Dalam kontestasi politik menuju 2019, rasanya tak ada koalisi partai yang jauh lebih solid dan kompak ketimbang kuartet Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Hal ini cukup lumrah, sebab empat partai ini memang mengklaim punya visi yang sama dan kebetulan banyak dipersatukan oleh momen-momen yang sama.

Setidaknya, empat partai ini punya citra yang baik sebagai representasi kelompok Islam dalam politik Indonesia.

Hubungan empat partai ini juga begitu mesra. Mereka sempat beberapa kali menjalin pertemuan-pertemuan politik baik sekadar sebagai silaturahmi politik biasa maupun sebagai sebuah upaya strategi dan konsolidasi politik menyambut Pilpres 2019.

Hubungan yang mesra ini kemudian memunculkan nama tersendiri bagi empat partai. Tercatat, hingga kini, sudah ada tiga nama yang mengemuka untuk menyebut empat serangkai ini.

Nama pertama adalah Koalisi 212. Nama koalisi yang berasal dari angka cantik tanggal aksi bela Islam ini merupakan usulan dari so called kalangan umat dan ormas-ormas Islam. Nama ini konon juga merupakan salah satu usulan dari Habib Rizieq Shihab yang kala itu memang getol menganjurkan empat partai untuk berkoalisi.

Setelah terbit Koalisi 212, muncul kembali nama yang merepresentasikan empat partai ini. Kali ini namanya sangat-sangat dahsyat dan sangat transendental: Partai Allah.

Nama yang agak nracak ini merupakan pemberian dari Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 sekaligus Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais.

Penamaan “Partai Allah” ini dikatakan secara tersirat oleh Amien Rais saat memberikan tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pertengahan April lalu.

Nah, nama terakhir yang muncul setelah Partai Allah adalah “Koalisi Keummatan”

Nama Koalisi Keumatan ini lagi-lagi merupakan salah satu amanat yang disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab untuk empat partai yang ternyata disambut baik oleh para pengurus partai.

“PA (Persaudaraan Alumni) 212 diamanahkan untuk terus mendorong agar terealisasinya Deklarasi terbuka Koalisi keumatan Gerinda, PAN, PKS dan PBB. Dengan tujuan persatuan umat Islam yang sudah terbangun dalam spirit 212 tetap terjaga dengan baik sehingga akan berdampak pada kemenangan di Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019,” ujar Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, beberapa saat setelah Prabowo dan Amien Rais menemui Habib Rizieq di kediaman Rizieq di Mekah, Arab Saudi, Sabtu lalu.

Tentu sangat menarik menyimak kelanjutan nama-nama lain yang akan muncul sebagai penyebutan kuartet partai ini. Bagaimanapun, nama bersama memang terlihat lebih wah dan lebih fangkeh ketimbang nama tunggal. To Ming Se boleh saja keren, Wo Ce Lei boleh cool, Si Men boleh cakep, dan Mei Cuo juga boleh saja menggoda. Namun F4 tetaplah segalanya.

Empat Serangkai, atau Empat Sekawan, misalnya, terdengar jauh lebih cadas ketimbang masing-masing nama personelnya. Ini bukti yang sangat sahih dan nyata.

Rasanya tak berlebihan jika kita semua sekarang banyak yang menerka dan mengusulkan nama baru untuk empat partai ini.

Nah, kalau Mojok sih sedari awal kukuh untuk mengusulkan nama “The Four Horseman”. Alasannya tentu saja karena Prabowo gemar mengajak tiga pemimpin partai yang lain untuk menunggang kuda. Memangnya apa lagi?