MOJOK.COIbu kota baru akan diumumkan hari ini. Ada dua kandidat kuat terletak di Kalimantan Timur dan Tengah!

Ramai-ramai soal pemindahan ibu kota Indonesia, katanya akan diumumkan Presiden Joko Widodo pada hari ini (16/08). Tepat satu hari sebelum hari kemerdekaan Indonesia.

Mengenai hal ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro tidak membantah. Ia membenarkan bahwa pengumuman lokasi ibu kota baru akan dilaksanakan hari ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, belum dapat memastikan apakah Jokowi yang akan mengumumkan langsung kota yang dipilih menjadi ibu kota Indonesia yang baru tersebut. Begitu pun dengan Bambang Brodjonegoro, ia juga tidak dapat memastikan mengenai hal ini, karena hal tersebut merupakan hak prerogatif presiden.

Soal lokasi yang akan dijadikan ibu kota baru ini, ada beberapa syarat yang telah beredar sebelumnya. Bahwa kota tersebut nantinya harus berada di lokasi strategis secara geografis, bebas bencana alam, punya akses dan layanan air minum, sanitasi, listrik, dan jaringan komunikasi yang memadai.

Sampai saat ini, terdapat dua lokasi yang jadi kandidat kuat ibu kota baru. Dua lokasi tersebut di antaranya, kawasan Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah. Mungkin, dari analisis tim pemindahan ibu kota, kedua lokasi tersebutlah yang mendekati persyaratan yang ditentukan.

Baca juga:  Inilah Daftar Bulan Kelahiran yang Paling Banyak Dimiliki Orang

Yak, soal kisi-kisi soal tempat yang telah disebutkan tersebut sesuai dengan pernyataan Jokowi sebelumnya. Seperti dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Presiden Jokowi menyatakan, “Iya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantan yang mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustus-lah.”

Rencana ibu kota pindah ini sejatinya telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 edisi revisi bulan Juni 2019. Agenda ini menjadi program prioritas nasional nomor dua.

Untuk mendukung pemindahan ibu kota, alokasi dana yang diperlukan adalah Rp83,8 triliun yang bersumber dari APBN, BUMN, dan swasta. Dana tersebut sebetulnya hanya untuk tahap awal, dengan menampung 1,5 juta penduduk. Angka ini di dalamnya termasuk perkiraan jumlah PNS pusat, pegawai legislatif, yudikatif, legislatif sebanyak 200.000 jiwa dan aparat Polri-TNI sekitar 25.000 jiwa.

Sementara itu, total dana yang sesungguhnya diperlukan untuk ibu kota baru ini lebih dari Rp400 triliun.

Gimana-gimana? Sudah deg-degan nggak, mana kota yang bakal dipilih? Atau malah deg-degan karena takut kalah taruhan? (A/L)

 



Tirto.ID
Loading...

No more articles