MOJOK.CORombongan pesepeda yang nekat masuk ke ruas jalan tol Jagorawi benar-benar telah merusak citra para pesepeda.

Seiring dengan makin banyaknya orang-orang yang aktif bersepeda di masa pandemi corona, makin banyak pula ulah para pesepeda tak taat aturan yang bikin tengsin citra para pesepeda.

Setelah sebelumnya banyak pemberitaan tentang para pesepeda yang doyan memenuhi jalan dan hobi melanggar rambu, lalu dilanjut dengan para pesepeda yang beramai-ramai membawa masuk sepedanya ke dalam kafe, kini dunia pergowesan kembali tercoreng karena adanya rombongan pesepeda yang diketahui nekat masuk ke jalan tol Jagorawi.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 13 September 2020 di ruas tol KM 46+500 (Polingga).

Video saat para pesepeda dengan santainya melaju di atas jalan tol tersebut sempat di-upload oleh salah seorang pengguna jalan tol dan kemudian diupload ke media sosial. Tentu saja tak butuh waktu lama bagi video tersebut untuk viral.

Dalam video tersebut, tampak dua kelompok rombongan pesepeda yang melaju dengan santai di tepi kiri dan kanan jalan. Salah satu rombongan kemudian mencoba untuk menyeberang ke ruas lain dengan melawan arah.

Kepala Induk Turangga 04 Jagorawi Fitriasa Kamila mengakui insiden tersebut. Fitriasa mengatakan bahwa rombongan pengendara sepeda itu masuk melalui akses masuk Jalan Tol Jagorawi KM 47+200.

PT Jasa Marga pun menyayangkan adanya pelanggaran tersebut. General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Toll Road Regional Division Oemi Vierta Moerdika dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa masuknya sepeda ke ruas tol adalah hal yang sangat berbahaya.

Baca juga:  Mengarungi Kehidupan Mahasiswa di Madinah Bersama Banaweer Made In China

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, disebutkan, jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” terangnya seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Jalan tol sebenarnya berbahaya bila dilewati kendaraan roda dua, sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Pengendara sepeda juga akan bermasalah dengan empasan angin dari kendaraan lain sebab jalan tol dibuat tanpa hambatan.”

Para pegiat komunitas sepeda tak ketinggalan juga mengaku malu dengan adanya insiden tersebut.

“Ini sangat menodai semangat para pegowes yang selalu menghimbau agar selalu mematuhi rambu lalu lintas saat gowes,” terang Wakil Ketua Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Suyono Abet, seperti dikutip dari Detik.com.

Sementara itu, Rendi, anggota komunitas sepeda Rawakalong MTB bahkan sampai menyebarkan video pesepeda yang masuk ke tol tersebut dan berharap jersey komunitas pesepeda tersebut diketahui agar bisa diberikan peringatan keras.

Yah, semua pesepeda memang bisa dengan mudah mengayuh sepedanya, namun tak semuanya mampu mengayuh akal sehatnya.

BACA JUGA Ini Lima Larangan bagi Para Pesepeda yang Sedang Dirancang oleh Kemenhub atau artikel redaksi lainnya.