MOJOK.COYou jump i jump, you die i die, you beli mobil i pun beli mobil. Wujud kekompakan paripurna warga Desa Sumurgeneng.

Tentu amat mudah untuk menilai kekompakan warga sebuah desa, bisa dengan dilihat dari sebanyak apa warga yang ikut kerja bakti, atau bisa juga dilihat melalui seberapa meriah acara peringatan tujuh belasan yang digelar di desa tersebut.

Namun, khusus untuk warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, ada satu hal lagi yang bisa dilihat untuk bisa membuktikan betapa kampung tersebut amat sangat kompak, yakni banyaknya warga yang beramai-ramai beli mobil baru.

Ya, Desa Sumurgeneng saat ini sedang menjadi buah bibir di kalangan netizen. Musababnya, warga desa tersebut saat ini sedang menikmati statusnya sebagai miliarder dadakan.

Desa Sumurgeneng memang menjadi satu dari tiga desa yang menjadi area pembebasan lahan proyek kilang minyak dan petrokimia New Grass Root Refinery (NGRR) PT Pertamina (Persero) sehingga membuat sejumlah warganya menjadi kaya mendadak karena mendapatkan uang pembebasan lahan.

Total luas pembebasan lahan desa Sumurgeneng mencapai 225 hektar dengan jumlah warga yang menerima uang pembebasan lahan juga sebanyak 225 orang. Nilai pembelian lahan yang lebih tinggi ketimbang harga pasaran tanah di sana memang membuat warga yang tanahnya ikut dibebaskan langsung kaya mendadak. Bahkan, dikabarkan ada warga yang menerima uang ganti lahan mencapai 25 miliar rupiah.

Baca juga:  Tips Step Motor dari Pengalaman Goblok Saya Dorong Motor Mogok Sepanjang Solo-Jogja

Dengan uang miliaran di tangan, tak heran jika kemudian warga langsung membelanjakan untuk membeli apa saja yang mereka inginkan, salah satunya tentu saja adalah mobil.

Para warga desa Sumurgeneng langsung beramai-ramai membeli mobil baru. Ada yang beli mobil satu, pun tak sedikit yang beli dua sampai tiga mobil.

Kepala Desa Sumurgeneng Gianto mengatakan bahwa setidaknya ada 380 unit mobil yang dibeli oleh warga desanya setelah uang pembebasan lahan dari Pertamina cair.

“Sebelum pembebasan ada sekitar 200 mobil yang akan dibeli. Pas pembebasan tambah 180 mobil jadi total 380 mobil,” ujar Gianto seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Mobil-mobil yang dibeli oleh warga desa beraneka ragam jenisnya, dari city car sampai SUV.

“Mobil yang dibeli ada Honda Jazz, HR-V, Toyota Innova, Mitsubishi Pajero sport, Xpander, Toyota Yaris, serta Mitsubishi L300,” ujarnya.

Dealer Toyota Auto2000 yang menjadi satu-satunya dealer Toyota di Tuban ikut kebanjiran untung dari pembebasan lahan warga Sumurgeneng ini. Pasalnya, setidaknya ada 130 unit mobil yang terjual dari dealer ini kepada para warga Desa Sumurgeneng.

“Segmennya yang dibeli itu lebih ke Innova ke atas. Tapi Innova juga yang Venturer kebanyakan,” terang Branch Manager Auto 2000 Tuban Arie Soerjono, “Paling Rush, kalau Avanza cuma satu, dua. Ya karena kan duit yang mereka terima cukup besar, jadi segmen yang diambil kebanyakan high juga. Dan yang paling mahal itu di kita Fortuner.”

Baca juga:  Kota Bekasi di Persimpangan: Gabung Provinsi Bogor Raya atau Jadi Jakarta Tenggara?

Yang unik, walau warga beramai-ramai beli mobil, namun tak banyak yang bisa menyetir mobil. Pasalnya, memang tak sedikit warga yang beli mobil karena ikut-ikutan tetangganya yang beli mobil.

Ah, nggak papa. Alah bisa karena terbiasa. Kalau sudah punya mobilnya, belajar nyetirnya pasti lebih gampang. Urusan bisa nyetir itu nomor sekian, yang paling penting adalah kekompakan warga. Dan mobil-mobil itu adalah manifestasi kekompakan tersebut.

BACA JUGA Tips Mudah Kaya Raya dari Edi AH Iyubenu untuk Pembaca Mojok dan artikel KILAS lainnya