• 13
    Shares

MOJOK.CO –  Ridwan Kamil hampir bisa dipastikan menjadi Gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum. Hasil ini merujuk pada hasil quick count dua lembaga survei Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

“Tidak ada ritual khusus seperti gundul. Kalau menang saling berpelukan selama 20 detik dengan istri, sujud syukur,” kata Ridwan Kamil setelah melakukan coblosan di Kota Bandung.

Mantan Walikota Bandung ini sudah hampir bisa dipastikan akan Kabupaten Jawa Barat untuk lima tahun ke depan. Hasil quick count Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil yang tidak jauh beda untuk hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar.

Kedua lembaga memperoleh hasil pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang unggul dengan perolehan suara 32,3% sedangkan paslon lawan terdekat adalah suara milik Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang hanya mendapatkan 29,6% versi SMRC. Sedangkan LSI mengeluarkan hasil 33,0% untuk Ridwan-Uu dan 28,0% untuk Sudrajat-Syaikhu.

Meski masih menunggu hasil resmi dari perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), perhitungan dari quick count bisa jadi gambaran umum perolehan suara Pilgub Jabar 2018 secara keseluruhan. Hasil ini jelas capaian yang memuaskan bagi Ridwan-Uu, mengingat meskipun tidak mencapai suara pemilih melebihi 50%, namun aturan dari Pilkada Serentak 2018 tidak diberlakukan putaran kedua.

Baca juga:  Kenapa Dedi Mulyadi Sampai Kalah dari Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar?

Untuk Pilkada Serentak 2018 aturan bagi paslon yang bertarung lebih dari dua kandidat memang tidak dikenai ketentuan untuk menyelenggarakan putaran kedua. Hal ini sedikit berbeda dengan aturan Pigub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2014. Hal ini merujuk pada Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2016. Bahwa hanya DKI Jakarta yang menggunakan aturan putaran kedua, jika salah satu paslon hanya memiliki suara di bawah 50% apabila ada lebih dari dua paslon yang bertarung.

Bertarung melawan TB Hasanuddin-Anton Charliyan dan Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil memang sudah optimis sejak sebelum coblosan dimulai. Hal ini merujuk pada beberapa survei sebelumnya yang memang menjagokan sosok yang biasa disapa Kang Emil ini.

“Ada lima survei terakhir yang kami berada di posisi baik,” kata Kang Emil. “Quick count penting, karena ini tradisi ilmiah demokrasi yang harus dijaga,” tambahnya.

Tentu saja quick count penting, Kang Emil, dari sini jadi kelihatan siapa yang bakal jadi Gubernur Jabar selanjutnya tanpa harus berlama-lama nunggu hasil dari KPU. Selamat ya, Kang, semoga amanah. Jangan lupa peluk istrinya 20 detik dulu sesuai janjinya. Cie, cie~. (K/A)