Sebagai website yang bergerak di dunia media dan penulisan, juga sebagai website yang dipimpin oleh seorang sastrawan (anggap saja begitu), Mojok, melalui para awak redaksinya sering sekali dimintai tips menulis. Beberapa di antaranya adalah tips bagaimana cara menulis cerpen dan puisi.

Ini tentu pertanyaan yang cukup rumit bagi awak redaksi Mojok, sebab, di Mojok, yang cerpenis itu cuma kepala sukunya, sedangkan awak redaksinya hanyalah omong kosong yang sering dijadikan bahan cerpen oleh kepala suku.

Namun begitu, tentu kami tak ingin meninggalkan para penanya dengan jawaban yang tidak memuaskan. Karenanya, kami akan tetap memberikan tips yang, walaupun singkat, tapi menurut kami, sangat bisa dan layak untuk dipraktikkan.

Jadi, beginilah tips tokcernya.

Untuk bisa menulis puisi yang bagus, ada satu tips yang begitu ciamik: jatuh cinta dan memadu kasihlah. Sebab konon, tiada puisi yang lebih indah ketimbang puisi yang ditulis oleh seseorang yang sedang dimabuk asmara.

Sedangkan untuk menulis cerpen yang bagus, juga ada tips yang tak kalah ciamik: pegat dan patah hatilah. Sebab konon, tiada cerpen yang lebih menusuk ketimbang cerpen yang ditulis oleh seseorang yang sedang luluh lantak hatinya.

Lalu, jika belum belum pernah punya kekasih apalagi patah hati, bagaimana dong? Nah, kalau itu, jangan pernah menulis puisi atau cerpen, pasti jelek hasilnya. Menulis esai saja buat Mojok.co. Sebab konon, tiada esai di Mojok yang lebih bagus ketimbang esai yang ditulis oleh seseorang yang nihil kekasih.

Baca juga:  Betapa Susahnya Menjadi Pembaca Sekaligus Penulis di Mojok

Agus Mulyadi dan Arman Dhani itu dulu kalau nulis di Mojok pasti bagus, sekarang setelah keduanya punya pacar, tulisannya jadi busuk minta ampun. Jangankan bagus, jelek saja belum. Kalaupun bisa dimuat, itu bukan karena tulisannya yang bagus, tapi karena koneksi orang dalam saja.

infografis tokcer

Komentar
Add Friend
No more articles