Kalau ada (barangkali) fans dari Fahri Hamzah di Jogja yang sudah sangat ngebet ingin mendengarkan ceramah/tausyiah dari Wakil Ketua DPR cum legenda KAMMI ini, maka sudah sepatutnya mereka kecewa, sebab beberapa waktu yang lalu, Fahri batal mengisi ceramah dan dialog pascatarawih di Masjid Kampus UGM yang sedianya digelar tanggal 22 Mei lalu.

Batalnya Fahri Hamzah menyamaikan ceramah pascatarawih di Masjid Kampus UGM ini karena namanya dicoret dari daftar penceramah di bulan Ramadan tahun ini.

Usut punya usut, keputusan untuk mencoret Fahri dari daftar penceramah tersebut merupakan hasil dari evaluasi bersama Pimpinan Universitas dan takmir masjid.

“Kami memandang ada nama-nama yang mengundang pro kontra di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pimpinan universitas beserta takmir sepakat untuk mengganti beberapa nama,” jelas Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani. “Tiga orang menurut kesepakatan rektorat dan takmir masjid kampus UGM diganti demi menjaga kepentingan bersama,” imbuh Iva.

Selain Fahri Hamzah, ada dua nama penceramah lain yang juga dicoret, yakni Ismail Yusanto dan Novriyadi. Ismail adalah mantan jubir Hizbut Tahrir Indonesia, sementara Novriyadi adalah dosen internal UGM.

Fahri Hamzah tentu saja menyesalkan keputusan pencoretan namanya tersebut. Pasalnya, pencoretan namanya di UGM ini sudah terjadi untuk yang kedua kalinya, sebelumnya terjadi tahun lalu.

“Itulah yang saya sesalkan. Padahal saya adalah koordinator sektor pendidikan dan agama di DPR,” kata Fahri. “Detailnya silahkan tanya ke mereka. Tapi memang ini tekanan politik dan ini yang kedua kalinya. Tahun lalu juga demikian,” tandasnya.

Yah, agaknya memang begitulah jalan menjadi seorang Fahri Hamzah: berat. Setelah sebelumnya “dicoret” dari daftar keanggotaan partai oleh para petinggi partai, lalu berusaha dicoret dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR, dan sekarang benar-benar dicoret dari daftar penceramah.

fahri hamzah



Tirto.ID
Loading...

No more articles