• 132
    Shares

MOJOK.CO – Akibat ekonomi Turki memburuk, Presiden Turik, Racep Tayyip Erdogan menyatkan boikot produk elektronik Amerika.

Ekonomi Turki yang ambruk bikin Presiden Turki, Racep Tayyip Endorgan, mencak-mencak kepada Amerika Serikat. Negara super power itu dituduh sebagai biang keladi dari turunnya nilai mata uang Turki sampai membuat ekonomi mereka terpuruk.

Tidak terima bahwa negaranya ambruk secara ekonomi, Erdogan meminta rakyatnya untuk memboikot produk-produk elektronik Amerika. Bagi barang-barang yang sudah masuk dan digunakan oleh rakyat Turki, imbauan untuk tidak lagi memakainya pun muncul. Tak pelak, warga Turki pun terbelah menuruti perintah Presiden Turki ini. Ada yang menolak, meski lebih banyak yang mendukung.

Di sisi lain, Erdogan sebenarnya merupakan salah satu pemimpin negara yang menyukai produk elektronik Amerika, khususnya merek Apple. Presiden Turki ini menggunakan iPhone, iPad, serta laptop MacBook. Hanya saja setelah seruan boikot ini, kemungkinan besar Erdogan tidak akan lagi menggunakan produk-produk tersebut. Padahal dengan produk bikinan Amerika itulah Erdogan mampu mengamankan dirinya dari kudeta pada 2016 lalu.

Selain itu, setelah dengan lantang memboikot produk elektronik dari Amerika, Erdogan juga menawarkan produk smartphone baru yang diklaim merupakan produksi dalam negeri.

“Kami juga punya merek telepon sendiri. Kami akan memproduksinya dalam jumlah cukup untuk kami sendiri,” kata Erdogan.

Merek yang dimaksud Presiden Turki ini adalah Vestel Venus. Setelah pengumuman boikot iPhone beserta teman-temannya, diketahui kemudian saham Vestel Venus meningkat cukup banyak karena yakin punya pasar potensial cukup besar. Di sisi lain, agaknya boikot ini akan semakin sulit direalisasi, sebab prosesor yang digunakan oleh merek Vestel Venus ternyata memakai prosesor dan pelapis layar buatan Amerika. Bahkan sekalipun merek smartphone diganti, software yang digunakan sebagian besar merupakan buatan Amerika.

Baca juga:  Kenapa Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki?

Akan tetapi agaknya Erdogan dan sebagian rakyat Turki yang mendukungnya tidak peduli. “Tidak ada kekuatan yang lebih tinggi ketimbang kekuatan rakyat,” seru Erdogan.

Tak berselang lama, para rakyat Turki beramai-ramai mengupload reaksi mereka untuk menuruti perintah Erdogan. Salah satunya bahkan sampai bikin video yang diupload di youtube.

Di video tersebut tampak ada enam orang yang memegang bendera Turki sebagai latar belakang, lalu satu orang membawa beberapa smartphone yang diklaim sebagai iPhone. Dengan menggunakan palu gada, pria ini menghancurkan smartphone tersebut disambut dengan beberapa kali teriakan takbir.

Haduh, sayang sekali kalau iPhone harus dihancurkan begitu, kenapa nggak dibuang ke Indonesia saja sih? Kan masih banyak orang sini yang lebih membutuhkan. Tapi kalau itu beneran iPhone, lha kok itu cuma Xiomi, kan mana kita tahu juga karena nggak di-close up smartphonenya? Sebab harga iPhone di Turki harganya mahal banget akibat dampak krisis ekonomi, sampai 1.143 dolar atau sekitar 16-an juta rupiah per unitnya. Btw, itu orang-orang Turki pada tajir amat punya iPhone cuma buat jadiin konten youtube. (K/A)