Hasil Pertandingan Liga 1 Pekan Ke-5: Gol David da Silva Bawa Persebaya Imbangi Sriwijaya FC
Hasil Pertandingan Liga 1 Pekan Ke-5: Gol David da Silva Bawa Persebaya Imbangi Sriwijaya FC

PSS Sleman

MOJOK.CO – PSS Sleman boleh jadi hanya berlaga di kasta kedua kompetisi sepak bola tanah air. Tapi, Super Elang Jawa memiliki suporter terbaik di Asia atas nama Brigata Curva Sud (BCS).

Didirikan sejak Februari 2011, BCS menjelma menjadi penguasa tribun selatan Stadion Maguwoharjo. Setiap PSS Sleman berlaga, tarian dan nyanyian selama 90 menit penuh selalu menjadi latar pertandingan. Manifesto BCS berperan besar dalam prestasi yang diukir ultras asal Sleman ini.

Oleh karenanya, kami rasa penting untuk mempelajari satu demi satu manifesto BCS. Karena selain berguna membangun sebuah tim sepak bola, delapan prinsip dalam bersikap ini ternyata sangat dibutuhkan untuk mengambil hati calon mertua.

No Ticket, No Game

Membeli tiket berarti membantu PSS Sleman menyehatkan kekuatan finansialnya. Hal ini disadari betul oleh BCS. Kalimat “Jika ingin dihargai, maka hargai dulu timmu dan orang lain” terpampang jelas di situs BCS sebagai pengingat untuk selalu berusaha jujur membeli tiket. Belilah tiket atau tidak usah menonton pertandingan sama sekali!

Mandiri Menghidupi

Curva Sud Shop (CSS) adalah tindak nyata dari manifesto ini. Dibentuk atas inisiatif fans untuk memompa semangat tim kesayangan, CSS berusaha membantu menghidupi PSS Sleman secara finansial. Dimulai dari hanya sekadar etalase hingga kini sudah menjadi ruko, CSS menjual berbagai merchandise resmi BCS dan PSS.

Usaha ini dibangun tanpa sepeser pun modal dari manajemen. Malahan, keuntungan usaha CSS disetor untuk kepentingan klub. Salah satu hasil usaha ini terlihat lewat pembelian alat-alat kebugaran yang didanai CSS demi terjaganya kualitas fisik para pemain PSS. Benar-benar dikelola secara mandiri dan terbukti mampu menghidupi.

No Politica

BCS tidak menerima adanya intervensi politik dalam tubuh komunitas. Pandangan politik tetaplah menjadi hak pribadi setiap anggota, namun tidak untuk dibawa ke dalam stadion. BCS dan PSS Sleman adalah tentang sepak bola dan sepak bola saja.

Still Solo

BCS berdiri sendiri, di atas kaki sendiri, dan menentukan nasibnya sendiri. Mereka menegaskan bahwa BCS tidak berafiliasi dengan kelompok apa pun dan tidak menutup diri kepada suporter mana pun. Sehingga, tidak jarang, BCS membantu suporter dari daerah lain yang ingin mendukung tim kesayangannya tandang ke Sleman.

Contohnya ketika BCS menjamu Panser Biru, pendukung PSIS Semarang, saat Laskar Mahesa Jenar bertanding di Stadion Maguwoharjo. Panser Biru sendiri mengapresiasi jamuan BCS yang begitu hangat dan terbuka.

Away Days

Masih segar diingatan besarnya dukungan BCS terhadap laga tandang PSS Sleman ke Surabaya akhir tahun lalu. Melalui situs resminya, BCS melakukan koordinasi serta menjelaskan tata cara mendukung PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo.

Mulai dari informasi jumlah tiket, transportasi, titik kumpul, hingga saran menonton pertandingan. Pertandingan dalam rangka selebrasi lolosnya Persebaya ke Liga 1 itu hanya satu dari seabrek usaha nyata BCS mendukung setiap laga tandang PSS.

No Leader, Just Together

Tidak ada struktur kepengurusan di dalam tubuh komunitas BCS. Seluruh anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama, serta memiliki peran yang sama dalam merumuskan keputusan dan kebijakan. Semua berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tidur sama istri.

Sebatas Pagar Tribun

BCS berusaha semaksimalkan mungkin menempatkan diri hanya sebagai pendukung. Intervensi kepada klub dihindari, campur tangan terhadap manajemen dijauhi. Dukungan kepada PSS disimbolkan hanya sebatas pagar tribun. Apabila ada hal di dalam PSS yang mengkhawatirkan suporter, BCS menggelar sebuah forum untuk membahas dan memberikan solusi kepada manajemen.

Sebagai contoh, ketika PSS gagal promosi ke Liga 1 musim lalu, BCS memberikan analisis kegagalan PSS Sleman kepada manajemen klub dan menyarankan HM. Baryadi untuk ditunjuk sebagai manajer PSS yang baru. Solutif, tak pakai pisuhan.

Ora Muntir

Ora Muntir adalah manifesto mendasar anggota BCS. Ora Muntir berarti ‘tidak takut’. Menjadi seorang BCS berarti tidak mudah takut dan menyerah terhadap segala situasi. Apabila harus bernyanyi 90 menit penuh, lakukan. Jika harus berdiri 90 menit penuh, lakukan. Pergi ke luar kota demi mendukung PSS Sleman, lakukan.