• 129
    Shares

MOJOK.COPara politisi itu shut up! Seperti kata Sandiaga Uno, mari redakan tensi dan bersama-sama mengatasi pelemahan rupiah terjadap kurs dolar.

Gencarnya pergerakan kurs dolar akhir-akhir ini menekan rupiah secara telak. Saat ini, per satu dolar sudah tembus ke angka Rp15.029 atau menjadi kenaikan paling buruk semenjak revormasi. Sebuah situasi yang sontak dijadikan amunisi untuk menyerang pemerintah atau dengan kata lain menyerang sosok Jokowi.

Panas, melemahnya rupiah dijadikan indikasi kegagalan Jokowi mengawal perekonomian negara. Dikhawatirkan, krisis 1998 akan kembali terulang meskipun sudah dibantah secara langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution. Menurut Darmin, melemahnya rupiah saat ini sangat berbeda dengan kondisi 20 tahun yang lalu.

Namun, yang namanya gejolak, yang dipandang sebagai kelemahan, akan langsung dicecar oleh lawan politik. Langsung sambar tanpa memedulikan dampaknya di tengah masyarakat. Demi hasrat berkuasa, demi hasrat mencongkel Presiden Jokowi, semua komentar tanpa dasar dilempar lewat berbagai media.

Misalnya, Ferdinand Hutaean, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, marah-marah lewat akun Twitter peribadinya. Pada intinya, ia menyebut bahwa melihat rupiah yang terus melemah, Jokowi sebaiknya mundur saja. “Jika pemerintah sudah tidak punya kebijakan lagi untuk menahan laju dolar, sebaiknya sebelum negara ini mangkrak, kami minta Jokowi umumkan pengunduran diri. Bangsa ini ada 260 juta lebih manusia, saya yakin mereka tidak mau jadi korban hanya karena pemerintah salah urusa negara.”

Baca juga:  Tiga Acara Televisi yang Harus Ditonton Jokowi dan Prabowo

Tidak mau ketinggalan, Ratna Sarumpaet menimpali juga. Sang aktivis mempertanyakan nalar dua periode ketika situasi sudah sedemikian buruk. “Masih mau dua periode?” Tanya Ratna Sarumpaet memanaskan lantai dansa.

Merasa sudah terlalu panas, Sandiaga Uno, yang akan mendampingi Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2019 menegaskan bahwa sebaiknya politisi (atau mereka yang ikut-ikutan) untuk diam dulu barang dua minggi ke depan. Tegas, Sandiaga Uno bilang: shut up!

“Politisi kita minta, politisi shut up dululah. For the next two weeks, jangan dulu termasuk dari pihak kita. Saya bilang tunggu, kita turunkan tensi dulu,” tegas Sandiaga Uno kepada wartawan di Bulungan, Kemayoran Baru, Jakarta Selatan seperti dikutip oleh detik.com.

Sandiaga Uno sendiri melihat masalah melemahnya rupiah terjadap kurs dolar ini dari kaca mata pengusaha. Ia berpendapat bahwa pengusaha juga tidak nyaman, bahkan takut apabila situasi menjadi tidak kondusif.

“Pengusaha sebenarnya takut sama siklus politik ini. ini tahun politik gitu, apalagi kalau dari masing-masing pihak “gitu”, ya saya enggak menyalahkan satu pihak, tapi dari kedua belah pihak itu saling serang, itu pengusaha takut itu,” terang Sandiaga Uno.

Ketika tidak ada kepastian, pengusaha pasti akan mengeluh dan dampak pelemahan rupiah semakin meluas. Nah, seperti kata Sandiaga Uno soal pelemahan rupiah, shut up! Mari bersama-sama memikirkan yang terbaik dulu untuk memperbaiki situasi.

Baca juga:  Tiga Isu yang Bisa Dipakai Prabowo untuk Serang Jokowi saat Debat Pilpres Kedua

Kalau kondisi Indonesia semakin kacau, yang merasakan bukan hanya pendukung Jokowi saja. Emang kalau Indonesia krisis, para pendukung Prabowo bakal pindah ke bulan dan senang-senang di sana? Mbok ya shut up! (yms)

  • 129
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles