Salah satu band rock alternatif yang boleh disebut dedengkot di Indonesia adalah Netral. Grup band ugal-ugalan ini dibentuk pada tahun 1991. Awalnya, Netral memainkan musik yang terinspirasi dari grup-grup band legendaris manca negara seperti Sex Pistols, Nirvana, dan Sonic Youth. Netral memulai karir bermusik mereka dengan main di berbagai acara sekolah dan pentas seni di berbagai universitas seputaran Jabotabek.

Selain manggung di berbagai pentas seni, Netral juga mulai memikirkan untuk merilis album mereka sendiri. Akhirnya, pada tahun 1994 Netral meluncurkan album perdana mereka di bawah payung PT. Indosemar Sakti. Album perdana ini laku sebanyak 80.000 kopi dalam format kaset dan CD. Nama Netral pun semakin dikenal dan para promotor mulai berdatangan untuk menawarkan kesempatan manggung dengan jumlah penonton yang lebih besar. Netral juga mulai sering masuk di berbagai media baik media cetak maupun media elektronik.

Saat itu, media menyebut Netral sebagai salah satu band alternatif terbaik di Indonesia. Musik mereka cukup unik dan segar untuk pasar Indonesia saat itu. Personel awal Netral adalah tiga orang pemuda dengan keahlian bermusik yang cukup memukau. Mereka adalah Bagus (Bagus Dhanar Dhana) yang bertugas menyanyi sambal bermain bass, Bimo (Gabriel Bimo Sulaksono) sang penggebuk drum, dan Miten (Ricky Dayandani) yang memainkan melodi-melodi sangar lewat gitarnya.

Baca juga:  Susahnya Menjadi Netral di Tengah Netizen yang Tidak Netral

Album kedua dari band ini dirilis pada 30 Juli 1996. Album ini diberi judul Tidak Enak. Tidak Enak mengusung beberapa lagu andalan dengan komposisi yang justru sangat enak seperti Bobo dan Boring Day. Ada juga lagu anak-anak, Desaku, yang diaransemen ulang dengan gaya khas Netral yang liar.

Bersama Pas Band dan Nugie, Netral pernah menjadi band pembuka untuk Sonic Youth, Foo Fighters, dan Beastie Boys pada acara bertajuk Jakarta Pop Alternative Music Festival. Album ketiga Netral dirilis pada 16 Januari 1998 dengan lagu andalan seperti Pucat Pedih Serang, Kau, dan Dukun Kebo Ijo. Pada Juli 1998, Bimo memutuskan untuk hengkang dari Netral. Bimo digantikan oleh penggebuk drum baru, Eno, yang mulai bermain sejak 26 Maret 1999.

Album keempat Netral berjudul Paten yang dirilis pada 9 Juni 1999. Tembang andalan dari album ini adalah Nurani. Setelah Paten rilis, Miten menyusul hengkang dari Netral. Album kelima dirilis hanya berbekal dua personel dan diberi judul Oke Deh. Netral mendapat gitaris baru bernama Coki pada tahun 2003. Pada tahun 2015, grup band ini mengubah namanya menjadi NTRL dan tetap berkarya hingga saat ini.