MOJOK.CO – Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak hampir bisa dipastikan memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim dari hasil quick count dua lembaga survei Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak akhirnya memenangi perolehan suara versi quick count. Hasil yang mengungguli paslon Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Hasil quick count Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil yang tidak jauh beda untuk hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, kedua lembaga memperoleh hasil pasangan Khofifah-Emil unggul dengan perolehan suara 52,3% sedangkan paslon Gus Ipul-Puti Guntur hanya mendapatkan 47,7% versi SMRC. Sedangkan LSI mengeluarkan hasil 54,3% untuk Khofifah-Emil dan 45,7% untuk Gus Ipul-Puti Guntur.

Meski hasil resmi dari perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum keluar, namun hasil quick count sudah bisa jadi gambaran umum dari perolehan hasil Pilgub Jatim 2018. Hasil quick count tidak begitu berbeda dengan hasil survei sebelum coblosan di mana rata-rata mengeluarkan hasil Khofifah lebih unggul elektabilitasnya dibandingkan Gus Ipul.

Setelah dua kali gagal dalam Pilgub Jatim, Mantan Menteri Sosial pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi ini akhirnya bisa duduk ke kursi Gubernur Jatim. Seperti yang diketahui, dua kali sudah Khofifah mencalonkan diri untuk bursa kursi Gubernur Jatim, pada periode 2008 dan periode 2013, sayang sekali semuanya gagal.

Baca juga:  Partai Bulan Bintang (PBB) Lolos sebagai Peserta Pemilu 2019

Pada 2008, Khofifah ketika itu berpasangan dengan Mudjiono dan melawan empat paslon. Saat itu Khofifah hanya mendapat 24,82 persen suara dan lawan terkuatnya yaitu paslon Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) memperoleh suara 26,44 persen. Karena aturan saat itu memberlakukan bahwa jika ada paslon yang belum memenuhi 30 persen suara, maka putaran kedua harus diadakan. Pada putaran kedua, Khofifah kembali kalah dengan hasil hanya 48 persen.

Sedangkan pada Pilgub Jatim 2013, Khofifah kembali kalah dengan pasangan yang mengalahkannya pada 2008. Meski sempat protes mengajukan hasil KPU tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK), tapi Khofifah kembali gagal untuk yang kedua.

Pada akhirnya, setelah percobaan yang ketiga, Khofifah memenangi kursi Gubernur Jatim setelah mengalahkan Gus Ipul yang sama-sama kuat karena memiliki basis masa Nahdliyin. Memang betul, untuk beberapa kasus, ada anjuran disunahkan melakukan sebuah hal sampai tiga kali. Rupa-rupanya yang ketiga ini membuahkan hasil untuk Khofifah.

Selamat ya, Bu Khofifah. Selamat bekerja. (K/A)