling tinggi. Ya lihat saja, ketika jenis rumput-rumputan yang lain hanya bisa tumbuh maksimal dua sampai tiga meter, bambu dengan sangat kemaki bisa tumbuh sampai puluhan meter. Tak heran jika kemudian banyak yang menyebutnya sebagai rumput raksasa.

Fakta yang cukup menarik ini jika kita tarik ke belakang dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, akan membikin kita orang-orang Indonesia semakin berbangga diri dengan perjuangannya.

Sebab, ketika para penjajah memerangi kita dengan aneka senjata canggih, kita bangsa Indonesia justru melawan dengan bersenjatakan rumput yang diruncingkan. Bagaimana tidak hebat?

Rumput lo ini, rumput.

bambu

No more articles