MOJOK.COTerang-terangan dukung gerakan LGBT, Unilever kebanjiran boikot dari netizen Indonesia

Beberapa waktu yang lalu, melalui akun sosial media resminya, perusahaan multinasional Unilever secara terang-terangan menyatakan mendukung gerakan LGBTQI. Akun @unilever mengunggah keterangan dukungannya disertai gambar logo Unilever dengan warna pelangi.

“We’re committed to making our LGBTQI+ colleagues as proud of us as we are of them,” begitu tulis akun Unilever.

Sebagai salah satu negara yang dibanjiri oleh produk-produk Unilever, tentu saja masyarakat Indonesia (atau setidaknya masyarakat netizen Indonesia) bergejolak. Cukup banyak yang mendukung langkah berani Unilever dalam mengusahakan kultur lingkungan kerja yang inklusif di perusahannya, namun tak sedikit pula yang mengkritik kebijakan Unilever yang terang-terangan mendukung gerakan LGBT yang di Indonesia memang masih minim simpati.

Lebih lanjut, ajakan untuk memboikot produk-produk Unilever pun kemudian menggema.

Di kolom komentar postingan Unilever, banyak sekali komentar dari netizen Indonesia yang menyatakan akan mulai berhenti memakai produk-produk Unilever.

“Saya cinta banget sama produk unilever tapi gara-gara lihat postingan ini saya tidak akan lagi memakai produk unilever karena saya benci LGBT tapi Unilever malah mendukung, auto cari produk lain, good bye unilever.” Tulis pemilik akun @nurindahpermana.

“Innalillahi wa inna ilayhi raaji’uun…😢  pdhl hampir serumah produknya Unilever. time to say 👋🏽.” Tulis akun @fauzarestu.

Baca juga:  Selamatkan Blackpink dari Boikot-Boikot Lucu Club

“Auto Ganti ke produk lain .. berhenti pakai produk unilever.” Tulis pemilik akun @akhwat_1092.

Unilever Indonesia sendiri melalui perwakilan resminya menyatakan bahwa pihaknya mendukung lingkungan yang inklusif dengan tetap menghormati budaya Indonesia.

“Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda. Secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif,” terang Governance and Corporate Affairs Director Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso. “Kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma, dan nilai-nilai setempat. Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma, dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia.”

Ah, urusan boikot ini memang selalu rumit, apalagi kalau yang diboikot adalah Unilever. Lha gimana, perusahaan ini punya banyak sekali produk rumah tangga dari berbagai lini, Dari mulai Rinso, Sunsilk, Clear, Pepsodent, Molto, Royco, Citra, Axe, SariWangi, Blue Band, Wall’s, Sunlight, sampai Kecap Bango yang kedelai hitamnya dibesarkan seperti anak sendiri itu.

Kalau beneran mau boikot, yang susah bukan Unilevernya, bisa jadi malah yang memboikot.