Prabowo Bilang Indonesia Punah Kalau Dia Kalah, Wiranto Langsung Ajak Taruhan Rumah, Jenderal Mah Bebas

Dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember lalu, seperti yang sudah-sudah, Prabowo mengeluarkan pernyataan yang membuat banyak orang heboh.

Dalam pernyataannnya tersebut, Prabowo menyebut bahwa Indonesia bisa punah.

“Kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah negara ini bisa punah,” begitu kata Prabowo.

Pernyataan Prabowo ini tentu saja cukup membikin panas banyak pihak. Ini tentu bukan kali pertama Prabowo berbicara tentang kehancuran Indonesia, sebelum ini, Prabowo juga pernah memberikan pernyataan tentang prediksi bubarnya Indonesia tahun 2030 yang belakangan diketahui bersumber dari sebuah novel berjudul ‘Ghost Fleet’ karya PW Singer dan August Cole.

Tak butuh waktu lama bagi banyak pihak, terutama dari kubu Jokowi, untuk menanggapi pernyataan Prabowo yang menyebut Indonesia punah itu. 

Dari sekian banyak komentar yang muncul, komentar dari politisi Hanura Wiranto agaknya menjadi yang paling menarik dan menggelitik. Tak tanggung-tanggung, Wiranto bukan hanya memberikan bantahan atas pernyataan Prabowo, tapi juga menantang Prabowo untuk taruhan.

Wiranto menyayangkan pernyataan Prabowo yang menyebut Indonesia punah jika Prabowo kalah.

“Itu sama saja dengan ancaman serius. Belum ada dalam sejarah modern dalam pemilihan umum yang demokratis, seorang tokoh kalah lantas negara itu bubar atau punah,” ujar Wiranto. “Negara akan punah tidak mungkin tiba-tiba, mesti ada gejalanya, indikasinya atau ada peningkatan eskalasi sangat serius yang mengancam eksistensi negara itu.”

Jenderal yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu kemudian dengan nada berkelakar menantang Prabowo untuk taruhan atas pernyataannya. Tak segan-segan, yang dijadikan sebagai bahan taruhan adalah rumahnya.

“Kalau sehabis pemilu Prabowo kalah dan Indonesia tetap utuh, tidak punah, maka rumah Hambalang diserahkan kepada saya. Sebaliknya, kalau Indonesia punah maka rumah saya di Bambu Apus diserahkan ke Prabowo.”

Nah lho, Gimana Pak Prabs? Ditantangin sama kawan satu almamater tuh? Berani nggak?

Ah, memang beda ya kalau yang taruhan para jenderal. Taruhannya langsung rumah. Beda banget dengan sobat miqueen yang mentok taruhannya traktir cilok atau tahu bulat. Itu pun nggak boleh lebih dari goceng.

prabowo

Exit mobile version