MOJOK.COKadang memang geregetan juga punya Presiden yang hobi banget bagi-bagi sembako kayak Pak Jokowi.

Dua hari terakhir, beredar video Presiden Jokowi saat membagikan sembako langsung ke rumah warga. Belakangan, Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memberikan keterangan mengenai video tersebut. Menurut Bey Machmudin, aksi bagi-bagi sembako yang ada di video tersebut dilakukan oleh Presiden Jokowi pada hari Minggu malam, 26 April 2020 di daerah Sempur, Bogor.

“Yang dituju dan memang membutuhkan ada 3 KK, diserahkan langsung Presiden, tapi warga sekitar juga diberi paket sembako,” ujar Bey. “Harus saya jelaskan bahwa membagikan paket sembako langsung ke rakyat merupakan cara Presiden Joko Widodo secara pribadi menyatakan keprihatinan dan empati pada saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan.”

Aksi bagi-bagi sembako tersebut bukan pertama kalinya bagi Jokowi. Dalam sebulan terakhir, Jokowi tercatat sudah beberapa kali melakukan aksi bagi-bagi sembako.

Pada Jumat, 11 April 2020 lalu, misalnya. Jokowi bersama beberapa anggota Paspamres membagikan sembako untuk masyarakat utamanya para driver ojek di sekitar Istana Kepresidenan.

Sehari sebelumnya, Jokowi juga membagikan 400 paket sembako kepada warga di beberapa titik di sepanjang Jalan Kemayoran.

Aksi bagi-bagi sembako yang dilakukan Jokowi tentu saja mendapatkan kritik dari banyak pihak.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Tirto mengatakan bahwa Jokowi seharusnya menggunakan perangkat pemerintah untuk membagikan sembako.

Baca juga:  Mahfud MD Sebut Justru Ma’ruf Amin-lah yang Suruh NU Ancam Jokowi

“Presiden seharusnya gunakan jalur pemerintah, bisa melalui perangkat pemerintah daerah agar bantuan sampai hingga ke rumah dan warga tidak perlu berkerumun,” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh dosen Administrasi Publik di Universitas Indonesia Defny Holidin. “Jauh lebih baik jika beliau mengeluarkan kebijakan yang lebih appropriate sesuai kebutuhan rill, di samping secara pribadi juga memberikan keteladanan dalam bentuk pencegahan kegiatan yang memicu kerumunan,” terangnya.

Banyak yang geregetan dengan aksi Jokowi. Maklum, ketika banyak orang mengampanyekan gerakan social distancing atau menjaga jarak, apa yang dilakukan oleh Jokowi justru sangat berpotensi membuat orang-orang berkerumun dan mengabaikan praktik social distancing yang selama ini menjadi bagian dari protokol kesehatan di masa pandemi corona.

Salah satu pihak yang geregetan atas aksi Jokowi tersebut adalah Presiden PKS Sohibul Iman.

Melalui akun Twitternya, Sohibul berkali-kali mengekspresikan rasa jengkelnya terhadap aksi bagi-bagi sembako yang dilakukan oleh Jokowi.

“Walau sudah dikritik banyak pihak bahwa presiden @jokowi yang punya kekuasaan atas sistem tidak pantas melakukan cara-cara seperti ini, tapi tetap dilakukan. Boleh jadi ini bukan sekedar pilihan politik tapi sudah jadi keyakinan. Jangan-jangan ada keasyikan tersendiri nonton rakyat lari-lari ngejar sembako?” cuit Sohibul Iman pada Selasa, 27 April 2020 lalu.

Yang paling anyar, Sohibul kembali menyentil Jokowi soal aksi bagi-bagi sembakonya itu. Kali ini melalui sebuah sindiran halus.

Baca juga:  Pasal Penghinaan Presiden Dijadikan Delik Umum, Penghina Presiden Bisa Dijerat Tanpa Aduan

“Seorang kawan dan keluarga menyiapkan ratusan paket sembako buat mereka yang kurang beruntung. Tentu tidak dibagikan dengan cara-cara Pak Jokowi. Mereka datangi satu per satu abang ojol dan opang, para pemulung, satpam, dll. Silent, tidak mengundang perhatian banyak orang, tertib, dan disiplin PSBB,” tulis Sohibul pada Kamis, 30 April 2020 kemarin.

Ah, rasanya mudah sekali untuk memahami bagaimana kemangkelan Sohibul Iman. Lha gimana, yang notabene tidak berseberangan secara politik dengan Jokowi saja boleh jadi bisa geregetan dengan aksi Jokowi, apalagi yang berseberangan politik kayak Sohibul Iman. Pasti dobel geregetannya.