Indonesia rasanya tak henti-hentinya mengikutkan tokoh-tokohnya dalam daftar tokoh berpengaruh dunia.

Setelah sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes, kemudian Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh dan paling menginspirasi di dunia pilihan kantor berita BBC, dan Presiden Jokowi yang masuk dalam Top 50 daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia versi The Muslim 500, kini, Indonesia kembali menyumbangkan salah satu tokoknya dalam daftar tokoh paling berpengaruh di dunia.

Tokoh yang kali ini masuk adalah Sinta Nuriyah Wahid yang merupakan istri almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Sinta Nuriyah masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2018 versi majalah Time.

Sinta masuk dalam kelompok “Icons”, namanya berdampingan dengan penyanyi Amerika latin Jennifer Lopez, pemeran “Black Panther” Chadwick Boseman, serta penyanyi Rihanna

Sinta masuk dalam daftar 100 tokoh paling berpengaruh karena kiprahnya sebagai seorang sosok yang terus aktif menyuarakan Hak Asasi Manusia, pemberdayaan perempuan, dan serta kebebasan beragama. Selain itu, Sinta juga menjadi acuan untuk gerakan toleransi beragama, feminis, kesetaraan gender, perjuangan untuk perempuan dan kelompok minoritas.

Jurnalis keturunan Mesir-Amerika Serikat (AS) Mona Eltahawy yang menuliskan summary tentang sosok Sinta di daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia itu memuji habis-habisan apa-apa yang sudah pernah dilakukan oleh Sinta..

Baca juga:  Soal Bangkitnya PKI ala Gatot, kalau Kata Gus Dur: Kenapa Takut? PKI Aja Ditakuti

“Dia memahami perempuan transgender, mendukung mantan gubernur Kristen Jakarta yang dituduh melakukan penghinaan agama dan lebih lagi, memilih mendukung pihak yang rentan dibandingkan yang telah pasti menuju hidup bebas risiko sebagai mantan janda Presiden,” tulis Mona Eltahawy.

Mona Eltahawy juga menyebut Sinta sebagai feminis muslim yang memiliki pemahaman yang baik dalam hukum Syariah dan studi perempuan.

“Perempuan muslim terlalu sering bicara untuk dan tentang berbagai argumen tanpa akhir oleh pria terkait kerudung kita, atau sekitar itu. Nuriyah mengingatkan bahwa narasi kita jauh lebih kompleks dan sejujurnya, lebih menarik.”

Yah, selamat Bu Sinta, semoga dengan masuknya nama Ibu Sinta di dalam daftar 100 tokoh palong berpengaruh di dunia ini, semangat toleransi, keberagaman, dan juga kesetaraan gender yang selama ini diperjuangkan oleh Ibu Sinta semakin bisa diterima oleh banyak orang.

Sekarang ini, Gus Dur pasti sedang prengas-prenges di atas sana melihat istri tercintanya berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia melalui kiprah-kiprahnya.

sinta nuriyah wahid