fbpx

MOJOK.CORiza Patria, politisi Gerindra, jadi calon kuat untuk isi kursi kosong Wakil Gubernur DKI Jakarta. Katanya jika jadi, dirinya bakal siap dibully.

Pertaruhan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta memang sedang seru-serunya. Dua kandidat yang bertarung adalah Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS. Meski begitu, banyak pihak yang menilai kalau langkah Riza akan lebih mulus ketimbang kompetitornya itu untuk menemani Gubernur Anies Baswedan.

Menanggapi kemungkinan dirinya bakal jadi Wagub DKI Jakarta, Riza Patria menilai kalau pejabat publik harus terbiasa jika dikritik oleh masyarakat. Bahkan tidak hanya dikritik, Riza pun meyakini bahwa pejabat pun juga kudu siap dibullu.

“Siapapun yang menjadi pejabat punya tugas dan tanggung jawab harus selalu siap dan membiasakan diri untuk dikritik maupun dibully. Apapun jabatannya, tidak hanya wagub, anggota dewan juga kita setiap hari hingga harini kan selalu dikritik dan dibully,” kata Riza.

Riza Patria mengaku sudah siap jika dirinya dipercaya untuk ikut membantu Anies Baswedan mengurus Jakarta.

“Yang dikerjakan wagub adalah melaksanakan visi misi program yang dicanangkan Anies dan Sandi. Wagub tidak boleh punya program sendiri. Ya karena kan wagub yang dipilih, entah saya atau Pak Nurmansyah Lubis merupakan PAW,” kata Riza.

Maksudnya PAW di sini adalah, wakil gubernur yang sekarang tak sama dengan jabatan wakil gubernur seperti Sandiaga Uno zaman dulu. Jabatan wakil gubernur yang nanti diperebutkan antara Gerindra dan PKS ini hanya melanjutkan program yang sudah disusun gubernur saja.

Baca juga:  Anies dan Kartu-Kartu Politik yang Hidup Kembali

“Kalau wagub pilkada, Bersama gubernur kampanye dan menyusun visi mis program, kalau PAW dia melaksanakan visi misi program yang telah dicanangkan oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih,” tambah Riza Patria.

Mengenai mekanisme seleksi siapa yang akan menggantikan posisi Sandiaga Uno, Riza Patria mengaku sudah siap.

“Terserah, kami hormati mekanisme aturan yang ditentukan oleh DPRD nanti. Apakah perlu ada fit and proper test, apakah perlu ada pemaparan, tanya-jawab, silakan, kami hormati,” tambah Riza lagi.

Soal ini, Wakil Ketua DPRD Jakarta, M. Taufik mengaku bahwa DPRD Jakarta tidak akan memberlakukan tes.

“Ya sudah lihat suratnya. Sesuai dengan tata tertib yang ada, tidak ada tes. Yang ada adalah pemeriksaan dokumen persyaratan oleh Panlih,” kata M. Taufik.

Di atas kertas, posisi Riza Patria memang sangat diunggulkan ketimbang Nurmansyah Lubis. Apalagi kekuatan PKS di DPRD Jakarta cenderung lebih lemah daripada Gerindra.

Meski begitu, jika Riza beneran terpilih jadi Wagub DKI Jakarta, rakyat Jakarta dipersilakan untuk membully-nya habis-habisan. Kalau pada akhirnya kena pasal pencemaran nama baik, tinggal dibacakan lagi saja pernyataan Riza soal pejabat yang boleh dibully. (DAF)

Riza Patria Cawagub DKI Jakarta Sesumbar kalau Pejabat Harus Terbiasa Dibully

BACA JUGA Gerindra Sebut Sandiaga Bisa kembali Menjadi Kader atau tulisan rubrik KILAS lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles