• 104
    Shares

MOJOK.CO – Pihak koalisi Gerindra mengomentari hasil Ijtima Ulama II. Terutama soal permintaan GNPF-U meminta Prabowo pulangkan Habib Rizieq.

Setelah pihak petahana mengomentari hasil Ijtima Ulama II, lalu mempertanyakan mengenai permintaan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) yang meminta tolong kepada Prabowo Subianto untuk memulangkan Habib Rizieq, kali ini koalisi partai oposisi yang bicara.

Menanggapi soal sorotan Golkar dan Hanura yang menyoroti salah satu isi dari pakta integritas antara Prabowo dengan Ijtima Ulama II mengenai kepulangan Habib Rizieq, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid meminta publik tak fokus pada poin itu saja.

“Habib Rizieq itu hanya satu dari 17 butir yang ada, kalau kemudian butir-butir lain dinafikan, saya kira mendistorsi juga makna dari Ijtima Ulama kemarin yang menghadirkan pakta integritas yang ditandatangani oleh Pak Prabowo,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Hidayat juga menilai jika salah satu poin di sana ada permintaan khusus soal memulangkan Habib Rizieq, maka hal itu merupakan hak dari GNPF-U. Sebab, sebagaimana masyarakat juga tahu, Habib Rizieq merupakan Ketua Pembina atau Penasehat GNPF-U.

“Sampai hari ini kan Habib Rizieq tidak melakukan apapun sehingga aneh kalau beliau tidak boleh pulang. Kesalahan beliau apa?” kata Hidayat lagi.

Menurut Hidayat, Habib Rizieq masih diakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sehingga seharusnya yang bersangkutan bisa pulang kapan saja.

Baca juga:  Fadli Zon Sahabat Kita Semua

“Beliau masih warga negara Indonesia, tidak dicabut paspornya, tidak dicabut kewarganegaraannya, tidak dihukum oleh lembaga apapun. Jadi kalau pun nanti Pak Prabowo menang dan menerima beliau pulang di Indonesia sebagai warga negara Indonesia itu bukan hanya beliau saja kan?” tambah Hidayat.

Senada dengan Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut bahwa pakta tersebut sebenarnya merupakan usaha untuk menegakkan hukum bagi pihak-pihak yang sudah dikriminalisasi.

“Karena kan Pak Habib Rizieq itu dikriminalisasi dan sudah ada SP3 juga. Jadi apa masalahnya?” kata Fadli Zon seperti diberitakan detik.com.

Oleh karena itu Fadli Zon mencurigai atas dasar apa Habib Rizieq belum bisa pulang ke Indonesia. “Cuma ini kan ada permainan-permainan politik yang menyebabkan itu. Jadi kita jamin penegakan hukum. Kita melihat bahwa Habib Rizieq tidak ada salahnya kok. Ini dibuat-buat aja,” kata Fadli.

Menurut Fadli, dengan adanya pakta ini, tidak bisa kemudian dinilai bahwa GNPF-U sedang melakukan intervensi hukum, melainkan justru malah sebaliknya. Apa yang dilakukan di Ijtima Ulama II ini merupakan upaya penegakan hukum.

“Justru menegakkan hukum. Kan udah SP3. Masalahnya di mana?” kata Fadli.

Sementara itu partai lain yang jadi pendukung Prabowo juga mengapresiasi penuh dukungan para ulama di GNPF-U saat Ijtima Ulama II. Bahkan disebutkan oleh Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, sebuah kehormatan bagi pihak oposisi mendapat dukungan dari ulama.

Baca juga:  5 Hal yang Sebaiknya Dibawa Peserta Aksi 112

Hanya saja, Zulkifli mengingatkan, yang pertama harus dipikirkan adalah yang penting Prabowo menang dulu.

“Ya menang dululah. Pakai kalau (menang), ya,” ujar Zulkifli.

Iya, Pak Zulkifli. Semua orang juga sudah tahu kalau urusan Ijtima Ulama ini soal kalah menang Pilpres 2019 saja kok. Bukan soal lain. (K/A)