MOJOK.COPandemi Corona bukan hanya bisa menurunkan imun, tapi juga meningkatkan kemiskinan. 

Secara statistik, ingat, secara statistik lho ya, Indonesia ini sebenarnya mengalami kemajuan yang pesat dalam usaha mengurangi kemiskinan. Setidaknya dalam dua puluh tahun terakhir, berdasarkan dari dari Badan Pusat Statistik (BPS), tren angka kemiskinan di Indonesia terus menurun.

Di akhir tahun 1998, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 24,2 persen. Itu artinya, hampir seperempat penduduk Indonesia adalah orang miskin. Setahun berikutnya, turun menjadi 23,43 persen. Angka tersebut terus ditekan. Sepuluh tahun kemudian, angkanya menjadi 14,15 persen, hingga kemudian memecahkan rekor angka kemiskinan terkecil di tahun 2019 dengan tingkat kemiskinan sebesar 9,22 persen.

Dari data BPS, dengan tingkat kemiskinan sebesar 9,22 persen, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,79 juta orang.

Namun, hantaman pandemi corona dalam beberapa bulan terakhir ini berpotensi kembali mengerek angka kemiskinan. Hal tersebut seiiring dengan makin banyaknya angka pemutusan hubungan kerja yang tentu saja berdampak langsung terhadap penurunan kemampuan pemenuhan kebutuhan pokok.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, angka kemiskinan di Indonesia akibat pandemi corona bisa bertambah dengan cukup drastis. Tak main-main, jumlah penduduk miskin bisa bertambah sampai 4 juta orang.

“Tingkat kemiskinan bisa mencapai 10,63%, naik 4 juta orang dari 24 juta menjadi 28 juta,” terang Suharso di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020 lalu.

Baca juga:  DKI Jakarta Bakal Menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) per 10 April 2020

Untuk itulah, menurut Suharso, sangat penting bagi Pemerintah untuk mengambil intervensi penuh agar bisa menekan kenaikan angka kemiskinan Indonesia.

Saat ini, Indonesia sedang berusaha memaksimalkan program pemulihan ekonomi nasional dengan gelontoran dana sebesar Rp 695,2 triliun. Suharso berharap, gelontoran dana sebesar itu bisa menekan jumlah orang miskin baru menjadi hanya sekitar 1,2 juta sampai 2,7 juta, sehingga angka kemiskinan masih tetap berada di bawah 10 persen atau masih terjaga di angka single digit.

Hih, Pemerintah ini lho, mau menurunkan angka kemiskinan saja kok repot-repot menggelontokan ratusan triliun, padahal ada cara yang lebih mudah untuk menurunkan angka kemiskinan, yaitu cukup dengan menurunkan parameternya. Lak yo gitu tho?

Ah, lagipula, buat apa nggak miskin kalau tidak sembahyang.

kemiskinan