• 32
    Shares

MOJOK.COWalau sudah ditegur oleh Prabowo, Arief Puyuono tetap merasa tidak ada yang salah dengan kritiknya terhadap AHY. Kok Gerindra jadi nggak kompak?

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegur Waketumnya, Arief Poyuono, karena ia mengibaratkan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seperti anak kecil lantaran tidak memiliki pengalaman di bidang politik.

Teguran Prabowo ke Arief Puyuono tersebut, dibenarkan oleh Waketum Gerindra, Sugiono. Menurut Sugiono, memang ada pesan WhatsApp yang merupakan surat teguran kepada Arief.

Arief pun membenarkan adanya teguran dari Prabowo tersebut. Arief menjelaskan, pengibaratan tersebut dalam konteks untuk menjawab pertanyaan tentang kemungkinan Prabowo akan dipasangkan dengan AHY dalam Pilpers 2019. Ia menganggap, AHY memang belum memiliki pengalaman politik yang cukup untuk menjadi cawapres sehingga belum pantas untuk mendampingi Prabowo.

Ia menyebut, tidak mungkin jika AHY nantinya dipasangkan dengan Prabowo. Pertama, mereka sama-sama dari militer. Kedua, AHY dianggap tidak memiliki pengalaman dan masih boncel dalam dunia politik.

Wah, jadi Mas Arief nggak rela ya, kalau nanti Prabowo dipasangin sama AHY? Ehm~

Arief juga menambahkan, kritik semacam itu sebetulnya sangat diperlukan AHY. Pasalnya, AHY perlu ditempa agar tumbuh menjadi pemimpin besar, sebab AHY dianggap memiliki potensi tersebut. AHY memang berpendidikan tinggi dan lulusan ABRI, namun untuk kepiawaiannya dalam politik dianggap masih kurang mumpuni. Oleh karena itu, AHY perlu ditempa dan harus kuat ketika dikritik, dan tidak seharusnya AHY njuk langsung lapor begitu saja ketika dirinya merasa dihina.

Baca juga:  Selamat Datang di Keributan Pilpres 2019 yang Diam-diam Kita Sukai

Prabowo dalam pesannya meminta kepada Arief Puyuono untuk meralat ucapannya tersebut dan segera meminta maaf kepada Partai Demokrat. “Ini merupakan teguran, saya berharap Anda dapat membuat statement keterangan pers untuk mencabut pernyataan Anda dan juga menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Demokrat”.

Prabowo mengungkapkan, Partai Gerindra tidak setuju dengan yang disampaikan oleh Arief Pouyono. Dirinya tidak menganggap AHY sebagai seorang anak kecil. Melihat pengalaman AHY selama di TNI dan juga sekolahnya di dalam dan luar negeri yang menunjukkan kapabilitasnya.

Bagi Gerindra, pernyataan Arief telah melampaui kewenangan. Pasalnya, di dalam internal Partai Gerindra sudah ada batasan serta pedoman dalam memberikan pernyataan kepada media dan publik. Apalagi saat ini Gerindra sedang menjajaki peluang berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Selain itu, Prabowo juga meminta Arief Puyuono untuk berkonsultasi dengan Sekjen Partai Gerindra tentang hal tersebut dan perlu adanya perlurusan, karena saat ini Gerindra dalam tahap-tahap yang sangat penting dalam menyusun rencana-rencana penyelamatan bangsa Indonesia.

Oalah, jadi ceritanya Pak Prabowo nggak enak nih sama Pak SBY karena ada anggotanya yang ngomongnya blak-blakan?

Menanggapi kemarahan Prabowo tersebut, Arief Puyuono mengaku enggan untuk meminta maaf atas ucapannya tersebut. Ia merasa apa yang diucapkannya adalah sesuatu hal yang benar dan tidak hanya dirinya saja yang mengatakan demikian. Justru ini adalah kesempatan bagi AHY untuk membuktikan bahwa dirinya tidak seperti yang diungkapkan oleh banyak orang.

Baca juga:  Tribun vs Remotivi: Kita Berdiri di Mana?

Hayooo loh, kok Gerindra jadi terkesan tidak satu suara gitu? (A/L)